Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Badboy Suamiku •Chapter 71•


__ADS_3

"Ini, bu ketua yang buat?" tanya Vier, duduk dan melipat kakinya di atas sofa sambil memangku setoples kue coklat.


Aisha yang baru datang, membawa nampan berisi gelas juz, mengangguk.


"Sayang, kok kamu repot-repot sih? Mereka punya kaki biarin aja ambil sendiri," ketus Altar menarik tangan Aisha untuk duduk di dekatnya.


"Mereka, tamu kita kak," ujar Aisha, memeluk tubuh Altar.


"Ekhem." Mereka berempat berdehem dengan kuat.


"Iri?" tanya Altar malah mencium kening Aisha yang ketutup kerudung.


Mereka hanya mencibikkan bibir dan melanjutkan nyemil kue.


"Lo pada pulang kek, ngapain ke sini? Gak punya rumah?" tanya Altar, sewot.


"Gabut aja," jawab mereka.


"Gabut kok, ke rumah orang?"


Aisha menampar pelan bibir suaminya. "Gak boleh gitu!" tegur Aisha.


Altar hanya mendengus dan memanyunkan bibirnya.


"Noh dengerin kata bu ketua, 'gak boleh gitu,'."


Altar hanya memutar bola matanya jengah.


"Eh, aku mau nanya ke kalian," sahut Aisha tiba-tiba.


"Apa, tuh bu ketua?" tanya mereka.


Altar yang tau arah pertanyaan istrinya, langsung aja menyelanya.


"Woi, mau lihat keadaan ketompal tempe gak?" tanya Altar, nyela.


"Ulet bulu?" tanya Evan


Altar mengangguk.


"Boleh juga, siapa tau dia udah tinggal tulang-tulang, kasian belum di beri makan," sahut Cakra.


"Ciee, perhatian," goda Kendra dan Vier.

__ADS_1


"Ogah!"


Aisha mengerut keningnya. "Siapa?" tanya Aisha.


Mereka semua menoleh ke arah Aisha.


"Ilona sayang," jawab Altar.


"Ilona?"


Mereka mengangguk.


"Suami lo, ngurung dia bersama hewan peliharannya," celetuk Evan.


"Ombih? Kucing besar itu?" tanya Aisha.


Altar dan yang lain mengangguk.


"Kok kalian gituin Ilona? Nanti kalau dia di gigit gimana!"


"Gak akan, dia baik-baik aja! Kamu pernah bilangkan, kalau kakak gak boleh bunuh orang," ujar Altar.


"Aisha mau lihat dia kak Altar, Ais ikut ya!" rengek Aisha.


Aisha mengerucut. "Dih, bukannya kakak? Aisha sudah mandi ya!" protes Aisha.


"Padahal, kakak ngajak mandi bereng," ujar Altar tersenyum nakal.


Aisha memukul dada suaminya. "Gak mau, Ais tunggu di sini aja, pergilah mandi," ucap Aisha


Keempat temannya saling menatap, seakan pikirannya Pada bersambung.


"Bentar, gue mandi dulu baru otw," sahut Altar berlari menaiki anak tangga.


Kepergian Altar, mereka menatap ke arah Aisha dengan tatapan aneh.


"Kalian kenapa? Mau makan kue? Makan aja!" pekik Aisha.


Mereka menggeleng. "Bukan!" jawab mereka.


"Terus apa? Jangan natap kaya gitu, muka kalian mirip demit tau!" timpal Aisha membuat keempat lelaki yang ada di depannya membulat sempurna.


"Gak suaminya gak istrinya, kelakuan sama saja," ujar Vier.

__ADS_1


"Suami Ais sendiri kok, bukan suami Vier juga," ketus Aisha.


Vier dan yang lain langsung bungkam.


Beberapa saat kemudian, Altar turun dengan pakaian yang sudah rapi, membuat ketampannya naik dratis.


"Ayo!" ajak Altar, menarik tangan istrinya.


Mereka berenam pun keluar dari rumah, dan menaiki motor masing-masing.


"Benjir, helmnya lucu, mau gantian gak bu ketua?" tanya Evan berseri.


"Gak!" jawab Aisha sensi.


"Dih, gitu amat," ketus Evan.


"Udah, diam lo!" bentak Altar dengan sangar, membuat Evan meringis.


"Kalau gini nanti kalau udah punya simba, bayi punya bayi," celetuk Altar, mencubit hidung Aisha yang ketutup kain cadar.


"Sakit, kak Altar!" aduhnya, memegang hidungnya.


Altar hanya terkekeh. "Ayo naik," pinta Altar, mengulurkan tangannya pada istrinya, membantunya naik.


"Kak Altar, gamis Ais panjang," rengek istrinya.


Altar turun dari motor lalu mengangkat tubuh kecil istrinya ke atas motor.


"Seakan, dunia milik berdua kita mah cuman kontrak," sindir Cakra.


"Sirik ae, iri saingin dong," ujar Altar dengan tengilnya.


"Eh, lo pernah dengar gak sih? Istilah orang makan ludah sendiri?" tanya Evan.


Ketiga teman Altar yang lain, mengangguk.


"Yang itu,'kan, kabur di malam perjodohannya di karena,'kan gak suka cewek ninja?" tanya Kendra.


"Dan sekarang, di kabarkan lelaki itu sudah bucin maksimal." Vier menambah.


"Nah, benar tepat sasaran," timpal Cakra.


...----------------...

__ADS_1



__ADS_2