
Atlanta dan juga kedua temannya kini sudah bersiap untuk menuju bandara menghunakan taksi, mana mungkin mereka menggunakan motor, lalu di mana akan mereka simpan motor itu nanti.
"Lo tahukan dia di mana?" tanya Atlanta membuat mereka berdua menganggukan kepalanya. "Kalau lo pada cuma ngomong doang, lihat saja."
Davin dan Dito langsung menggelengkan kepalanya. Lalu menatap ke depan, lebih tepatnya menatap jalanan.
Seampainya mereka di bandara. Atlanta membayar taksi yang mereka tumpangi lalu berjalan masuk di bandara untuk menungu penerbangan tiba.
Singkat cerita mereka bertiga sudah sampai di jepang, negara di mana mereka akan mencari keberadaan Mahesa yang kabur menghindar dari Atlanta. Astaga sangat pengecut kata Atlanta mah.
Sebelum mencari Mahesa, mereka beristirahat di sebuah hotel dahulu, karena perjalanan Jakarta-Tokyo sangat lama.
"Satu kamar aja cuy buat irit duit," ucap Dito saat Atlanta ingin memesan tiga kamar.
"Iya, Ta. Walaupun banyak duit harus hematlah, kita enggak selamanya kaya," setuju Davin membuat Atlanta menghela napas panjang lalu menganggukan kepalanya.
Mereja pun menuju kamar yang telah dipesan. Davin langsung merebahkan badannya ke kasur empuk. Badannya seakan remuk-remuk akan perjalanan, apalagi dia suka muntah jika naik pesawat ataupun mobil.
"Minum obat dulu, bro." Dito memberinsn sebutir obat kepada Davin agar sakit kepalanya berkurang.
__ADS_1
Davin meraih sebutir obat tersebut lalu menelannya membuat Atlanta yang melihatnya meringis. Bisa-bisanya Davin bisa menelan obat tanpa dihancurkan? Kalau dia yang berada diposisi Davin sudah muntah-muntah.
Atlanta memilih untuk sambungan video dengan sang istri untuk mengabari jika dia sudah tiba di tempat.
"Assalamualaikum," ucap Atlanta melambaikan tangannya kepada sang istri diseberang sana. "Pakai hijabnya dulu, sayang."
Leana yang disuruh pakai hijab oleh Atlanta, langsung bangun dari tidurnya lalu memakai kerudung langsung miliknya. Barulah Leana menjawab salam Atlanta.
"Kamu baru sampai di sana atau gimana?" tanya Leana.
"Baru sampai, ini baru sampai di kamar." Atlanta mengode temannya untuk ngumpet.
Dito menarik tubuh Davin yang tepat di atas ranjang untuk bersembunyi saat kamera Atlanta mengambil seisi kamar.
"Pasti dong, kan udah diperingati tadi. Ini baru mau makan, tapi hubungin kamu dulu buat ngasih kabar jika aku sudah sampai di sini," ucap Atlanta.
"Udah deh kalau gitu, kamu makan dulu. Aku matiin iya, bye-bye." Di seberang sana Leana melambaikan tangannya membuat Atlanta tersenyum lalu membalasnya.
Setelah pasangan suami istri tersebut telah selesai telfonan, Davin dan Dito memperlihatkan dirinya. Davin pun kembali tepar ke ranjang.
__ADS_1
"Lo mau telfonan aja, mau kami berbuat sesuatu dulu anjir," pekik Dito ngos-ngosan. Gimana tidak? Dia di tidih Devon yang oleng parah.
"Gue udah pesan makanan, tinggal tunggu aja." Sebenarnya Atlanta marah dengan kedua sahabatnya itu. Namun, kalau tak ada mereka dia tidak akan bertemu dengan Mahesa.
Saat makanan datang, mereka pun makan bersama setelahnya mandi dengan bergeliran. Setelah itu, mereka keluar untuk mencari Mahesa, karena perintah Atlanta.
Padahal kedua sahabatnya masih lelah, dan masih ingin untuk beristirahat, tetapi Atlanta masih memilih untuk pergi mencari Mahesa. Akhirnya mereka mengikut kemana pun Atlanta pergi.
"Gue tahu di mana keluarga Mahesa tinggal, semoga saja dia ada di sana," sahut Dito.
Ketiganya pun ke rumah di mana keluarga Mahesa tinggal. Pertamanya Atlanta tak masuk hanya kedua temannya, supaya Mahesa tidak bisa mengelak dan kabur jika melihatnya.
Ting-tong!
Dito mengetuk tersebut, tak berselang lama pintu terbuka dan memperlihatkan seorang wanita paruh baya persis seperti orang Jepang. Mungkin benar, jika Mahesa keturunan Jepang-indonesia, karena mukanya campuran, dan tampan juga.
"Siapa, iya?" tanya seorang tersebut membuat Dito dan Davin saling memandang ternyata orang tersebut tahu bahasa Indonesia.
"Oh kami, kami orang dari Indonesia," jawab Davin tak masuk akal membuat mendapatkannya tampolan dari Dito.
__ADS_1
"Saya tahu kalian dari Indonesia, maksudnya kalian cari siapa?" tanya orang tersebut.
"Mommy," teriak seseorang dari dalam membuat mereka semua menoleh ke dalam.