Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Takdir Cinta Atlanta~ part 45


__ADS_3

Sesuai dengan janji Atlanta, dia akan mengajak istrinya berlibur Di mana saja. Dan Leana memilih untuk berlibur ke korea selatan. Mumpung salah satu idolanya sedang mengadakan konser.


Awalnya Atlanta menolak jika sang istri menonton konser idolanya, bukan karena tak mampu untuk membelikan tiket tetapi Atlanta cemburu jika Leana akan memandang idolanya.


Namun, Leana yang terus saja merengek dan mengancam tidak akan memberikan Atlanta jatah selama setahun membuat laki-laki tersebut seketika panik berat.


"Ok kita bakal nonton konser, kirim link pembeli tiketnya." Ada was-was yang dirasakan Atlanta, takut jika tiketnya sudah habis terjual.


Yang namanya Idol terkenal, pasti akan banyak fans yang berlomba-lomba untuk tidak ketinggalan tiket konser sang idola.


"Cepatan, sayang. Nanti tiketnya habis aku salahin kamu!" tegas Leana.


"Iya bentar dong." Atlanta memencet link yang dikirimkan istrinya.


Atlanta seketika bernapas lega, karena tiketnya masih ada cuma tinggal sendiri. Laki-laki tersebut langsung saja memesan dua tiket. Satu untuknya satunya untuk istrinya, mana mungkin dia membiarkan istrinya pergi sendiri. Atlanta bukan memesan tiket yang biasa, tapi langsung mesan timer VIP agar sang istri dapat melihat jelas idolanya.


Singkat cerita akhirnya mereka telah sampai di kota seoul. Leana menatap kagum dengan kota tersebut, kota yang ingin dia kunjungi sejak lama.


Atlanta tersenyum melihat istrinya yang sangat gembira. Dia berlari untuk mendekati wanita tersebut lalu memakaikannya cardigan tebal agar tak ke dinginan.


"Kamu senang?" tanya Atlanta.


Leana langsung menganggukan kepalanya. Dia mengenggam dengan erat tangan sang suami.

__ADS_1


"Aku udah memasan taksi dan kita akan segera menuju Vila. Besok aku akan membawamu ke tempat yang indah."


Leana hanya bisa mengangguk saja. Ke negara itu bersama dengan sang suami merasa dua kali lipat menyenangkannya.


Sesampainya di Vila, Leana langsung merebahkan badannya di ranjang yang empuk. Sedangkan Atlanta menyimpan semua barang-barang yang mereka bawa lalu ikut menaiki ranjang.


"Sayang," panggil Atlanta.


"Kenapa?" tanya Leana.


"Karena aku sudah membawamu ke sini ples beliin kamu tiket konser. Kamu ngasih aku apa sebagai tanda terima kasih?"


Leana tersenyum lalu menyium pipi dan bibir Atlanta dengan singkat.


"Udah."


"Iya cuma gitu doang, kenapa?"


"Masa gitu doang, mana suasana mendukung, enak nih buat hanget-hangetan." Atlanta sengaja tidak mengatakan lanhsung biarkan istrinya yang peka.


"Kamu mau hanget-hangetan?" tanya Leana membuat Atlanta langsung menganggukan kepalanya secepat kilat.


"Ya udah minum teh enak kali iya?" tanya Leana.

__ADS_1


Atlanta mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan sang istri. Masa gitu doang enggak peka sedikit pun? Maksudnya tuh hanget-hangetan dalam selimut gitu.


"Bukan yang itu, ih," jawab Atlanta.


"Terus maunya yang apa, sayang?"


"Mau jatah," jawab Atlanta akhirnya pada intinya. "Mau iya? Enak loh dingin-dingin gini kita hanget-hangeta."


Leana tersenyum lalu menggalungkan tangannya di leher Atlanta. Dengan menggigit bibir bawahnya, Leana menganggukan kepalanya.


"Centil di depan suami, enggak apa-apakan, readers?" tanya Leana.


Atlanta langsung beranjak ke atas Leana. Dengan perlahan dia memagut bibir mengoda Leana dengan lembut tapi perlahan menjadi ganas. Leana pun ikut membalas ciuman mereka sampai akhirnya mereka sama-Samantha nafsu.


Dengan perlahan Atlanta melepaskan seluruh pakaian yang digunakan Leana. Begitu pun sebaliknya, Leana juga menurunkan resleting celana Atlanta sehingga melorot.


"Enggak sekalian dipegang, sayang?" tanya Atlanta menarik tangan Leana. Namun, Leana mengerucut bibirnya karena merasa dipaksa.


Arlanra yang melihat itu hanya terkekeh melihatnya. Dia pun mencium bibir Leana sekilas lalu fokus dengan permainan yang akan Dia pimpin.


Sekitar hampir dua jam mereka saling panas-panasan di dalam kamar vila tersebut. Yang tadinya merasa sangat dingin, kini kedua pasangan tersebut bercucuran keringat.


Atlanta ambruk di atas istrinya. Leana memeluk Atlanta dan mengusap rambut suaminya yang basah karena keringat.

__ADS_1


"Capek?" tanya Leana.


"Capek tapi enak, mau ngulangin lagi. Kamu masih mau, sayang? Aku masih kuat kok," ucap Atlanta.


__ADS_2