
"Sayang, menstruasi udah selesai belum?" tanya Altar, memeluk pinggang istrinya yang sedang menyalin tugas miliknya.
"Belum, kak," jawab Aisha.
Altar menekuk wajahnya. "Aku udah kepo tau, kamu mau ngasih hadiah apa ke kakak, emang gak bisa di kasih sekarang?" tanya Altar.
Aisha memberhentikan menulisnya, dia mendengok ke atas, melihat wajah suaminya yang terlihat masam. " Gak bisa kak Altar," jawab Aisha.
"Sini coba, kenapa muka kakak di tekuk gitu?" tanya Aisha, memegang kedua pipi suaminya.
"Mau ini." Altar menunjuk ke arah bibir Aisha.
Aisha tersenyum, dan mengangguk. "Jangan kasar-kasar, ya! Kak Altar," peringat Aisha.
Altar pun dengan senyum mengembang, langsung menyosor alah bebek angsa, mencium bibir Aisha.
Altar memagut dengan rakus, bibir pink nan manis itu.
Aisha menggalungkan tangannya di leher Altar, sedangkan Altar memegang tengkuk leher istrinya.
Aisha perlahan-lahan membalas pautan Altar. Suasana di dalam kamar itu seketika menegak.
Altar memang memain'kannya sangat lembut. Tapi mau itu lembut atau bermain kasar, tetap aja bibir bakal bengkak.
"Emhhh," keluh Aisha. Menepuk nepuk lengan Altar, agar berhenti.
Altar melepaskan ciumannya. Mereka menghela nafas secara bersama-sama. Aisha menghirup udara dengan rakus, seakan oksigennya hilang, di ambil oleh Altar.
"Sayang, sakit?" tanya Altar, memegang bibir Aisha yang membengkak.
Aisha mengangguk. "Sakit, bibir Ais rentak tau!" ketusnya.
__ADS_1
Altar mencium sekilas bibir yang rentak di perbuatnya, dengan lembut . "Maaf ya," ujarnya.
"Kakak," panggil Aisha, memanyunkan bibirnya.
"Kenapa sayang? Mau minta di rentakin lagi bibirnya?" tanya Altar, menaik turun'kan alisnya, dengan senyum nakal.
"Kak Altar nakal ih!" Aisha memukul dada kekar Altar, membuat pria itu terkekeh.
Dengan satu tarikan, Aisha jatuh ke dalam pelukan Altar.
"Jangan, sakit sayang!" keluh Altar, seakan merasakan sakit.
"Emang?" tanya Aisha, menaro kepalanya di dada Altar yang tertutup baju koko.
Altar refleks menjauhkan Aisha dari dadanya, jangan sampai istrinya mendengar detak jantungnya.
"kak Altar, Ais mau pacaran," sahut Aisha tiba tiba.
"Ais, mau pacaran," jawab Aisha, memegang kedua pipi Altar yang sudah di selimuti emosi.
Altar menepis tangan Aisha dari pipinya, membuat Aisha bingung. "Kamu minta izin, selingkuh?" tanya Altar, berusaha menahan emosinya.
"Ih, tukan salah paham mulu! Ais mau pacaran sama kakak!" jelas Aisha.
Altar mengejapkan matanya, mendengar ucapan Aisha. "Buat apa pacaran? Kita'kan udah nikah."
"Kan ada, pacaran halal kak Altar, kita'kan gak pacaran, jadi Ais mau pacaran sama kakak, ayo kita keluar ngedate," jawab Aisha.
Altar menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan istrinya. "Yaudah, ayo kita pacaran!" ajak Altar.
altar turun dari ranjang, berniat mengganti pakaiannya. Di saat hendak membuka baju kokonya, Altar menoleh ke arah Aisha, yang menutup matanya. Membuat Altar terkekeh.
__ADS_1
"Kenapa di tutup matanya? Perasaan udah lihat tuh," sahut Altar.
Aisha mendengus kesal, membalikan badannya ke arah lain. "Ganti pakaian cepat!" pinta Aisha.
Altar ingin sekali ketawa, melihat kelakuan istri kecilnya.
Dia pun mengganti pakainnya. Altar selalu melirik ke arah Aisha, yang memejam'kan mata, sekali-sekali Altar tertawa kecil.
"Sayang, udah," ujar Altar.
Aisha membuka matanya, dan menatap ke arah suaminya.
Aisha merentangkan tangannya, ke arah Altar. " Gendong dong, mas pacar," seru Aisha.
Altar tersenyum, lalu menghampiri istrinya. Altar menggendong Aisha, ala bayi koala. "Pacar aku ini, kok ringan banget? Makan sehari berapa kali hem?" tanya Altar.
"Cuman dua kali, pagi sama malam," jawab Aisha.
"Besok dan seterusnya, kamu harus makan empat kali sehari!" pinta Altar.
Aisha tidak membantah, dia hanya manggut-manggut.
"Paket hoodie ini dulu." Altar mendudukan, Aisha di sofa, dan memakai'kan hoodie tebal pada istrinya. "angin malam gak baik," lanjut Altar.
Aisha tersenyum. "Makasih sayang," ujar Aisha. Sehingga membuat Altar membeku, kakinya seakan kaku, mendengar Aisha memanggilnya dengan kata sayang.
"Kakak sakit? Kok wajah kakak pucat," kata Aisha, memegang pipi Altar. "Gak usah deh ngedate, kayanya kakak lagi sakit."
...****************...
__ADS_1