Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
Berkunjung ke pesantren Ulumul Islam. [Chapter 36 ]


__ADS_3

"Ingat jangan buat onar," peringat Altar pada keempat temannya. Membuat keempat temannya hanya mengangguk.


"Ayo!" ajak Aisha.


Mereka pun masuk kedalam pesantren yang begitu luas. Disana sudah sangat sunyi mungkin santriwan maupun santriwati sudah berada di kamar masing masing.


"Kak Ais, " ujar seorang santriwati yang baru keluar dari, mesjid.


"Tukan beberapa kali di bilang, jangan di panggil kakak!" timpal Aisha. "Umur kita cuman beberapa bulan loh, panggil Aisha aja iya!" pinta Aisha, dan hanya di angguki oleh Harumi.


"Kenalin mereka berempat teman suami aku," ujar Aisha memberi tau Harumi.


Hanya Harumi dan santriwati lainnya, maupun santriwan yang sudah di anggap senior yang tau tentang pernikahan Altar dan Aisha.


Vier, Kendra dan Evan saling merebutkan untuk duluan berkenalan oleh Harumi. Bahkan mereka saling mendorong.


"Gue dulu!" bisik Evan mendorong kesamping badan Vier agar menghindar.


"Gue dulu!" timpal Kendra.


"Kenalin gue Cakra," ujar Cakra tersenyum. Membuat Harumi membalas senyumannya sekilas lalu, menjatuhkan pandangannya dia tidak ingin terlalu berlama lama memandang seseorang yang bukan mahromnya.


"Harumi," balas Harumi.

__ADS_1


"Diam!" bentak Altar, pada ketiga sahabatnya yang terus saja bertengkar.


Mereka pun diam dan berurutan mengenalkan nama pada Harumi. Harumi merupakan teman yang sering Aisha ajak kemana mana disaat masih di pesantren itu.


"Halo gue Vier." Vier mengulurkan tangannya ke depan, namun Harumi tidak membalasnya. Hanya menepukkan kedua tangannya keatas.


"Harumi, maaf saya tidak bisa membalas uluran tangan kakak, kakak bukan mahrom saya," ujar Harumi menjatuhkan pandangannya, ke bawah.


Vier hanya manggut manggut. " Ok gapapa, bukan lo yang salah tapi gue yang tidak tau," balas Vier tersenyum.


"Baik."Harumi hanya mengangguk. "Ka- Ais, maksudnya Ais, dan kak Altar serta keempat temannya, kalau gitu Harumi izin pamit, ke kamar iya," pamit harumi dengan sopan, dan pergi dari sana setelah mendapat anggukan dari Aisha dan Altar.


"Bikin malu," cibir Altar, pada keempat sahabatnya.


"Wah, pesantrennya luas,"puji Evan. Mereka juga mendengar dengar pesantren itu terkenal dikalangan kota di karena ilmu ataupun fakualitasnya terjamin pada anak anak santriwan maupun santriwati disana.


"Gue gak benar-benar, gak nyangka bisa masuk dipesantren ini," tambah Vier, sama memuji pesantren yang di miliki oleh abi Aisha itu.


"Nama pesantrennya apa tadi?" tanya Cakra pada teman temannya. Dia tidak asing dengan nama pesantren ini dari dulu. Memang terkenal jadi Cakra merasa tidak asing. Tetapi rasa asingnya ini beda, hanya Cakra yang tau.


"Ulumul Islam," jawab Evan.


Cakra hanya mengangguk. Mereka pun sampai, di rumah pribadi Kiayi Nando.

__ADS_1


Bangunan pesantrenya, benar benar tidak mengecewakan. Pantas saja terkenal, sangat lah bukan kaleng-kaleng.


Namun begitu Aisha tidak pernah menyombongkan diri pada seseorang, tentang status dirinya, atau pun keluarganya. Dia tetap bersikap sederhana di depan orang orang.


"Asslamualaikum," ujar Aisha saat sudah berada di ambak pintu.


"Walaikumsallam, eh ning Ais," ujar salah satu Ndalem disana yang bernama Mbak Karla. "Masuk ning."


"Ada gus Altar juga dan teman temannya," tambah Mbak Karla melihat Altar.


"Anjir, Altar menjadi gus," bisik Evan.


"Jangan panggil gus Mbak, aku bukan seorang gus," sahut Altar.


"Tapi gus Altar, sudah menikah dengan ning Ais, jadi saya harus memanggil anda, dengan sebutan gus," timpal Mbak Karla.


"Gausah Mbak, tetap saja, saya tidak bisa mengambil julukan sebagai gus," tolak Altar lalu tersenyum. Mbak Karla pun hanya menghela nafas lalu mengangguk.


"Umah, abi dan bang Rigel, dimana Mbak?" tanya Aisha, di saat tidak melihat ketiga orang tersayang nya.


Mbak Karla nampak diam sejenak. Dan tersentak seketika disaat Aisha berbicara kembali. " Kemana Mbak?" tanya Aisha.


"It- itu anu, mereka sedang keluar kota ning, emang ning Ais ga diberi tau?" tanya Karla berdusta.

__ADS_1


Aisha hanya menggelengkan kepalanya.


__ADS_2