Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
Ingin rasa nya hilang dari bumi


__ADS_3

"Assalamualaikum umah," teriak Aisha memasuki rumah kayu. Rumah kayu tapi nampak mewah. Dengan kayu kuat berwarna coklat.


"Ais," sahut seorang pria. Pria itu adalah Rigel abang dari Aisha.


"Abang," ujar Aisha. Mencium punggung tangan abang nya. "Umah dan abi mana bang?" tanya Aisha.


"Lagi di pesantren, nih kakak baru saja mau kesana juga, tapi lihat kamu ga jadi deh. Sama siapa kesini?"


Aisha hanya manggut manggut mengerti. "Bareng kak Altar dan keempat teman nya. Sebenar nya Aisha mau langsung kepesantren namun singgah dulu siapa tau umah dan abi ada disini," jelas Aisha.


"Terus suami kamu dan teman nya dimana?" tanya Rigel yang tidak melihat seseorang di belakang adik nya.


"Lah kirain ngikutin, mungkin mereka ada di luar," balas Aisha.


Rigel dan Aisha pun keluar dari rumah dan..... Dikejut kan oleh keempat teman Altar yang memanjat pohon mangga depan rumah.


"Yang banyak dong!" teriak Cakra pada Evan dan Vier yang sedang memanjat pohon.


"Hoodie gue kena geta anjir," ketus Evan, tapi masih mengumpul mangga di hoodie nya.


Sedang kan Altar? Altar saat ini, ingin rasa nya hilang dari bumi di perbuat teman teman nya. Mau ditaro mana muka nya saat ini?


Altar menutup wajah nya menggunakan hoodie duduk bersandar di kursi depan rumah. Pura pura tidak tau apa apa.

__ADS_1


Rigel hanya geleng geleng. Bukan nya marah tapi kekeh pada keempat teman ipar nya itu.


"Teman suami kamu ada ada aja iya!" ujar Rigel pada adik nya.


"Kak Altar kok nutup gitu muka nya?" tanya Aisha melihat suami nya.


Mendengar suara istri nya, Altar menoleh dan melihat istri nya dan ipar nya.


Altar pun berusaha tetap sopan, dia maju dan ingin mencium tangan Rigel namun Rigel mencegah nya.


"Umur kita tidak beda jauh, mending salamaan aja," ujar Rigel dan hanya di angguki bata bata oleh Altar.


Rigel pernah menolak keras perjodohan sang adik dengan Altar, karena Altar pernah ia dapat di kejar polisi waktu itu. Dia takut adik nya mendapat suami salah.


Kedua orang tua Altar pun pernah memohon agar perjodohan putra nya dan Aisha. Kedua orang tua Altar yakin Aisha bisa membuat anak nya berubah. Dan mau tau mau kedua orang tua Aisha dan Rigel menerima menjodoh kan Aisha dengan Altar.


Rigel hanya berdehem dan tersenyum."Gapapa."


Rigel dan di ikutii oleh Aisha dan Altar pun menghampiri keempat teman Altar.


"Ekhem," Rigel berdehem keras. Membuat mereka langsung menoleh.


Betapa terkejut nya mereka melihat Rigel. Mata Evan serasa hampir pindah kebawah tanah saking melotot nya.

__ADS_1


Vier yang sedang mengigit mangga langsung tersedak. Seperti sedang tertangkap basa mencuri.


Evan dan Vier pun melompat turun dari pohon mangga. Mereka berempat menunduk sambil menggaruk belakang kepala masing masing.


"Maaf bang," ujar mereka bersamaan.


Rigel ingin bermain main pada teman ipar nya itu. Rigel sengaja menatap dengan tatapan tajam.


"Sebagai hukuman kalian sapu halaman ini, karena ulah kalian daun duan mangga itu berserahkah kemana mana," tekan Rigel. Membuat mereka mengangguk kaku.


"Ga usah tegak gitu, gue cuman suruh kalian beresin!" ujar Rigel.


Aisha pun membawa kantong plastik agak besar, dan sapu lidi 2, beserta skop sampah ke depan mereka berempat.


Mereka pun mulai membersih kan halaman depan rumah itu, yang penuh dengan daun daun mangga.


Sedang kan Altar, Aisha dan Rigel duduk di kursi depan rumah sambil mematau empat manusia sontoloyo.


"Ini semua ulah Evan buat ambil mangga," tuduh Cakra.


"Enak aja ini semua ide Vier!" protes Evan tidak ingin disalah kan.


"Tapi ini-" ucapan Vier terpotong karena Kendra.

__ADS_1


"Lo mau bilang gue?Gue diam dari tadi iya!" ketus Kendra.


"Tapi lo juga ikutan makan taik," seru Cakra.


__ADS_2