Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Badboy Suamiku •Chapter 51•


__ADS_3

Altar terus mengenggam tangan istrinya, sekali-sekali dia menciumnya.


Aisha saat ini sudah berada di rumah sakit, dan sampai sekarang belum juga sadar kan diri, mungkin terlalu shock.


"Maafin kakak ya, belum bisa jaga kamu," lirih Altar. "kakak lama datang untuk menyalamat,'kan mu."


Ceklek!


Suara pintu terbuka, membuat Altar menoleh.


"Mamah," sahut Altar, langsung berhamburan memeluk mamanya.


"Tenang lah sayang, istri mu bakal baik-baik aja." Marwa berusaha menenangkan putranya.


"Siapa, dalang ini semua?" tanya seseorang tiba-tiba, dan tak lain papanya Altar, Kana.


"Aksa, musuh geng motor Altar pah," jawab Altar. "Tapi seperti yang Kendra selediki, Aksa tidak merencana kan ini sendiri, ada yang membantunya! Namun Kendra sangat sulit menangkap siapa dia," jelas Altar.


Kendra, seorang penyelidik yang handal, jejak yang tidak ada dalam koneksi pun, masih bisa dia dapatkan dengan muda.


"Altar juga sudah meminta Vier dan Evan, mencari keberadan bapak-bapak yang di suruh Aksa dan temannya, untuk menjebak Altar dan keempat teman Altar," lanjut Altar.


Kana mengetokkan jarinya di tepi sofa. "Aksa? Aksa Caenol?" tanya kana menebak, dan hanya di angguki oleh Altar.


"Dia, anak teman bisnis papah," jawab Kana, menghela nafas dalam-dalam. "Kiay Nando, dan neng Giva sudah kamu kabar,'kan?"

__ADS_1


Altar menggeleng. "Selama di kota jogja, mereka tidak ada yang bisa di hubungi pah."


"Apa, ada masalah," gumam Kana.


"Kata mbak Karla, Ndalem di pesantren. Umah dan abi maupun bang Rigel pergi untuk mengurus urusan antar pesantren, mungkin saja mereka sibuk makanya tidak sempat membuka ponsel," jelas Altar.


Kana dan Marwa hanya mengangguk, lebih baik mereka berpositif tingking aja dulu.


Marwa maju ke arah brankar, di mana ada menantunya yang tertidur dengan keadaan damai. Marwa merai tangan Aisha yang terlihat luka. "Apa, bajingan itu bermain tangan pada menantu ku?" tanya Marwa, lirih.


"Pah, segera kan urus surat penangkapan pada bajingan itu," pinta Marwa, pada suaminya.


"Sabar mah," jawab Kana.


"Altar juga tidak sampai berfikir sampai ke sana, kalian tau kan kalau pernikahan kami masih di rahasia,'kan? Hanya orang-orang dalam yang mengatahuinya," balas Altar, ada benarnya.


************


Sudah sejam Aisha tidak sadarkan diri, tetapi tidak ada tanda-tanda Aisha akan sadar, bahkan kedua orang tua Altar sudah berpamitam pulang.


"Sayang, ayo bangun," ujar Altar, mencium punggung tangan istrinya yang terdapat luka karena ulah Aksa.


"Ini sakit iya? Dia ngapain tangan kamu sampai separah ini sayang?" tanya Altar. "Nanti aku patahin tangannya," lanjut Altar.


Tiba-tiba tangan yang Altar pegang bergerak, pertanda Aisha bakal sadar.

__ADS_1


"Kak Altar, tolong Ais, ini sangat sakit," ujar Aisha sedikit berteriak, membuat Altar langsung memeluknya.


Aisha terus ingin memberontak.


"Pergi, jangan sentuh aku!" teriak Aisha, bahkan mencakar lengan Altar.


Altar meringis pelan, karena cakaran Aisha sedikit kuat.


"Ini, kakak sayang!" ujar Altar, berusaha mengandalikan istrinya. "Ini kakak, kakak udah bawa kamu pergi dari orang jahat itu."


Perkataan Altar, membuat Aisha kembali tenang, namun beberapa saat gadis itu menangis di dalam pelukan Altar.


"Kak Altar maafin Ais! Ais gak bisa ngejaga tubuh Ais sendiri, dia melihat tubuh Ais,"keluh Aisha.


Seperti di tusuk beberapa panah, hati Altar sangat perih mendengar keluhan istrinya. Dia sudah gagal menjaga istrinya, mungkin dia sangat benci dirinya sendiri, yang lalai dengan mengawas Aisha.


"udah dong nangisnya nanti makin jelek tau!"ejek Altar, menghapus jejak air mata Aisha.


Aisha mendengus kesal, dan menyubit perut keras suaminya. "Ais, cantik!" ujarnya, memanyunkan bibirnya.


Altar yang melihat itu pun, langsung menyosor menyiumnya.


Altar memegang tengkuk leher Aisha. Namun tiba-tiba Aisha menggigit bibirnya dengan sangat kuat, membuat bibir Altar mengeluarkan darah.


"Arkk, sayang," pekik Altar, mengambil tisu yang ada di atas nakas, dan membersihkan darah yang mengalir di bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2