Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Takdir Cinta Atlanta~ Part 3


__ADS_3

Atlanta yang menunggu Devan berbicara, karena tak kunjung berbicara membuatnya menatap laki-laki tersebut.


"Tadi lo mau ngomong apa?"tanya Atlanta kepada Devan.


Devan menggeleng. "Gak jadi," jawab Atlanta.


Atlanta memicingkan matanya ke arah Devan, karena merasa Devan ingin mengatakan sesuatu namun tak jadi. Atlanta yang sudah sangat kepo memaksa Devan mengatakannya.


"Cepat katakan!" perintah Atlanta menatap tajam ke arah Devan.


Devan menatap Mahesa. Sedangkan yang ditatap hanya menggeleng keras, Atlanta ikut menatap Mahesa. Dia semakin curiga dengan kedua temannya.


"Oh... Jadi kalian udah berani menyembunyikan sesuatu dari gue? Kalian udah enggak anggap gue teman kalian?"tanya Atlanta. "Ok gue out." Atlanta ingin berdiri. Namun, cepat-cepat keduanya mencegahnya.


"OK, kami akan memberitahukanmu," ucap Mahesa. "Ayo Dev kasih tahu dia," pinta Mahesa.


"Ileana sudah kembali ke Indonesia, kemarin gue ketemu sama dia di cafe mungkin dia bekerja di sana sebagai pelayan," jelas Devan.


Mendengar ucapan Devan, mata Atlanta tiba-tiba memerah. Entah setiap kali mendengar nama Ileana gadis yang membuat dia sampai sekarang trauma dengan yang namanya wanita.

__ADS_1


"Sekarang dia udah berubah, berpakaian tertutup. Adam gue lihatnya, seakan gue enggak percaya bahwa Ileana pernah berbuat hal terduga di ma-"


Brak!


Atlanta membanting meja yang berada di depannya. Amarahnya seketika naik.


"Cukup gue gak mau dengar nama cewek sialan itu," teriak Atlanta pergi dari sana. Meninggalkan markas dengan keadaan marah.


Anggotanya yang tadinya kaget langsung bertanya-tanya. Sudah Mahesa dan Devan duga, bakal terjadi seperti ini jika ada yang membahas gadis yang bernama Ileana.


Atlanta saat ini berada di perbukitan, tempat dia sering meluapkan emosinya.


"Gue benci sama lo Ileana," teriak Atlanta. "Gue mau lo merasakan gimana sakitnya berada diposisi gue, sialan."


⁄(⁄ ⁄•⁄ω⁄•⁄ ⁄)⁄


Atlanta pulang ke rumah dengan keadaan berantakan, bundanya pun jadi panik melihatnya seperti itu.


"Cila ambilkan Aamu handuk," teriak bunda Karen, Cila yang disuruh pun segera memgambilkannya.

__ADS_1


Bunda Karen membalutkan badan Atlanta menggunkana handuk, badan laki-laki itu sudah basah kiyup. Di luar memang sedang hujan.


"Ganti pakaianmu, biar bunda membuatkanmu teh hanget," ucap bunda Karen mendudukan Atlanta di ranjang, lalu berjalan keluar dari kamar.


Sebab pulang dengan keadaan basah membuat Atlanta demam tinggi. Bunda Karen pun menyuruh dokter lain untuk menggantikan posisinya sementara, karena dia ingin menjaga putranya.


Bunda Karen mengopres kepala Atlanta menggunakan air hanger, berharap demamnya turun. Wanita itu juga sudah menghancurkan obat untuk Atlanta, karena Atlanta tidak bisa menelan obat.


"Ayo minum dulu obatnya," ucap Bunda Karen membantu anaknya bangun.


Dengan memejamkan mata, Atlanta menelan obat yang diberikan bundanya.


"Pahit, bunda," ketus Atlanta buru-buru minum agar rasa pahitnya hilang.


"Bentar lagi hilang, tidurlah. Bunda mengantar adikmu ke sekolah dulu," pinta bundanya menyelimut tubuh Atlanta dan keluar dari kamar.


Cila melihat seseorang yang tidak asing menurutnya, dia menarik tangan bundanya.


"Kenapa?" tanya bunda Karen.

__ADS_1


"Bunda bukannya itu kak Ileana?" tanya Cila menunjuk seseorang. Bunda Karen pun mengikuti arah tunjuk gadis kecilnya.


__ADS_2