Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Fllbck~ part 60


__ADS_3

Karena tak kunjung mendapatkan sang istri hingga larut malam. Atlanta akhirnya menyerah dan meminta bantuan omnya, yang merupakan seorang mafia dan ceo. Dia juga meminta teman Altar untuk melacak keberadaan istrinya.


Sebelum di bantu, mereka lebih dulu melayangkan bogem mantap kepada Atlanta. Apalagi bunda Karen yang sangat maly mengakui Atlanta sebagai anaknya.


"Tolong, tolong bantu saya," ucap Atlanta berlutut di depan mereka semua terutama di depan bundanya.


Kini seorang Atlanta baru kali untuk meminta tolong seraya menangis kepada mereka. Dia tahu kesalahannya tak pantas untuk di maafkan, tapi dia juga sudah menyesali itu semua.


"Bunda... Bunda tolong Atlan bunda, cariin istri Atlanta sampai ketemu."


Bunda Karen membalikan wajahnya. Dia sangat tahu berada diposisi Leana itu sangat sakit. Kisahnya dan sangat menantu hampir mirip.


"Bunda tidak bisa membantumu! Jika kamu yang membuat kesalahan sendiri sampai dia meninggalkan mu. Maka carilah dia sendiri, Atlan!"


Atlanta melihat ayahnya ada di sana. Jalan terakhir hanya ayahnya. Atlanta pun berlutut di depan Mahendra sedangkan Mahendra merasa terkejut.


"Apa yang kau lakukan, Atlan."


"Ayah, ayah tolong Atlan. Cariin istri Atlan, Atlan mohon. Atlan akan berubah jika Leana sudah kembali kepada Atlan, Atlan akan janji tidur akan merubah."


"Bagaimana lo akan berubah Atlan? Sedangkan sekarang lo sudah ngehamili wanita lain, jika kita mencari Leana juga percuma karena pasti dia belum tentu ingin kembali ke lo. Gue tahu setiap seseorang pernah melakukan kesalahan, dan gue juga pernah, tapi tidak separah lo. Dan gue masih menjaga kesempatan yang diberikan Aisha kepadaku," sela Altar.


Atlanta hanya terdiam. Apa yang dikatakan Altar ada benarnya, sampai kapan pun Leana tidak akan bisa memaafkannya, karena dia sudah menghamili Atlanta. Wanita mana yang sangat bodoh akan kembali dan rela di madu?


"Gue cuma mau tahu dia di mana, gue khawatir, Tar. Istri gue udah enggak punya siapa-siapa lagi selain gue," sahut Atlanta.


"Itu lo tahu, lo tahu dia tidak mempunyai siapa-siapa lagi selain lo, tapi kenapa lo enggak mikir itu sebelum melakukan pengkhianatan? Kenapa baru sekarang baru berpikir jika dia tak memiliki siapa pun lagi? Saat lo berjalin hubungan dengan seseorang, lo enggak pernah mikir jika gue melakukan ini istri gue bakal pergi, gak? Dia bakal sakit hati enggak!?" teriak Altar di depan Altanta. Dia sangat greget dengan sepupunya itu.


Aisha mendekati suaminya dan menyuruhnya istgfar, Altar pun mengikuti ucapan istrinya dengan berucap Astaghfirullah.


"Kakak tenang dulu, udah." Aisha membawa suaminya itu pergi dari ruang tamu. Dia tidak ingin keduanya bertengkar, Aisha sangat tahu mereka bersepupuan orang yang sangat gampang terbawa emosi.


Aisha menyuruh suaminya itu duduk di kursi dan Aisha mengambilkannya air putih. Altar pun langsung meneguk air tersebut sampai habis.

__ADS_1


"Udah dong, kakak dikit-dikit ke bawa sesuana," ucap Aisha.


( ◜‿◝ )♡꒰⑅ᵕ༚ᵕ꒱˖♡


Karena keluarganya tak ada yang ingin membantunya, akhirnya Atlanta balik ke rumah dengan keadaan berantakan. Laki-laki tersebut masuk ke dala kamar dengan kembali sedih, karena suasana kamar itu biasanya mendapatkan cerewetan dan tawa istrinya.


"Sayang maafin aku," ucap Atlanta terduduk di bawa ranjang sambil memeluk handuk yang biasanya istrinya pake. Haroma khas milik Leana masih ketempel di handuk tersebut membuat Atlanta semakin merindukan akan sang istri.


Dia mengatakan penyesalan datang di akhir itu nyata, dulu dia yang sering menasehati sepupunya untuk setia kepada istrinya. Malah kini dirinyalah yang meneguk ludah sendiri.


"Kamu sekarang di mana? Apakah kamu baik-baik saja? Saat ini kamu sudah mendapatkan tempat teduh?" ucap Atlanta keluar dari balkon dan menyadari sedang hujan. Dia pun memungut pakaian yang tadi di cucu sang istri.


Atlanta meremas dengan kuat gamis Leana dan kembali menangis. Dia tadi mengingat membiarkan istrinya menyuci pakaian sendiri sebanyak ini. Rasa bersalahnya semakin besar.


Suara ketukan pintu membuat Atlanta membuka pintu kamarnya. Dia berharap istrinya kembali datang dan merubah pikiran untuk mendengarkan penjelasannya.


"Bunda..."


"Semua aset yang kamh memiliki dari bunda, bunda ambil kembali. Besok jangan perlihatkan dirimu di perusahaan lagi. Dan juga, jangan sampai saya melihatmu datang ke rumah. Saya sudah tak menerima laki-kaki sepertimu yang sama seperti bokap mu itu."


Kini Mahendra hanya diam, karena apa yang dikatakan mantan istrinya tersebut semuanya benar. Dia tidak bisa mengelak sedikit pun.


"Buang jatuh tak jauh dari pohonnya," cibir bunda Karen pergi dari sana dan keluar dari rumah.


Mahendra menatap putranya sekilas lalu mengikuti mantan istrinya. Dia juga tak bisa membantu Atlanta kali ini, karena Karen sudah mengancamnya lebih dulu.


Sepeninggalan orang tuanya, Altanta menghela napas panjang. Dia menuutoi kembali pintu kamarnya dan duduk di sofa mengambil kembali oakaian milik istrinya. Dia cium gamis tersebut dengan lembut.


Atlanta jadi teringat dengan masa-masa dirinya dan istri dalam ruangan tersebut.


"Mas enggak boleh bohong sama aku, mas enggak boleh selingkuh. Kalau itu sampai terjadi, Lea akan meninggakan mas dan tidak akan kembali lagi. Mas tahu kan, kini Lea hanya punya mas."


Atlanta menganggukan kepalanya seraya memangku istri cantiknya tersebut.

__ADS_1


"Mas tidak akan menyelingkuhi istri mas yang sangat cantik ini, jangan kan selingkuh, lirik wanita lain aja tidak bisa karena aku sudah mendapatkan wanita cantik pless copyan bidadari," ucap Atlanta membuat Leana tertawa geli.


"Sayang aku sering dapat kasus loh, ada laki-laki yang cuma suka ngomong doang, tapi bukti enggak ada."


"Jadi kamu tidak percaya sama, mas?" tanya Atlanta.


"Kata siapa? Aku percaya sama mas. Jadi kalau aku percaya sama kamu, mas harus mempertahankan kepercayaan itu. Kepercayaan hanya datang satu kali saja."


"Pasti, sayang."


Atlanta kembali menyesal mengingat akan hal itu. Dia sangat bodoh, bodoh banget.


"Bodoh lo bodoh, Atlan," teriak Atlanta mengacak rambutnya dengan brutal.


Laki-laki itu akhirnya mengamuk, dia menghamburkan apapun yang ada di dekatnya. Sampai di kamar itu sudah sangatn berantakan, bak kapal pecah.


Sampai pada akhirnya, Atlanta pun tertidur di lantai dengan memeluk gamis Leana serta handuknya. Hanya itu yang membuatnya terlelap. Panggilan berulang kali dari Davina selalu dia abaikan.


Ternyata bunda Karen tak pergi dari sana, dia mendengar Atlanta mengamuk di dalam kamar. Walaupun berkata tidak akan membantu anaknya mencari Leana buktinya bunda Karen bergerak untuk mencari keberadaan menantunya, tapi dia tidak akan memberi tahukan kepada Atlanta di mana bumil tersebut tinggal di sana.


Drttt!


Telepon rumah berdering menbuat bunda Karen kaneung mengangkat telpon tersebut. Bunda Karen berharap jika menantunya yang menelfon.


"Halo ini dengan siapa?" tanya bunda Karen. Belum ada jawaban dari seberang sana, bunda Karen pun semakin mengerutkan keningnya.


"Halo ini siapa?" tanya bunda Karen sekali lagi. Tapi tetap saja, tidak ada jawaban.


Namun, beberapa saat kemudian ada suara dari dalam telfon tersebut. Membuat bunda Karen tidak mematinan telfonnya dan menunggu seseorang itu sampai berbicara.


"Sekali lagi tidak berbicara, saya matikan telfon ini..."


"Bunda..."

__ADS_1


"Leana," ucap bunda Karen spontan mendengar suara menantunya di seberang sana. "Sayang, kamu di mana sekarang? Apa kamu baik-baik, saja?"


Bunda Karen dan Leana pun bercerita. Leana memberitahukan di mana sekarang dirinya, tetapi wanita itu memohon agar mertuanya tidak memberitahu Atlanta jika dirinya berada di mana. Leana pun meminta tolong kepada sang mertua untuk mengurus surat cerianya kepada Atlanta. Awalnya bunda Karen menolak. Namun, dia tahu diposisi Leana saat ini.


__ADS_2