Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Cemburu~ •Chapter 42•


__ADS_3

Aisha dan di ikutii oleh kedua temannya, menoleh ke arah seseorang, yang menutupi belakangnya menggunakan jaket.


Alma maupun Kiara, tidak bisa berkedip sama sekali, melihat ke tampanan orang itu.


"Makasih kak,"ujar Aisha tersenyum, lalu membuang pandangannya.


"Sama-sama," balas pria itu, membalas senyuman Aisha.


Aisha menoleh ke arah kedua temannya yang, menatap pria itu penuh kagum.


"Alma, Kiara," panggil Aisha, membuat kedua temannya tersadar.


"Astaghfirullah, kebablasan Sha. Ganteng banget sih, makanya ngiler pengen ngajakin ke kua," timpal Alma. Sehingga mendapatkan pukulan dari Kiara, dan Aisha.


Pria itu hanya tersenyum. Membuat lesung pipinya terlihat, membuat Kiara dan Alma makin gila.


"Kak, jangan senyum kak, saya biasa diabetes," sahut Kiara.


"Hahahah, kalian ini, bisa aja," ujar pria itu. Lagi dan lagi. Kiara maupun Alma, memegang dadanya.


Aisha yang melihat itu, hanya mencibikkan bibirnya. Menurutnya terlihat konyol.


"Tapi kak jaketnya, gimana?" tanya Aisha.


"Gak usah, ambil aja," jawab pria itu.

__ADS_1


"Minta nomor ponsel kakak deh, nanti kalau jaketnya sudah aku cuci, bakal aku balikin," ujar Aisha. Dia pikir, jaket itu sangat berharga. Dari gambar di belakang jaket, dan nama yang tertarah di sana, sudah jelas jaket pria itu sangat berharga. Aisha yakin, pria yang dia tidak tau namanya, seorang anak geng motor, seperti Altar.


"Iyaudah, sini ponsel milik lo," pinta pria asing tersebut. Aisha pun memberikan ponselnya. Dan beberapa saat, sudah di kebalikan lagi.


"Nama gue, Atlanta!" kata pria, yang bernama Atlanta.


Pria itu, pergi dari sana, meninggalkan Aisha dan ke dua temannya. Yang terus saja menatap Atlanta, dengan kagum.


"Astaghfirullah, kalian berdua benar-benar, iya!" cibir Aisha, tidak habis pikir pada kedua temannya.


Sedangkan di sisi lain. Ada yang panas, namun tidak gosong. Siapa lagi kalau bukan Altar, yang melihat istrinya di pakein jaket oleh pria lain.


Pengen marah, tidak bisa. Dia mau marah ke siapa? Ke pria tadi? Ke Aisha? Tidak mungkin. Namun saat ini ia, benar-benar pengen ngambek kepada istrinya itu.


"Kak Altar," panggil seseorang, yang tidak lain adalah Aisha.


Dia turun dari motor, lalu menarik jaket milik pria tadi, dan menggantikan dengan jaketnya, untuk menghalangi kemerahan Aisha.


Aisha tersenyum. Dia sangat tau, bahwa saat ini suaminya itu, sedang cemburu. Sangat terlihat dari wajahnya yang murung.


Namun Aisha memilih diam.


*************


"Kak Altar, kok cuman diam sih?" tanya Aisha. Di saat sudah selesai sholat isya, dan mengajari suaminya mengaji. Respon Altar sangat beda kali ini, sangat singkat. Biasanya dia akan bertanya-tanya, mengenai tentang agama Islam.

__ADS_1


"Pengen diam aja!" Jawab Altar singkat. Dia menuju ranjang, dan merebahkan badannya.


"Kak Altar, Ais, punya salah sama kakak?" tanya Aisha. Ikut menaiki ranjang, dan memeluk lengan Altar dari belakang.


Altar menggeleng. "Gak ada!" jawab Altar, seadanya.


Altar, ingin istrinya sendiri, yang menyadari penyebab, dia bisa seperti ini. Namun sedari tadi Aisha belum saja menyadarinya, sangat tidak peka.


"Ais minta maaf kak Altar. kakak marah, soal yang tadi itu? Di Supermarket?" tanya Aisha. "Dia, kan cuman mau nolongin Ais doang, masa kakak marah sih?"


Aisha menggoyang goyangkan lengan Altar. Berharap Altar berbalik kepadanya. "Kak Altar, beneran gak mau, maafin Ais?" tanya Aisha lagi. Namun hasilnya tetap sama, tidak ada respon.


Padahal Altar saat ini, sedang tersenyum. Entah dia tidak bisa berlama lama ngambek pada istrinya.


"Arkkk." Altar berteriak. Di saat Aisha menggigit lengannya.


Altar langsung beranjak bangun, dan menunjukkan wajah asemnya pada Aisha. "Sakit tau!" aduh Altar, mengusap-usap lengan, yang di gigit oleh Aisha.


"Siapa suruh, gak mau maafin Ais!" ketus Aisha.


"Sakit banget?" tanya Aisha, mengubah sikapnya menjadi lembut. "Maaf ya, kak!"


Aisha membantu suaminya, mengusap lengan yang sudah dia gigit.


Bukannya marah, Altar malah makin di buat gila dengan kelucuan Aisha, yang fokus mengusap lengannya.

__ADS_1


...----------------...



__ADS_2