Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
Jantung yang bermasalah


__ADS_3

"Bang, mangga nya bisa di ambil ga? Kendra ngidam udah 11 bulan kasian anak nya nanti ngiler," ujar Vier.


"Ngidam mata mu, ngidam," ngegas Kendra.


"Anak siapa woi?" hebo Evan.


"Anak ae samsuding," jawab Vier, sehingga mengundang gelak tawa.


"Bangsad," umpat Kendra sambil mengejar Vier.


Disaat asik saling kejar mengejar. Kaki Vier kesandung batang kayu membuat dia terjatuh didepan Evan begitu pun dengan Kendra ikutan jatuh.


"Aduh," ringis Vier dan Kendra.


"Dewa memberkati kalian berdua." Evan memegang kedua kepala teman nya itu.


"Ck sialan," umpat Vier. "Tolongin gue dong!!!" Vier merentang kan tangan nya kearah Evan. Namun Evan menepis nya lalu membantu Kendra berdiri.


"Lo ga bantu gue?" tanya Vier.


"Ga!" ujar Evan singkat. Membuat Vier mendengus kesal dan berdiri sendiri.


"Udah udah, kalian boleh ambil mangga itu, tapi kalian minum dulu ini!" ujar Rigel.


Mendengar itu keempat teman Altar berlari merebut satu gelas besar yang di pegang Rigel.


"Gue dulu anjing!" ujar Cakra menaikan gelas berisi jus itu tinggi tinggi


"Apasih anjir gue yang duluan nyampe juga!" timpal Vier berusaha mengambil gelas itu.

__ADS_1


Membuat Altar semakin malu. Nyesal dia ngajak teman nya ikutan ke rumah keluarga istri nya.


"Astaga, itu ada tiga lagi, jangan rebutan!" sahut Aisha.


Mereka yang baru menyadari itu seketika nyengir. Sekarang mereka berempat sudah tidak ribut lagi.


"Abang beli baju koko dimana?" tanya Aisha pada abang nya.


Rigel yang tadi lagi menanggapi cerita rambut keempat manusia aneh yang ada disana, langsung menoleh ke arah Aisha.


"Di butik tante Tiara," jawab Rigel.


Aisha hanya mengangguk pada abang nya ." abang udah mau ke pesantren?"


"Iya nih abang mau ngajar di pesantren. Tapi kalian kan ada masa abang pergi?" ujar Rigel.


"Iya udah deh bang, abang boleh pergi. Aku juga mau pergi heheheh, lain kali aja lagi datang berkunjung!" ucap Aisha.


Aisha dan Altar serta keempat teman nya pun berpamitan pada Rigel.


"Bang, besok besok masih bisa datang lagi ga ambil mangga nya?" tanya Vier yang sudah berada diatas motor nya.


Plak.


Altar memukul helm Vier. Dan menatap nya dengan tatapan mematikan.


"Boleh tapi jangan sering sering iya!" balas Rigel.


Altar pun membantu istri nya naik keatas motor milik nya. Tidak lupa pamitan sekali lagi sebelum benar benar melajukan kendaraan nya.

__ADS_1


Diperjalanan ada hanya keheningan di antara sepasang suami istri itu.


"Kak Altar, boleh singgah dibutik Citra cahaya ga?" tanya Aisha ragu.


"Buat apa?" tanya Altar balik.


"Aisha mau beliin kakak baju koko, kan kakak ga punya baju kokok tadi aja kakak pake kemeja," jelas Aisha.


"Ga usah!" singkat Altar.


"Kakak mah! Harus!"


Altar hanya berdehem. Sebenar nya hati nya sedang jedag jedug, kala medengar perhatian nya istri nya kepada diri nya.


"Aduh Altar, lo kenapa sih bangsad? Besok besok gue mau periksa kedokter, kaya nya jantung gue bermasalah," ucap Altar dalam hati.


Altar pun berhenti depan butik yang bernama Citra cahaya. Butik saudara umah Aisha.


"Ngapa lo?" tanya Altar, melihat istri nya tidak goyang sama sekali di atas motor.


"Turunin dong!" pinta Aisha tersenyum.


"Ogah! Cepetan turun lo atau kita pulang," ketus Altar.


Aisha mendengus kesal. Lalu sedikit melompat turun dari motor Altar.


Roknya terkain distandar motor Altar. Membuat Aisha hampir saja terjatuh namun cepat cepat Altar menangkap badan nya dari belakang.


Kedua manik mata mereka saling bertemu satu sama lain. Hati Altar berdetak kencang begitu pun dengan Aisha namun tidak separah Altar sih.

__ADS_1


"Lo jadi orang kenapa ceroboh banget bangsad? Kalau jatuh terus lo luka gimana bangsad? Terus kalau luka nya parah gimana?" tanya Altar ngegas pada istri nya.


"Maaf kak Altar," ujar nya menunduk. Altar hanya mendengus kesal lalu menarik tangan Aisha masuk kedalam butik.


__ADS_2