
Mereka berdua sudah bersiap untuk ke konser. Leana begitu bahagia, akan segera melihat idolnya.
"Cantik banget sih, istri aku," ucap Atlanta.
"Ya dong, ayang siapa coba?" tanya Leana.
"Atl-"
"Ayang Lee Jeno," seru Leana memotong ucapan suaminya, wanita itu berjoget alau idolnya seraya keluar dari kamar.
Atlanta menghentakan kakinya ke lantai. Masa dia dilupakan, yang merupakan suaminya, kesal dan gosong hatinya.
"Lihat aja lo Jenok, gue gebukin lo kalau istri gue mau meluk sampai di sana," umpat Atlanta ikut keluar dari kamar.
Leana sudah stai di dalam mobil suaminya, sedangkan Atlanta hanya bernapas panjang dan ikut masuk ke dalam mobil dan melajukannya pergi dari rumah.
Sesampainya di tepat, Leana turun lebih dulun tanpa menunggu suaminya membukaan pintu mobil untuknya. Atlanta pun hanya bisa menghela napas panjang.
Mereka mengantri dengam tertib untuk masuk ke dalam stadium. Orang-orang yang di sana memang sangat banyak, bahkan ada ribuan atau ratusan orang. Saking banyaknya fans idol tersebut.
Atlanta semakim terlihat kesal dan gosong di buat Leana, saat istrinya itu meminta untuk berfoto di samping binner idolanya. Dalam foto tersebut, seorang wanita dengan senyuman maninya sangat terlihat cantik menurut Atlanta.
Walaupun mengorbankan cemburunya, tapi dalam hati kecilnya ada rasa bahagia melihat istrinya seceria ini.
"Ganteng banget, kan sayang?" tanya Leana saat mendapatkan kipas tangan dan mendapati gambar idolanya.
__ADS_1
"Ganteng, tapi lebih ganteng aku," jawab Atlan.
"Pede," jawab Leana mencibikan bibirnya.
Atlanta mendengus kesal dan menekuk wajahnya. Singkat cerita keduanya pun sudah berada di dalam stadium. Leana melihat begitu jelas idolnya, karena berada tepat di depan panggung.
"Enggak sabar lihat Jeno," seru Leana lompat-lompat kekirangan
Atlanta merasa jadi gemass sendiri melihat istrinya seperti itu, ingin rasanya dia menciumnya dengan sangat brutal saat iru juga.
Semua yang berada di sana seketika berteriak dengan keras saat tujuh bujang keluar. Leana meneriaki biasnya paling kencang membuat Atlanta menutup telinganya.
"Jeno," teriak Leana dengan terebor. Dia membuka ponselnya dan memberikannya kepada sang suami, meminta tolong untuk di video in.
Atlanta pun mau tak mau, hanya menurut dan merekam idola istrinya tersebut. Menurut Atlanta, dirinya lebih ganteng dari pada si Jeno, istrinya lebih puas jika Leana memandingi wajahnya setiap menit dan detik.
"Atlan, Jeno ganteng banget. Aku enggak kuat, matanya hilang tuh kalau senyum," hebo Leana menunjuk salah satu bujang yang berada di atas panggung.
Sedangkan Atlanta sekarang sudah gosong dibuat oleh idola yang berada di depannya. Dia menarik pingang Leana untuk dia genggam, tapi malah di tepis oleh Leana.
Atlanta pun langsung mendengus kesal, akan tindakan yang dilakukan istrinya. Lihat saja pas pulang dari rumah, dia akan ngambek dengan wanita tersebut.
Saat Leana meneriaki salah satu idola tersebut satu kali lagi, langsung di notic oleh Renjun salah satu anggotanya dengan senyuman dan sarangea. Leana pun langsung menjerit dan lompat ke dalam gendongan Atlanta, untung saja Atlanta siap sagap menangkapnya.
"Astaga, sayang," ucap Atlan.
__ADS_1
"Atlan, aku enggk kuat. Mau pingsan, xixixi," seru Leana berkeringat dingin.
Istri Atlanta tersebut seakan sudah gila diperbuat oleh idolanya. Padahal tadi si Renjun cuma tersenyum kenapa sampai segitunya si ekspersinya, Atlanta jadi terheran-heran.
Bukan hanya istrinya yang seperti itu, yang lain berada di sana juga berteriak hesteris seperti Leana lakukan.
"Ya udah, kita pulang aja," ucap Atlanta. "Kayanya kamu butuh istirahat, pitah suara sepertinya akan putus lama-kama berada di sini, sayang."
"Diam!" perintah Leana menutup mulut suaminya menggunakan telapak tangannya.
Leana kembali berteriak, sambil memanggil idolanya tersebut. Bahkan, dengan terang-terangannya Leana berteriak berucap jika dia mencintai salah satu dari mereka.
"Jeno aku mencintaimu," teriak Leana.
"Sayang!" pekik Leana.
Beberapa saat kemudian, konsernya sudah selesai. Semuanya pun mulai bubar. Leana meneguk dua botol minuman yang dibelikan suaminya, dia benar-benar haus karena teriak-teriak.
Bahkan, di atas motor pun Leana masih sibuk dengan ponselnya karena memutar ukanh video yang direkam sang suami.
"Sayang, kenapa muka kamu ditekuk kaya gitu?"tanya Leana tanpa rasa bersalah bersalahnya.
"Pikir aja sendiri, kenapa muka di tekuk gini? Coba cari tahu sendiri," jawab Atlanta dengan ketus.
Leana hanya menaikan bahunya, lalu menikmati angin-angin sepoy-sepoy yang masuk dari jendala mobil.
__ADS_1
Atlanta berulang kali mendengus kesal. Bahkan, istrinya begitu enggak pekaan, padahal saat ini dia mencoba untuk marah, malah dirinya yang masih dikacangi kaya martabak.