Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Takdir Atlanta~ Part 5


__ADS_3

Sesuai perkataan bunda Karen dan Cila. Cila memaksa saat pulang sekolah mampir ke rumah Ileana dulu. Semoga saja gadis itu ada.


Tok-tok!


"Kak Leana," teriak Cila mengetuk pintu rumah Leana. Namun, sedari tadi tidak ada sahutan dari dalam.


"Apa alamatnya salah ya, bunda?" tanya Celi pada bundanya.


"Udah benar ini," jawab bunda Karen. Kali ini dia yang mengetuk pintu rumah.


Tok-tok!


"Leana," teriak bunda Karen, tetapi sama saja tidak ada sahutan apapun. "Sepertinya Leana gak ada di rumah," gumam Bunda Karen bisa di dengar oleh Celi.


"Atau kak Leana ngasih kita alamat palsu, bunda?"


"Tidak, tidak mungkin Leana seperti itu," jawab bunda Leana. "Sudahlah kita datang besok."

__ADS_1


Akhirnya mereka pergi dari kontrakan kecil itu. Kepergian mereka Leana juga baru pulang kerja.


"Leana," panggil seseorang.


"Iya kenapa?" tanya Leana.


"Tadi ada orang yang mencarimu, mereka lama mengetuk pintu tetapi kamu tak ada. Baru saja mereka pergi," ucap tetangga Leana memberitahu gadis itu.


"Oh iya, makasih infonya ibu," balas Leana tersenyum dan masuk ke dalam rumah. "Pasti orang itu adalah bunda Karen dan Celi. Mereka pasti sudah berpikir aku memberikan alamat palsu," gumam Leana menaroh tasnya di sofa lalu beranjak membuat makanan.


Tok-tok!


Ketukan pintu membuat Leana yang sedang memasak menoleh. Dia memberhentikan aktivitasnya lalu beranjak untuk membuka pintu.


"Sia-" Leana terdiam saat tahu siapa orang yang mengetuk pintu rumahnya. Gadis itu ingin menutup pintu rumah kembali, tetapi di tahan oleh orang itu.


"Gue mau bicara dengan lo sebentar saja," ucap orang itu memohon membuat Leana menyuruhnya masuk ke dalam.

__ADS_1


Leana berlari untuk mematikan kompornya dan ikut duduk di sofa menunggu orang tersebut berbicara kepadanya.


"Leana," panggil orang itu.


"Mau menjelaskan apalagi? Aku membencimu bang, karena kamu hubunganku dan Atlanta semakin rumit," ucap Leana.


"Maafin abang, Na," ucap laki-laki itu ingin memegang tangan Leana. Namun, cepat-cepat Leana berdiri dari sana untuk menghindar.


"Saya tidak bisa memaafkan kesalahn abang, jika saja kalian menjelaskannya pada Atlanta, kami masih bisa memperbaiki hubungan kami. Dia masih berbicara denganku, ingin mendengar penjelasanku, tapi apa uang kalian lakukan? Kalian malah menuduhkan melakukan hal itu. Siapa yang tak sakit jika ada yang mengfitnahnya? Sudah berulang kali aku katakan jika di dalam video itu bukan aku, tapi kalian tidak ingin mempercayaiku. Malah memperlakukanku sebagai sampah. Aku kira kalian bisa berpikir dengan dewasa, tetapi aku salah."


"Maaf, gue udah berusaha menjelaskannya kepada Atlanta."


Leana tertawa keras mendengar ucapan laki-laki itu. Kenapa gak dari dulu menjelaskannya? Kalau sudah seperti ini sudah gak ada gunanya, hatinya sudah sangat sakit. Dia sudah sangat di benci oleh Atlanta.


"Percuma, semuanya juga sudah terjadi," balas Leana. "Dengan tidak hormat, saya ingin anda keluar dari rumah saya," usir Leana.


"Saya tidak mempunyai banyak waktu untuk melandengin omong kosong anda," ucap Leana. "SAYA BILANG KELUAR SIALAN," teriak Leana membuat laki-laki itu beranjak dan pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2