Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Takdir Cinta Atlanta~ Part 2


__ADS_3

Bunda Karen datang terlambat, karena ada pasien darurat. Itulah yang membuat Atlanta malas dengan bundanya. Atlanta berpikir apakaha pasien itu tidak bisa di tangani oleh dokter lain? Selama bertahun-tahun bundanya tidak mempunyai luang waktu untuknya dan sang adik.


Hari yang seharusnya hari bahagia, malah membuat Atlanta jadi gak mood. Bagaimana bisa bundanya sendiri datang terlambat?


"Atlan," panggil bunda Karen mengetuk pintu putra sulungnya. Atlanta memang sangat susah dibujuk. "Kamu harus ngertiin bunda, bunda terlambat karena ada pasien darurat, Atlanta," teriak bunda Karen dari luar kamar.


"Bunda juga harus ngertiin Atlanta, Atlanta ke LN apa bunda antar Atlanta sampai bandara? Setelah aku lulus S3 ku Apa bunda datang menjemputku? Bunda malah sibuk dengan pekerjaan bunda saja! Yang ingin di ngertiin hanya bunda saja, bunda tidak mengerti perasaanku!" teriak Atlanta dari dalam kamar.


Bunda Karen menghela napas mendengar perkataan Atlanta barusan. Perkataan Atlanta ada benarnya, wanita itu memang tidak banyak waktu dengan kedua anaknya. Selama dirinya pisah dengan sang suami, dia mulai hidup mandiri jadi tulang punggung keluarga.


"Jangan bersikap kanak-kanakan Atlanta, kamu sudah dewasa hal seperti saja kamu ingin marah!"


Pintu kamar terbuka memperlihatkan Atlanta dengan pakaian rapi. Entah mau kemana lelaki itu akan pergi.


"Kamu ingin kemana?"tanya bundanya.


"Apa urusan bunda? Pentingan aja pekerjaanmu. Bukankah itu perioritas?" tanya Atlanta. Tanpa menunggu jawaban bundanya, Atlanta sudah pergi dari rumah.

__ADS_1


Bunda Karen menatap kepergian putranya, helaan napas kembali keluar dari hidungnya.


"Kamu sangat keras kepala, Atlanta. Persis dengan sikap ayahmu," gumam bunda Karen.


Atlanta mengeluarkan motor sportnya dari garasi, sudah lama motor itu nganggur. Walaupun sudah lama tak di pakai, motor itu selalu bersih, karena Atlanta terus menyuruh pak maman untuk membersihkannya.


Setelah berada di atas motor, Atlanta melajukan motor itu pergi dari perkiraan rumahnya. Saat ini dia akan ke markas geng motornya.


Brum-brum!


"Wih, udah datang lo," ucap salah satu temannya mengajak Atlanta bertos.


"Kapan datangnya bro? Kenapa gak ngasih kabar, tahu-tahu kalau lo sudah kembali pasti kita jemput ke bendara," timpal sang ketua yang bernama Mahesa.


Atlanta memperbaiki rambutnya yang berantakan lalu turun dari motor. Tos-tosan bersama temannya lalu duduk di kursi kosong.


"Sans, gue juga bisa mandiri," sahut Atlanta merebut sebatang rokok dari temannya lalu beralih dia yang mengisap batang rokok tersebut.

__ADS_1


Dito yang diambil rokoknya mendengus kesal, dia pun membakar batang rokok baru.


"Karena Atlanta kembali, gimana kita party cuy?" tanya Dito.


"Boleh juga tuh," jawab Davin salah satu inti geng motor Eroz.


Mereka pun party dengan minum-minum di markas, dalam rangka kepulangan wakil ketua mereka yang selama bertahun-tahun kuliah di luar negeri. Atlanta kira dia akan di gantikan sebagai wakil ketua, ternyata Mahesa tetap menetapkan dirinya.


Mahesa memang ketuanya, tapi yang buat geng motor Eroz masuk ke salah satu geng motor unggalan adalah Atlanta.


"Atlanta," panggil Davin duduk di samping Atlanta.


"Nape?" tanya Atlanta


"Kemarin gue bertemu denga-" Ucapan Davin langsung di potong oleh Mahesa.


"Jangan buat Atlanta ngamuk," bisik Mahesa, karena tahu apa yang akan Davin katakan ke Atlanta.

__ADS_1


__ADS_2