
"Apakah robot itu milik anda?" tanya Leana pada intinya langsung.
Pria itu menatap robot yang dia pegang sekilas, lalu menggelengkan kepalanya.
"Saya mendapatkan robot ini di sana." Pria itu menunjuk pada meja yang kosong.
Leana baru ingat jika dia menyimpan robot anaknya di sana saat ingin memesan makanan.
"Maaf apakah bisa robot itu diberikan kepada saya? Itu milik anak saya," ucap Leana.
Pria itu menatap sekilas ke arah Leana, Pria itu merasa tidak asing dengan wanita di depannya. Namun, dia memberikan robot tersebut. Leana pun langsung memberikannya kepada Alan.
"Sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya," ucap orang itu membuat Leana menatap pria tersebut.
"Mungkin hanya mirip, btw makasih iya udah temuin robot anak, saya."
"Sama-sama." Pria itu memikirkan sesuatu dan pada akhirnya mengeluarkan suara saat Leana hendak pergi dari sana.
"Leana?" panggil pria tersebut membuat Leana membalikan badannya, menatap pria tersebut.
"Iya? Kok tahu nama saya?"
"Kau sudah tak mengingatku? Tega sekali astaga, padahal kita sering bagi tugas saat dikampus."
Leana terdiam sesaat lalu perlahan tertawa. Dia baru ingin jika dia mempunyai teman pria yang dulu sangat dekat dirinya saat kuliah, tapi pria yang bersamanya dulu agak kaya boti ya gaes. Makanya sekarang Leana tidak mengenali pria di depannya, karena gayanya begitu berubah drastis.
"Astaga, Elbiru kan?" tanya Leana membuat pria itu menganggukan kepalanya. "Maaf-maaf gue enggak tahu jika itu lo, soalnya gaya lo berubah drastis."
Pria yang bernama Elbiru tertawa, memang dirinya adalah seorang ladyboy, tapi semenjak belajar ilmu agama lebih dalam akhirnya dia berusaha untuk berubah ke kodrat aslinya yaitu lakik.
"Gue udah berubah, Na."
"Alhamdulillah, semoga Istiqomah ya," ucap Leana tersenyumlah sambil menggandeng tangan putranya.
Elbiru pun dibuat tak kalah fokus dengan bocah tersebut. Dia menatap bocah, Alan pun memberikan senyuman kepada Elbiru.
"Makasih paman telah menyelamatkan robot Alan."
El biru mengangguk. Dia kembali menatap teman lamanya seraya berkata. "Anak lo, Na?"
Leana menganggukan kepalanya, sehingga Elbiru tak percaya jika wanita tetsebut sudah mempunyai anak yang sudah beranjak dewasa.
"Loh kok nikah enggak ngundang gue sih? Lo anggap gue apa?" tanya Elbiru. Perlu kalian tahu, sifat pria itu sangat dingin, tapi batunya tidak semua ke orang fakta uniknya dia pria tereceh saat sudah bertemu dengan orang yang tepat.
"Mendadak, saat itu juga kita jauhan bahkan nomor lo udah enggak gue simpan karena pake ponsel baru," jawab Leana.
__ADS_1
"Jadi sekarang mana suami lo? Takut gue nih, ngajak istri orang berbicara, takutnya diberikan bogem panas."
Leana tertawa lalu menggelengkan kepalanya. "Gue dan suami gue udah proses perpisahan."
"What? Lah kok bisa?"
Melihat Leana tidak menjawab pertanyaannya membuat Elbiru mengerti, mungkin wanita itu tidak ingin ennceritakan sesuatu kepada orang tentang masalah rumah tangganya.
"Maaf-maaf, gue enggak bermaksud kaya gitu, Na."
"Sans," jawab Leana tersenyum.
"Lo mau kemana?" tanya Elbiru.
"Bandung."
"Sama dong, gue juga mau ke bandung. Gue baru balik Amerika. Gue udah selesaikan S3ku."
"Seriusan?" tanya Leana membuat Elbiru menganggukan kepalanya. "Selamat, El. Semoga jadi ceo sukses di masa depan.
"Paman, paman juga cita-citanya jadi ceo?" tanya Alan membuka suara membuat kedua orang dewasa melihatnya.
Elbiru menganggukan kepalanya seraya tersenyum kepada anak kecil tersebut.
"Sama dong sama Alan, Alan juga cita-citanya jadi ceo. Ceo itu tajir, nanti Alan bakal jadi ceo tampan."
"Nanti berjuang sama-sama, iya. Semangat jagoan kecil." Elbiru mengtoskan dirinya dengan Alan.
Saat semua penumpang sudah di suruh kembali naik ke bus, mereka pun naik ke atas bus dan duduk di kursi masing-masing seperti semula.
Singkat cerita, mereka telah sampai di kota bandung. Leana turun di halte satu bersama dengan Elbiru.
"Susah banget nyari vila yang murah," gurutu Elbiru.
Leana yang mendengar kegurutakan laki-laki tersebut langsung menoleh.
"Butuh vila?" tanya Leana membuat Elbiru menganggukan kepalanya. "Sepupu gue punya vila, harganya juga sedikit murah dan kualitas di jamin job. Gue juga tinggal di vila tetsebut," ucap Leana.
"Benarkah?"
Leana menganggukan kepalanya. "kalau lo mau, gue bakal nelfon sepupu gue."
"Boleh deh, tapi biar gue aja yang cerita sama sepupu lo," ucap Elbiru membuat Leana memberikan nomor telfon Dito kepada Elbiru.
Setelah menyetujui dengan Dito, dan Elbiru sudah tf duit ke rekening Dito. Dia dan Leana menuju vila kawasan Dito.
__ADS_1
Sesampainya di kawasan vila. Elbiru melambaikan tangannya, Alan pun membalasnya. Mereka pun masuk di vila masing-masing.
( ◜‿◝ )♡( ◜‿◝ )♡
Alan yang saat melihat mamanya memasak langsung berlari ke vila milik Elbiru. Kebetulan vila yang Elbiru tempati berada di depan vila Leana.
"Paman bilu," teriak Alan mengetuk pintu vila Elbiru, karena jika memencet bel, dia tak sampai.
Tak berselang lama pintu kamar terbuka, terlihat lah Elbiru dengan pakaian santainya.
"Eh jagoan, kenapa?" tanya Elbiru berjongkok.
"Alan bosan paman, kita main yok. Alan punya banyak mainan, mama enggak bisa temanin Alan main soalnya mama kan cewek."
Elbiru terkekeh dan membawa Alan masuk ke dalam rumahnya.
"Paman punya mainan, jadi Alan enggak usah ambil mainan Alan," ucap Elbiru menyuruh bocah itu duduk dan dirinya masuk ke dalam kamar, mengambil mainannya di dalam kamar.
Alan berbinar melihat mainan mobil-mobilan, kereta api serta lego-lego dan mainan berbagai hewan buas dan ternak. Elbiru juga sering sekali mengelokesi mainan tersebut di kamarnya.
"Paman, punya paman bagus semua. Punya Alan kebanyakan robot."
"Yaudah ini semua milik Alan."
"Bukan ini miliknya Paman."
"Paman udah ngasih ini semua ke Alan."
"Tapi kenapa, paman? Nanti paman enggak punya mainan, mainan inikan dibeli pake uang kata mama. Dan uang itu susah dicarinya. Masa paman ingin memberikan ini kepada Alan?"
Elbiru semakin membuat kagum dengan bocah tersebut. Leana begitu mendidiknya dengan benar.
"Paman masih punya banyak, jadi ini miliknya Alan. Alan boleh bawa pulang ini."
"Enggak masalah paman?" tanya Alan membuat Elbiru menganggukan.
"Ok deh, tapi kita main dulu iya," ucap Elbiru membuat Alan mengangguk.
Mereka berdua pun bermain, Elbiru memang juga sangat suka bemain seperti itu, padahal umurnya sudah tua, tapi mungkin semasa hidupnya kurang bahagia. Bukan hanya mainan, Elbiru juga mempunyai kucing yang sangat dia sayangi.
"Nama kucing paman, siapa?" tanya Alan menangkap kucing putih berbulu tebal itu. Alan sangat suka dengan kucing, tapi mamanya sering melarangnya mencium kucing tetangga yang kotor.
Tenang ya, Elbiru sudah meminta izin kepada Dito untuk membawa seekor kucing masuk ke dalam vila. Dan Dito mengijinkannya selama kucing itu tidak mengangguk penyewa vila yang lain.
Saat keduanya sibuk main. Beda dengan Leana yang telah selesai masak, dan berniat untuk memanggil putranya untuk makan, tapi malah Leana tidak mendapatkan anaknya tersebut.
__ADS_1
Leana pun mulai panik, dia mencari di depan vila dan tidak menemukan sedikit pun keberadaan anaknya, dia pun mendekati vila Elbiru. Dengan ragu Leana menekan bel vila tersebut.
Leana langsung terkejut saat pintu terbuka dan melihat kedua manusia yang keluar dari vila dengan keadaan amburadul, entah apa yang sedang mereka lakukan di dalam, pikir Leana, tapi dia bernapas lega karena telah mendapatkan putranya.