Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
Sisi gelap Aisha.


__ADS_3

"Ucapan kak Altar ngaur," seru Aisha. Mengusap wajah suaminya.


Bukannya marah Altar malah terkekeh melihat wajah istrinya.


"Ih kak Altar turunin ih, liat deh orang pada liatin kita, malu tau," ujar Aisha malah menyembunyikan wajahnya di balik leher Altar.


Siswa dan siswi yang melihat itu, seketika tidak bisa berkedip.


"Anjir, itu si Altar dan cewek ninja itu? Wah ga benar nih kayanya si Aisha peletnya kuat banget dah."


"Wah mereka memang terlihat serasi tapi gue cemburu."


"Makkk, anak mu pengen gantian posisi dengan si Aisha, dia kok beruntung banget sih? Bisa di gendong sama Altar."


"Dih cewek sok alim, lagi ngecaper ke Altar. Palingan Altar pengen bully dia," ujar Ilona.


Dan banyak lagi kritikan yang terdengar ditelinga Aisha dan Altar.


"Woi anjing, Aisha cok wah anjing emang. Bisa bisanya dia," hebo Alma dengan mulutnya yang tanpa filter.


"Teman gue itu!!!" teriak Kiara.


Sedangkan diposisi Aisha saat ini benar benar malu.


Altar mendudukan Aisha pada kursi yang ada dikantin, tidak mempedulikan ucapan orang orang yang ada disana. Saat ini dunianya cuman ada Aisha tidak ada yang lain.

__ADS_1


"Mau makan apa?" tanya Altar menaro jari telunjuknya didagu istrinya, agar menatap keatas, sedari tadi Aisha menunduk.


"Kakak," ujarnya ga nyambung. Membuat Altar ingin menghamburkan tawanya saat itu juga, namun dia tahan agar terlihat cool didepan banyak orang.


"Lo mau makan gue?" tanya Altar. Dan Aisha cepat menggeleng.


"Ih ga!"


"Terus apa sayang?" ujar Altar dengan nada lembutnya. Membuat Aisha tersenyum.


"Bakso," balas Aisha.


"Ok," Altar duduk dikursi yang ada didepan Aisha. "Lo sini," panggil Altar melihat siswa yang lewat didepannya.


"Saya kak?" tanya siswa itu menunjuk dirinya sendiri.


"Tolong, pesanin bakso satu mangkok, kuahnya Jangan terlalu banyak, terus es jeruk tapi jangan diberi gula maupun susu," jelas Altar, sambil memberikan uang sebesar seratus ribut kepada murid itu.


"Lebihnya lo ambil aja," sambungnya. Membuat siswa itu mengangguk dan pergi untuk memesankan apa yang Altar minta.


"Altar," panggil seseorang yang duduk disampingnya. Dan tidak lain orangnya adalah Ilona.


Aisha membulat kala Ilona merangkul lengan Altar.


"Apasih lo bangsad," ujar Altar menipis kasar tangan Ilona, bahkan Ilona hampir terperanjak jatuh kelantai.

__ADS_1


"Altar lo kenapa sih? Dan..... " Ilona menjeda kalimatnya sambil melirik Aisha. " cewek sok alim ini kenapa ada sama lo?" sambung Ilona menatap jijik kearah Aisha.


Sedangkan Aisha saat ini meremas ujung roknya dengan kuat, bukan karena sakit hati karena ucapan Ilona, tapi berusaha menahan emosi nya.


Altar memukul meja yang ada didepannya dengan sangat keras, sehingga Ilona bahkan Aisha terkejut.


"Ulang coba yang lo bilang tadi," pinta Altar kepada Ilona. Diwajahnya masih terlihat tenang, tapi badannya udah memanas untuk segera memukul Ilona saat itu juga.


"Dia gadis murahan dan sok ali-" Ilona belum melanjutkan ucapanya tapi tiba tiba.


PLAK.


Bukan Altar yang menampar Ilona. Melainkan Aisha.


"Jangan mulut mu Ilona, bukan nya dirimu gadis murahan disini?" bentak Aisha.


"Apa maksud lo sialan." Ilona ingin menampar balik Aisha. Namun cepat cepat Aisha menahan tangannya, bahkan tangan Ilona dia remas dengan kuat.


"Jangan coba coba menaikan tangan mu itu padaku," bisik Aisha dan melepaskan tangan Ilona. Membuat Ilona kesakitan.


"Sadar lah Ilona, disini kamu gadis yang murahan tidak tau diri, mendekati suami orang yang jelas jelas menghindari mu," bisik kembali Aisha dengan senyum devilnya. "Jaga jarak mu pada kak Altar, tubuh dan tangan mu itu membuat badan suamiku kotor," lanjutnya.


"Maaf, tapi perbuatan mu sudah kelewatan batas beberapa hari belakangan ini aku lihat."


Altar yang melihat itu tersenyum. Apakah ini sisi gelap Aisha?

__ADS_1


"Lo udah dengarkan apa yang dikatakan bini gue? Sampai sini paham? Paham lah," lanjut Altar yang berbisik ditelinga Ilona. Membuat Ilona membeku, dadanya sangat sesak saat itu juga mendengar bisikan Altar.


__ADS_2