Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Takdie Cinta Atlanta~ part 44


__ADS_3

Mommy Mahesa atau yang bernama Dinda adalah teman baik bunda Karen dahulu. Bahkan, keduanya sudah seperti saudara, tapi di suatu insiden membuat mereka menjauh dan Dinda menaroh dendam kepada Karen, entah apa yang terjadi.


"Apa kamu akan terkejut akan bertemu denganku sahabat?" tanya Dinda menatap foto dirinya dan Karen.


"Kamu baik, tapi kamu pembunuh. Kamu membunuh daddynya Mahesa, aku benci denganmu Karen,"teriak Dinda merobek foto tersebut.


Andai kalian tahu, mommynya Mahesa adalah orang yang baik serta ceria. Namun, semenjak suaminya meninggal saat bertugas, dan dia memohon kepada sahabatnya yaitu bundanya Atlanta untuk menyelamatkan suaminya yang merupakan TNI.


Hati Dinda hancur saat mendengar kabar jika sang suami meninggal saat tengah menunggu untuk ditangani , tidak ada dokter yang ingin menanganinya, karena mereka menunggu Karen datang. Andai saja Karen datang tepat waktu, mungkin daddynya Mahesa masih bisa selamat. Daddy Mahesa atau Haga ada seorang TNi yang gugur dalam peperangan.


"Aku membencimu Karen, karenamu mas Haga pergi. Dia pergi karenamu, andai saja kau datang cepat waktu, mungkin kami masih hidup bahagia dengan anak kami, Mahesa."


Mahesa setelah mendapatkan maaf dari Leana langsung kembali ke jepang. Mana mungkin dia meninggal sang mommy sendirian di negara lain?


"Mommy," panggil Mahesa langsung membawa mommynya d

__ADS_1


ke dalam pelukan.


"Dia penjahat, Hesa. Dia membunuh daddymu, dia jahatkan? Dia bilang dia adalah teman baikku, tapi nyatakan dia malah membunuh orang yang mommy cintai."


Mahesa memejamkan matanya dan mencoba menenangkan mommynya. Sudah berapa kali dia jelaskan kepada sang mommy, bahwa ini semua atas takdir Allah tidak ada sangkutan pun kepada bundanya Atlanta.


Mungkin memang ajal daddynya yang datang cepat mungkin bunda Karen yang datang terlambat untuk menyelamatkannya, dokter pun tidak bisa apa-apa jika maha pencipta sudah berkehendak.


Namun, mommy tersebut tidak pernah ingin mendengarkan perkataannya, dan masih berusaha untuk membalas dendam kepada bunda Karen.


"Tidak! Itu tidak adil, belum adil. Mereka hanya kehilangan bayi yang mereka belum lihat lahir di bumi ini. Rasa sakitnya masih bisa di atasi, tapi rasa sakit mommy? Tidak Mahesa."


"Mommy sadar, mommy sudah juga membunuh adiknya Atlanta. Mahesa tahu kalau mommy menyuruj seseorang untuk menabrak Cila kan? Perbuatan mommy sudah dua kali lipat dengan apa yang dilakukan oleh tante Karen."


"Kalau ini sampai ke polisian mommy bisa ditangkap mommy, dan Mahesa tidak mau itu."

__ADS_1


"Mahesa, apa kamu akan merahasiakan ini semuakan, nak?" tanya mommy Dinda mmerhang kedua pipi putranya.


"Aku tidak janji kepada mommy, jika mommy masih ingin berniat untuk balas dendam, mungkin mau tidak mau Mahesa tidak segan-segan untuk melaporkan mommy ke pihak berwajib, walaupun mommy adalah ibu Mahesa, tapi hukuman tetaplah hukuman!"


"Tapi Mahesa..."


"Mahesa mohon, mom. Mahesa tidak ingin hubunganku dengan Atlanta dan juga Leana rusak, aku sudah mengorbankan diriku demi membantu mommy. Mereka sudah berpikir jika aku orang yang sangat kejam, bahkan Leana yang sudah Hesa anggap sebagai adik Hesa sudah membenci Hesa."


"Mommy tahu? Mommy bisa merusak masa depanku, karena gelap mata mommy dapat membuat orang-orang akan membenciku," jelas Mahesa panjang lebar.


"Serah kamu Mahesa, kamu terus saja membela pembunuh itu, kamu sayang daddymu atau dia? Tujuan utamamu untuk dekat dengan Atlanta apa? Kenapa kamu malah menjadi seperti ini, terjebak busukan oleh keluarga pembunuh." Mommy Dinda beranjak ke kamarnya.


Mahesa menghela napas panjang. Gimana dia bisa membujuk dan menyadarkan mommynya?


Laki-laki tersebut mengacak rambut furstasi, dia tak tahu harus melakukan apa lagi. Di lain sisi ada mommy di lain sisi ada sajabarnya yaitu Atlanta.

__ADS_1


Memang niat awalnya mendekati Atlanta untuk balas dendam, tapi perlahan dia bisa membedakan yang benar dan yang salah. Dan menurutnya mommynya lah yang salah di sini.


__ADS_2