Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Badboy Suamiku •Chapter 87•


__ADS_3

Aisha sedang membereskan kamar, yang sempat dia tinggalkan tadi.


"Kak Altar, jorok banget masa ini di simpan sembarangan," gerutu Aisha, mengambil bokser suaminya yang terletak di kasur.


Altar yang baru saja keluar dari kamar mandi, langsung mendekati istrinya.


Altar menarik tangan mungil itu, sehingga tubuh istrinya jatuh di pangkuannya.


Altar sedikit meringis lalu tersenyum seakan tidak terjadi apa-apa padanya.


"Awas kak Altar, Ais mau beresin kamar dulu, terus nyuci pakaian, " ujar Aisha.


Altar berdehem, lalu menyembunyikan wajahnya di tengkuk leher sang istri, tangannya memegang pinggang ramping tersebut.


"Kalau kakak pindah, kamu jatuh dong!" cerca Altar. "Kamu gak usah nyuci pakainnya, biar kakak aja, kamu duduk cantik aja," sambung lelaki itu.


Aisha mendongek ke samping, dan mencium pipi suaminya. "Gak akan, bersih," ragunya.


"Cih, kakak itu mantan anak asrama jadi sering nyuci baju sendiri sampai bersih tau!" protes Altar.


Aisha mengejapkan matanya, lalu merubah gaya duduknya di atas pangkuan sang suami.


"Masa, sih? Terua itu bokser kakak kenapa di taroh sembarangan?" tanyanya Aisha tidak percaya dengan ucapan suaminya.


"Itu kakak gak nyimpan sembarangan, kakak tadi milih bokser tapi sayangnya, kakak gak nemuin bokser boboboy kakak," kata Altar.


"Aisha sembunyiin, Ais gak suka kakak make bokser itu!" celetuk Aisha.


"Tapi, kenapa?" tanya Altar, seraya melemaskan badannya.


"Soalnya, kakak gak mau perutnya Ais coret-coret pake spidol," jawab Aisha tanpa beban.


Altar hanya bisa pasrah. "Yaudah coret-coret aja, tapi bokser kakak harus di balikin ya!" pintanya.


Aisha hanya mengangguk. "Tapi sayangnya, sekarang Ais udah gak mau lagi," jawabnya sambil memencet perut suaminya.

__ADS_1


"Alhamdulillah," kata Altar dalam hati.


Namun sayang sekali, ke inginan istrinya lebih di luar nalar kali ini.


"Ha, yakali kakak pake perwarna itu di tangan kakak, kamu bercandakan!" keluh Altar.


Aisha menggeleng, membuat Altar berteriak dalam hati.


"Tidak..."


Aisha turun dari pangkuan suaminya lalu mengambil kutek yang bermerek Inglot halal untuk di pakai.


"Sini, tangan kakak!" pinta Aisha menarik tangan Altar, Altar menarik tangannya juga sehingga mendapatkan polotan dari sang istri, seketika nyali lelaki itu menciut.


Altar pun dengan pasrah memberikan tangannya untuk di coret-coret alah perempuan.


"Sayang, perut aja yang di coret-coret," tegurnya.


Aisha menggeleng. "Gak mau!"


"Bisa kok, hilang sendiri," jawabnya.


"Besok hilang?" tanya Altar lagi namun kali ini Aisha menaikan bahunya.


Altar seketika melemas, dia akan mencari alasan agar tidak mengadiri pertemuan besok.


"Cantik 'kan, kuku kakak," kata Aisha, saat selesai mengias tangan suaminya.


Altar hanya mengangguk pasrah menatap tangannya.


Aisha memeluk suaminya, kutek itu dia oleskan di hidung sang suami.


Aisha tertawa kecil. "Kakak memang benar, mirip kucing kecil yang lucu," gemes Aisha mencium pipi suaminya.


Altar tersenyum lalu membalas ciuman istrinya sehingga kutek yang belum kering, tertempel di pipi sang istri.

__ADS_1


Altar maupun Aisha terkekeh.


"Sayang," rengek Altar.


"Kenapa, sayang," jawab Aisha, membuat Altar melemas seketika.


Aisha menutup mulutnya saat menyadari apa yang barusan dia katakan.


"Aku, pingsan nih!" izin Altar.


Aisha mencium semua inti suaminya membuat badan Altar tak seimbang dan terjatuh, tertidur di kasur dengan Aisha di atasnya.


Altar tersenyum nakal, merubah posisi, dirinya yang di atas.


Aisha menutup matanya, takut banget handuk yang di pakai Altar kebuka.


Altar terkekeh.


"Cantik banget," pujinya memandang wajah istrinya.


Aisha menahan nafas lalu membuangnya, bahkan Altar merasakan hembusan nafas istrinya.


Lelaki itu menggesengkan hidungnya dengan hidung sang istri.


Altar yang gemass menggigit hidung mancung tersebut.


Aisha mendengus, lalu mengelus hidungnya yang terasa sakit.


"Merah gak?" tanyanya.


Altar mengangguk, Aisha pun mengerucut bibirnya sehingga Altar langsung menciumnya.


"Sayang," kode Altar menaikan alisnya.


Aisha yang paham kode Altar, hanya mengangguk pasrah.

__ADS_1


__ADS_2