Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Takdir Cinta Atlanta~ Part 43


__ADS_3

Bunda Karen akhirnya mengikuti kemana Mahendra membawanya. Dia juga sangat penasaran dengan info yang Mahendra dapat dari wanita yang bernama Dinda.


Siapa Dinda? Kenapa sebut namanya saja bunda Karen langsung penasaran dengan wanita tersebut?


Sesampainua ke duanya di cafe tak jauh dari rumah sakit, mereka berdua duduk di meja kosong.


"Kenapa dengan Dinda?" tanya bunda Karen pada mantan suaminya.


"Dinda..." Belum melanjutkan ucapannya. Seseorang datang sehingga membuat mereka menoleh.


"Atlan," ucap mereka berdua.


"Bunda kenapa berhubungan dengan laki-laki tua ini? Bunda tidak lupakan akan perbuatannya di masa lalu?" tanya Atlanta yang sebenarnya tak sengaja melihat sang bunda dan ayahnya, saat hendak makan di cafe tersebut bersama dengan sang istri.


Mahendra menatap Leana yang berada di samping Atlanta. Leana yang metada di pandang langsung membuang pandangannya ke arah lain.


"Gimana keadaamu, Lea?" tanya Mahendra membuat Leana menoleh ke arahnya.


"Baik," jawab Leana tersenyum tipis membuat Mahendra menganggukan kepalanya.


Mahendra kembali menatap putranya yang memandangnya dengan sangat tajam.

__ADS_1


"Ayah ingin memberitajukan sesuatu kepada bundamu, makanya ayah mengajak-"


"Sudah terserah," potong Atlanta. Laki-laki tersebut beralih menatap bundanya yang sedari tadi hanya diam. "Bunda ikut sama kami!"


"Tapi, Ta. Ayahmu ingin berbicara sesuatu yang penting denga bunda," jawab Atlanta.


"Bunda masih berharap dengan laki-laki ini? Ayolah bunda jangan di bodohkan dengan cinta. Bunda enggak tahu gimana busuknya dirinya ini."


Bunda Karen menghela napas panjang, mau tak mau dia ikut kepada anaknya sebelum anak itu menjadi marah. Mahendra pun hanya bisa menghembuskan napas, padahal dia ingin memberitahu tentang Dinda kepada Karen.


"Kita pindah ke cafe lain, aku jadi tak selera makan di cafe ini. Kita makan di cafe Atlana."


Cafe Atlana adalah cafe singkatan dari Atlanta-Leana, sengaja Atlanta mengubah nama cafe tersebut sebagai namanya dengan sang istri.


Sakit hati yang dirasakan Atlanta, saat di depan matanya sendiri ayahnya bermesraan dengan wanita lain. Dan juga Atlanta mendengar jelas bagaimana bundanya di pukuli, jeritan serta ampunan bundanya saat ayahnya memukulnya dengan keadaan mabuk, tapi Atlanta waktu itu tak bisa buat-buat apa dia takut jika dia melakukan sesuatu membuat ayahnya pergi, Atlanta sangat sayang kepada ayahnya.


Leana sangat tahu apa yang sekarang dirasakan Atlanta. Dari matanya suaminya sudah bisa di tembak, jika Atlanta merasa sakit bercampur marah saat bertemu dengan ayahnya.


Dahulu dia sangat iri dengan keluarga Altar yang begitu harmonis. Papanya sangat menyayangi mamanya, setiap kali melihat tante dan omnya bermesraan dia terus saja bersedih, dia juga ingin kedua orangtuanya seperti itu.


...Follbck on...

__ADS_1


Anak berusia tujuh tahun sedang menguping di depan pintu kamar kedua orangtuanya, suara demi suara yang di keluarkan ayah dan juga bundanya yang sedang bertengkar, bahkan tak jarang Atlanta kecil tersebut mendengar suara benda jatuh dan jeritan bundanya.


"Cukup mas," teriak Karen.


PLAK!


Tamparan keras mendarat dipipi mulus milik Karen. Mahendra menamparnya begitu kuat.


"Kenapa kau terus saja melawan, ha?" tanya Mahendra mencengkram dengan kuat dagu Karen membuat bunda Atlanta itu meringis kesakitan.


"Mas tolong, Atlan berada di rumah, apakah kamu tidak takut dia mendengar kita? Aku tidak melarangmu untuk berselingkuh dengan siapa pun, aku tidak melarangmu untuk kamu memukulku setiap kamu pulang mabuk, tapi tolong saat ini demi Atlan, hari ini hari ulang tahun putramu bisakah kita menjadi harmonis sebentar saja? Untuk hadian ulang tahunnya," jelas Karen dengan air mata yang terus jatuh.


Mahendra melepaskan dengan kasar cengkramannya dari dagu Karen. Karen pun memperbaiki penampilannya.


Saat tahu kedua orangtuanya akan keluar dari kamar. Atlanta buru-buru menghapus air matanya dan buru-buru masuk ke dalam kamarnya.


Tok-tok!


Ketukan pintu kamar membuat Atlanta pun membuka pintu, dia melihat bunda dan ayahnya berada di sana dengan senyuman.


"Happy birthday, sayang," seru mereka berdua memeluk Atlanta.

__ADS_1


Seolah-olah mereka membuat semuanya seperti biasa-biasa saja. Seolah-olah semuanya baik-baik saja, hal tersebut semakin membuat Atlanta kecil sakit hati.


__ADS_2