Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Takdir Cinta Atlanta~ Part 34


__ADS_3

Mahesa lupa jika di rumah sakit tersebut tempat bunda Karen berkerja. Saking paniknya tidak memikirkan itu, andai saja di rumah sakit lain tidak akan jadi seperti ini.


"Mahesa," panggil seseorang membuat Mahesa menoleh. Ternyata orang tersebut adalah Atlanta, Dito dan Davin.


Atlanta di telfon oleh salah satu suster jika di suruh ke sana oleh bundanya. Atlanta pun langsung saja menuju rumah sakit bersama dengan kedua temannya.


"Lo ngapain di sini?" tanya Dito.


Raut wajah Mahesa seketika terlihat panik melihat mereka bertiga. Mahesa menggeleng.


"Itu-"


Ucapan Mahesa terhenti kalah ruangan terbuka. Bunda Karen keluar dari ruangan tersebut.


"Bunda siapa yang berada di dalam sana?" tanya Atlanta.


"Leana, Lan." Bunda Karen menghela napas panjang. "Istrimu dibawa kemari oleh Mahesa dengan keadaan pendarahan, dan... dia keguguran, Ta. Bayi yang dia kandung sudah tak ada lagi."


Atlanta yang mendengar tersebut seketika melemahkan badannya. Tidak mungkin istrinya ke guguran, dan anaknya sudah tiada. Baru saja dia bahagia akan mempunyai hati, kenapa kebahagiaan itu cepat sekali dirampas?


Laki-laki tersebut langsung berlari masuk ke dalam ruangan tersebut. Atlanta menatap istrinya yang tertidur di brankar. Air matanya langsung jatuh.


"Leana, sayang," lirih Atlanta mendekati istrinya dan mengenggam jemari lentik Leana.

__ADS_1


Terdapat memer di wajah istrinya membuat hari Atlanta sakit, karena tak bisa menjaga Leana.


"Maaf, sayang. Aku terlambat, aku enggak becus jadi suami. Anak kita pergi. Na, dia diambil kembali oleh Allah."


Air mata Atlanta mengenai pipi Leana membuat wanita berwajah pucat itu membuka matanya.


"At-lanta." Air mata Leana jatuh saat melihat suaminya, hal tersebut mampu membuat Atlanta semakin sakit hati melihatnya.


"Atlan, katakan bahwa anak kita baik-baik sajakan?" tanya Leana mencoba tersenyum, dan meraba perutnya. "Dia anak kita Atlan, dia kuat."


Atlanta mencoba menahan air matanya. Dia membalikan wajahnya ke arah lain, sambil memejamkan mata tak mampu menatap istrinya.


"Atlanta, katakan apa yang terjadi."


"Atlanta, katakan anak kita masih ada," pinta Leana tapi Atlanta masih terdiam.


"Anak kita sudah tak ada, Na. Dia diambil kembali oleh maha pencipta."


Seseorang masuk ke dalam ruangan membuat kedua suami istri itu menoleh. Leana melepaskan pelukannya dari tubuh sang suami menatap Mahesa yang masuk bersama dengan kedua temannya yang lain.


Leana membalikan wajahnya, tak ingin menatap Mahesa. Jujur rasanya sakit banget.


"Kenapa kamu menatap Mahesa seperti itu, sayang? Apa ada yang terjadi?" tanya Atlanta.

__ADS_1


Leana menggelengkan kepalanya dan kembali memeluk Atlanta.


"Atlanta suruh laki-laki itu pergi dari sini. Gara-gara dia anak kita pergi, Atlanta."


Atlanta langsung mengerutkan keningnya mendengar ucapan sang istri. Dia bingung, kenapa malah gara-gara Leana? Padahal Mahesa yang membswanya ke rumah sakit.


"Bukannya Mahesa yang menyelamatkanmu? Dia membawamu ke rumah sakit."


"TIDAK!" bentak Leana. "Dia penyebab ini semua terjadi, anakku pergi karenanya. Dia pengecut Atlan, kamu akan marah jika mengatahui akal busuk sahabatmu ini," teriak Leana menunjuk Mahesa.


Sedangkan yang ditunjuk hanya menunduk. Atlanta pun menatap sahabatnya itu sambil menherutkan keningnya belum mengerti dengan ucapan sang istri.


"Kamu belum juga mengerti?" tanya Leana. "DIA YANG MENCULIKU, Atlanta. Dia ingin membawaku pergi jauh darimu. Kamu di bohongi dengan sikap baiknya, dia tuh penjahat, penusuk teman dari belakang," ungkap Leana dengan napas tersengat-sengat.


Saat itu juga mata Atlanta lanbdung memerah dan langsung menghampiri Mahesa. Dia menarik kerah baju sahabatnya, sedangkan Mahesa hanya diam.


"Benar apa yang dikatakan, Leana?" tanya Atlanta. "JAWAB GUE, SIALAN."


Mahesa langsung menepis tangan Atlanta yang berada di kerahnya.


"Iya gue kenapa? Gue yang culik Leana, karena Leana milik gue, bukan lo," teriak Mahesa.


Bug!

__ADS_1


Atlanta langsung meninju rahang Mahesa, sehingga laki-laki tampan itu tersungkur ke sofa yang berada di dalam ruangan rawat Leana.


__ADS_2