
Setelah selesai penyidangan kedua, akhirnya pelaku dipenjara seumur hidup. Satu bulan kemudiannya, sesuai janji mereka semua. Bahwa Atlanta dan Leana segera menikah.
Mereka mengadakan pernikahan hanya pernikahan kecil-kecilan, karena itu kemauan keduanya. Toh, mau pun besar atau kecil, tetap saja pernikahan tetap sah.
Atlanta tidak pernah membayangkan bahwa dia akan menikahi gadis yang dulu sangat dia cintai, tapi sekarang gadis yang sangat dia benci. Semakin hari dia melihat wajah Leana, semakin juha bertambah rasa bencinya terhadap gadis tersebut.
Begitu pun yang dirasakan Leana, tidak habis pikir jika dia akan menikah dengan laki-laki yang sangat dia cintai, dia kira bahwa dirinya dan Atlanta tidak akan bersama lagi, karena begitu lama berpisah.
Dengan satu tarikan napas, Atlanta berhasil mengucapkan ijab kabul dengan lancar. Bertanda keduanya sudah san menjadi pasangan suami dan istri. Mau di agama maupun di hukum.
Leana disuruh intuk mencium punggung tangan Atlanta yang sudah sah menjadi suaminya. Dengan ragu pun Leana mencium punggung tangan laki-laki itu.
"Geliran kamu Atlanta, cium pucuk kepala istrimu," perintah sang tante membuat Atlanta menurut saja.
Atlanta memegang kepala Leana, dan meninggal kecupan singkat di kening sang istri. Leana pun refleks menutup matanya.
__ADS_1
"Akhirnya, Cila pasti sudah bahagia di sana. Permintaanya sudah terhujutkan," ucap bunda Karen mendekati menantunya dan memeluknya dengan erat. Leana pun membalasnya.
"Makasih iya, Leana. Kamu sudah bersedia mengikuti permintaa terakhir Cila, kamu sangat baik nak," ucap bunda Karen menintihkan air matanya. Dia melepaskam pelukannya.
Bunda Karen mencium pipi Leana, Leana pun tersenyum dan membalasnya. Leana tidak pernah berpikirkan jika dia menikah dengan Atlanta entah apa yang akan terjadi dalam rumah tangga mereka. Yang dia pikirkan hanya untuk memenuhi keingin terakhir Cila.
Wanita itu beralih ke pelukan putranya, Atlanta pun membalas pelukan hanget bundanya. Bunda Karen sudah sedikit demi sedikit tidak menyibukan dirinya.
"Jaga istrimu iya, Atlan. Sekarang Leana sudah sepenuhnya tanggung jawabmu," peringat bunda Karen membuat Atlanta menganggukan kepalanya.
Walaupun pernikahn hanya sederhana, hanya mengundang sedikit tamu, tapi acaranya terlihat rame karena kedatangan teman- teman Altar dan Atlanta.
"Selamat, bro," ucap Mahesa memeluk Atlanta memberi selamat kepada wakil mereka.
Atlanta menganggukan kepalanya, seraya menepuk pundak Mahesa.
__ADS_1
"Cepat nyusul," ucap Atlan menyindir membuat Mahesa mencebik.
Setelah teman-teman Atlanta, kini pada teman Altar yang memberikan selamat pada Atlanta.
"Halo WhatsApp," sapa Evan dan Vier memeluk Atlanta.
"Gue kira lo bakal jomblo, tahu-tahunya langsung nikah. Untung aja, gue kira lo gay," tuduh Cakra ikut memberi selamat. "Selamat bro, di tunggu dedek gemoynya," lanjut Cakra membuat Leana yang berada disamping Atlanta menahan malu.
"Mau gue kasih tutor gak, supaya cepat dapat kecebong?" tanya Vier.
"Dahlah, pembahasan kalian ini parno. Cobalah harga sekali-kali diriku yang masih betah mengjomblo ini," ucap Evan.
Vier dan Kendra menepuk pundak Evan, Evan pun heran di buat mereka berdua.
"Tenang bosku, lo gak sendirian kok kan masih ada Cakra," ucap mereka berdua.
__ADS_1
Cakra yang disebut namanya malah menyengir. Memang di antars kelima bersahabat tersebut, hanya Evan dan Cakra yang belum mendapatkan jodoh.