Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Kekonyolan ketua Aodra •Chapter 67•


__ADS_3

Setelah Altar menidurkan Aisha. Altar Berniat akan ke markas geng motornya, dimana dia sudah hampir lama tidak mengunjinginya.


Dengan pelan-pelan dia mengeluarkan motornya dari garisi lalu mendorongnya keluar pagar agar tidak menggangu istrinya dan yang lain.


Altar menghela nafas, memakai helmnya dan segera melajukan motor sportnya pergi.


Beberapa saat kemudian dia sudah berada di markas.


"Wah, baru datang bos, gue kira mau di jual nih markas," sahut salah satu anggota.


"Gue sibuk, baru ada waktu ini," jawab Altar duduk.


"Sibuk unboxing, ibu ketua," ujar Cakra dan Kendra secara bersamaan.


Kedua orang itu mendapatkan tatapan maut dari Altar membuat Kendra dan Cakra meringis.


"Gimana, mau bahas apa?" tanya Altar. Sebenarnya dia tidak ingin ke markas namun disuruh karena ada keperluan yang penting untuk di bahas, mau tak mau Altar harus datang dan meninggalkan istrinya yang di rumah sedang sakit.


"Tentang hasil uang balap lo, kita-kita gak mungkin membaginya pada anak di luar sana yang butuh makan, tanpa ada lo bos,"ujar marwel.


Marwel di angkat sebagai bendahara di Aodra karena pintar menamun dan menghitung.


Altar memijat keningnya. "cuman masalah gini yang penting untuk di bicarakan? Kan bisa lewat pesan aja!" ngegas Altar.


"Astaga bos, kita juga mau bos yang ngatur," ujar anggota lainnya.


"Yaudah-yayea, gimana? Gue ngikut lo pada aja," celetuk Altar.


Marwel pun menjelaskannya.


"Ok, kalian udah setuju?" tanya Altar, dan hanya di angguki oleh mereka.

__ADS_1


"Yaudah, gue cabut," pamit Altar memakai jaketnya, saat ingin beranjak pergi Vier memegang tangannya.


"Lo tinggal dulu napa? Bu ketua pasti udah tidur, gak akan nyari lo, gue mau ngomong sesuatu juga penting," cegah Vier.


Altar menghela nafas. Terpaksa dia harus tinggal beberapa waktu dulu di markas lalu pulang, dia juga tidak ingin mengecewakan teman geng motornya.


mereka saling tos gelas alkohol sama yang lain.


"Aodra tetap jaya!" teriak mereka secara bersama sambil meneguk minuman ber alkohol.


"Jaya," sahut Altar malas.


Tanpa sadar Altar terus menambah minumnya. Sehingga membuat keempat temannya kelalahan mencegahnya.


"Udah Tar, astaga," cegah Cakra, menaro kembali segelas minuman di meja.


"Antar dia pulang!" pinta Kendra, memampah Altar.


"Pake mobil Marwel aja," sahut Evan.


Altar menepis tangan Evan dan Kendra yang sedang memampahnya. "Gue bisa pulang sendiri anjir," ujarnya, dengan oleng dia mendekati motornya.


Altar melajukan motornya, tidak lupa ber dadah kepada keempat temannya.


Mereka berempat menepuk jidat dan cepat-cepat membuntuki Altar dari belakang menggunakan mobil Marwel.


"Astaga itu anak, yang nyuruh dia minum Alkohol siapa sih anjir? Udah tau anaknya ego-ego alias mengeluarkan sifat aslinya kalau mabuk," ujar Evan ngegas.


"Kita gak perhatiin, dan lupa kalau dia ada ke lainan," jawab Cakra.


"Jangan sampai dia di tilang polisi karena mengendarai tanpa menggunakan baju," celetuk Vier, menggigit kuku jarinya, merasa cemas pada ketuanya sekaligus sahabatnya.

__ADS_1


"Mau pamer roti jepang dia," jawab Cakra.


Tiba-tiba Altar berhenti di tempat sepi, lelaki itu turun dari motor, temannya ada menggerit bingung.


keempat temannya melotot melihat Altar membaringkan tubuhnya di aspal.


Mereka berempat malah ketawa tidak lupa merekam tingkah konyol ketuanya.


"Bukan teman gue," ujar Evan, memegang perutnya yang terasa sakit, kebanyakan ketawa.


"Di luar perediksi Nayla," timpal Cakra.


"Cepuin ke bu ketua weh," pinta Vier, ngakak kencang melihat Altar yang tidur di tengah jalanan alah odgj.


Waktu sudah agak malam jadi gak ada pengendara lain yang melihatnya cuman ada empat manusia sontoloyo.


"Udah, ayo angkat ke mobil," pinta Kendra menghapus air matanya.


Mereka pun dengan bersama mengangkat tubuh Altar ke dalam mobil. Vier yang akan membawa motor Altar.


Sesampainya mereka di rumah Altar.


Vier membunyikan bel dengan terus-menerus, sehingga mendapatkan tampolan temannya.


Beberapa saat terdengar suara dari dalam rumah, bertanda akan ada yang membuka,'kan pintu.


Ceklek!


pintu terbuka dan terlihat lah Aisha dengan muka bantalnya.


Aisha yang tadinya susah membuka matanya, seketika membulat sempurna melihat kondisi suaminya yang sangat berantakan dan kacau, rambut acak-acakan terlebih lagi tidak memakai atasan.

__ADS_1


__ADS_2