Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Badboy Suamiku •Chapter 80•


__ADS_3

Aisha terus saja muntah, membuat Altar panik dan cemas dengan keadaan istrinya.


"Sayang, kita kerumah sakit ya!" bujuk Altar, dari tadi istrinya itu tak ingin ke rumah sakit.


Aisha menggeleng. "Gak suka bau obat-obatannya," jelas Aisha, yang masih di atas gendongan sang suami.


Altar menegok dan membelai rambut istrinya. "Yaudah kakak telfon aja ya? Dokternya di suruh ke sini," ujar Altar.


Aisha hanya berdehem.


Altar merai ponselnya di atas kasur dan mulai menelfon dokter Nadila, namun sayang sekali dokter Nadila sedan sibuk dan tidak akan sempat datang.


"Gak usah kak Altar, Ais udah gapapa, ajak Ais turun aja! Ais gak suka bau kamarnya,"jelas Aisha.


Altar seperti sedang menggendong bayi berusia dua bulan. Altar akan membawa istrinya ke bawah, tidak di dalam kamar terus-terusan.


"Bumil muda, mau makan apa?" tanya Altar, duduk di sofa.


Aisha menggeleng, tengorakannya tidak enak gak pengen makan apapun.


Gea yang melihat kebersamaan mereka mengerutuk kesal namun tetap menghampiri mereka berdua agar bisa berjarak, dia bisa membuat kakak sepupunya itu menurut padanya.


Gea hanya tidak suka dengan kedekatan Altar dan Aisha.

__ADS_1


Ternyata rencana yang tadi dia buat hanya bersifat sementara, dia kira Altar dan Aisha bakal saling marahan dengan lama dan ujung-ujungnya mereka berpisah.


"Halo," sapa Gea duduk di dekat Altar dengan cara melompat. "Lah, Aisha kenapa kak Ata?" tanya Gea.


"Mual," jawab Altar.


Mendengar suara Gea, Aisha menegok menatap suaminya, Altar yang mengerti dengan tatapan istrinya menghela nafas lalu berpindah tempat ke sofa lain.


Gea merasa bingung. "Lah, ko pindah?" tanyanya.


"Bau parfum Gea, buat Ais mual, jadi Ata pindah," dusta Altar.


"Emang Ais kenapa? Aneh banget gitu aja mau muntah kampungan banget, ini kan parfum Limited Edition," cemberut Gea.


Gea hanya mengerutuk kesal pada sepupunya itu, dia tidak sudi kasih sayang Altar terbagi oleh siapapun, gadis itu hanya ingin dirinya lah yang harus di sayang satu-satunya.


Gea hanya satu perempuan di antara persepupuan Altar, Atlanta dan dirinya, jadi dia selalu di jadikan ratu oleh para abang-abang sepupunya, di manja layaknya adik kandung, itu yang membuat Gea tidak ingin kasih sayang keduanya beralih ke pasangan masing-masing.


Atlanta dulu juga mempunyai kekasih namun karena ulah Gea, hubungan Atlanta dengan kekasihnya harus kandas karena Gea saling mengadu domba mereka.


Sampai sekarang Atlanta sangat benci dengan gadis yang pernah menjadi kekasihnya itu.


"Yaudah tidurin di atas sana, gak usah manja gitu!" ketus Gea.

__ADS_1


Gea sekali lagi mengumpat dalam hati.


"Hamil? Makin susah dong di singkirkan, malah bikin susah aja!" gerutuk Gea dalam hati.


"Jaga mulut mu, Gea," bentak Altar, sehingga membuat Gea bungkam, baru kali ini dia mendapatkan bentakan dan tatapan tajam dari Altar.


"Kok, kak Ata bentak Gea?" tanya Gea dengan wajah senduhnya.


Altar menghela nafas, dia menoleh ke arah istrinya yang sudah terlelap, mungkin karena lelah, dari tadi terus saja muntah.


"Please jangan sekarang Gea. Aisha istri Ata jadi gak masalah dong kalau dia manja?"


Gea tidak membalas ucapan Altar dia beranjak dengan wajah yang kesal menuju kamarnya.


Altar hanya menghela nafas kasar. Dia ikut beranjak akan membawa istrinya tidur, kasian kalau terus-terus bergalatungan di badannya.


Altar terkekeh, di saat membayangkan dirinya akan menjadi seorang ayah secepat itu. Sebentar lagi ada yang akan memanggilnya dengan sebutan papa atau abi nantinya.


"Jadi Papa, muda dong?" tanyanya terkekeh. "Gak sia-sia tembak dalam," ujar Altar.


Altar mengelus tangan istrinya, tiba-tiba dia tidak sengaja melihat luka di bagian Ibu jari sang istri.


Altar menatapnya dan menoleh sekilas ke arah Aisha yang terlelap. Kenapa dia baru mengatahuinya.

__ADS_1


"Lukanya masih basah," gumamnya, mengambil p3k dan mengobati luka ringan istrinya.


__ADS_2