Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Takdir Cinta Atlanta~ Part 6


__ADS_3

Leana berkerja di cafe, dan tanpa dia tahu cafe tersebut adalah cafe milik Atlanta.


"Kita di suruh berkumpul, pemilik cafe akan datang," ucap salah satu karyawan membuat mereka berkumpul.


Mereka semua berkumpul dan menunggu kedatangan pemilik cafe tersebut.


Leana langsung merubah raut wajahnya saat melihat Atlanta. netral mereka berdua saling bertemu, Leana duluan membuang pandangannya ke bawah.


"Apa Atlanta pemilik cafe ini?" tanya Leana dalam hatinya. "Sudah bertahun-tahun aku tidak melihatnya."


Atlanta duduk di sofa, menatap para karyawan yang berada di depannya.


"Apakah ada karyawan baru?" tanya Atlanta kepada orang kepercayaannya untuk mengelolah cafe.


"Iya, pak. Dia..." Iwan menunjuk Leana yang menunduk tak berani menaikan pandangannya.


"Suruh dia datang ke ruanganku, ada hal yang perlu aku bahas dengannya," ucap Atlanta beranjak pergi dari sana.


Iwan menyuruh Leana ikut bersama dengan Atlanta. Mau tak mau Leana pun hanya menurut dan ikut bersama dengan Atlanta menuju ruangannya.

__ADS_1


Saat Leana masuk ke dalam ruangan Atlanta. Dia terkejut saat pintu tiba-tiba tertutup dengan kasar. Leana terus menunduk ketakutan.


"Ur-asan apa sampai bapak memanggil saya?" tanya Leana mencoba profesional.


"Sudah lama iya tidak bertemu. Saking lamanya, bicaranya seperti orang asing," sindir Atlanta.


"Maaf, bukannya tidak sopan jika berbicara biasa dengan bos sendiri? Jadi maaf membantah, pak. Apa boleh kita langsung ke intinya saja? Perlu apa bapak memanggil saya."


"Leana stop bersikap seperti ini, sialan. Gue gak suka," teriak Atlanta.


Leana sontak saja diam, dia menunduk. Tidak berani berkata-kata.


"Maaf," ucap Leana.


"Tolong hentikan," teriak Leana langsung berjongkok. Menyilangkan tangannya di atas kepala. " Sudah aku katakan sama kamu Atlanta, kamu salah paham," ucap Leana.


Atlanta membalikan badannya ke arah lain. Mencoba mengekspresikan wajah biasa saja.


"Gue gak peduli, gue minta lo bangun," pinta Atlanta membuat Leana menghapus air matanya lalu beranjak berdiri.

__ADS_1


Atlanta mengambil sebuah berkas di atas meja. Dia mengulurkan berkas serta pulpen ke arah Leana.


"I-ni apa Atlanta?" tanya Leana.


"Tanda tangani berkas itu, dan mulai sekarang gue memecat lo!"


Mendengar ucapan Atlanta, membuat Leana terkejut mendengarnya. Dia mendapatkan pekerjaan susah payah, dan hanya pekerjaan ini yang membuatnya bisa membayar uang kontrakan.


"Atlanta, apa yang kamu katakan? Pekerjaan ini berarti untukku Atlanta. Aku mohon jangan pecat aku. Tolong jangan membawa masalah pribadi ke bisnis, Atlanta," ucap Leana memohon sambil menautkan tangannya memohon ke arah Atlanta.


"Gue gak membawamasalah pribadi ke pekerjaan. Ada alasannya gue memecat lo, karena bekerja di sini ada aturannya. Orang yang memiliki anak di larang bekerja!"


"Terus apa sangkutannya denganku Atlanta?"


Atlanta menaikan alisnya menatap gadis yang pernah jadi kekasihnya itu.


"Apa maksudmu? Bukannya kamu mempunyai anak? Tega sekali tidak mengakui anak sendiri demi mencari kerja," ucap Atlanta.


Leana mengerutkan keningnya, tidak memgerti apa yang dimaksud oleh Atlanta. Apakah laki-laki itu mengira jika dia mempunyai seorang anak? Fakta apalagi ini yang dia dapatkan?

__ADS_1


"Aku tidak mempunyai seorang anak Atlanta," ucap Leana.


"Masa? Seharusnya sudah ada, iya. Soalnya lo melakukan hal itu sudah berulang kali... Oh, atau jangan-jangan lo bunuh bayi dalam kandungan lo itu?"


__ADS_2