
Tok tok.
"Maaf den, nyonya ngeganggu. Tapi dibawah ada teman kalian," jelas pembantu rumah tangga yang bernama Indah.
Indah pembantu rumah tangga yang disewa oleh Altar, sebenarnya Indah tidak menginap disana tapi karena permintaan Aisha menyuruh Indah tidak bolak balik akhirnya Indah tinggal disana mulai hari ini. Indah juga cuman kontrak sendirian, keluarganya ada dikampung jadi Aisha memilih Indah tinggal di rumah itu agar ada yang menemaninya saat Altar sedang tidak ada dirumah.
Kembali ketopik utama.
"Kak Altar, coba istgfar," ujar Aisha.
Altar mengacak rambutnya furstasi. " Astaghfirullah," ucap Altar.
"Kak Altar, Ais kan sudah pernah bilang jangan bicara kasar gitu lagi ih!" celetuk Aisha pada suaminya.
"Kakak refleks, lain kali kakak ga ulangi lagi janji." Altar menaikan dua jari kepada Aisha.
Aisha hanya menghela nafas. " Kalau ngomong gitu lagi, gada ciuman lagi atau lain lainnya!!!" ujar Aisha penuh tekanan.
"Ih kok gitu sih? Janji ga ulangi, kalau ulangi nanti janji lagi," protes Altar.
Aisha hanya memutar bola matanya jegah.
"Yaudah ayo turun, pasti di bawah ada keempat teman kakak," ujar Aisha melompat ke Altar. Untung saja pria itu menangkapnya.
"Astaga, kalau jatuh gimana?" ketus Altar, yang masih panik.
"Maaf heheeh." Aisha hanya yengir.
Mereka berdua pun berjalan turun kelantai bawah Dimana ada keempat sahabat Altar ada.
Altar dalam hati selau mengumpat temannya itu. Bisa bisanya ngeganggu aktivitasnya bersama sang istri.
__ADS_1
Setelah sampai dibawa. Aisha turun dari gendongan suaminya.
"Yang nyuruh kalian datang siapa?" tanya Altar ketus pada keempat temannya.
"Dih, kita juga mau ikutan jalan jalan lah!!" sahut Vier.
"Lo, gaboleh lolos dari pandangan kita." Evan menaik turun kan Alisnya, tidak lupa dengan wajah tengilnya juga.
Altar hanya berdecak saja.
"Lo pada udah sholat isya? Maksud nya lo bertiga," ujar Altar kepada temannya, kecuali Kendra.
Mereka menggeleng.
"Sana sholat dulu, entar gue tunggu!" pinta Altar.
Mereka bertiga menggaruk tengkuk leher mereka masing masing.
"Lain kali aja bos!!" timpal Cakra.
"Ck, ga ga, ok kita bakal sholat bos," ujar Vier merai tangan Altar, Altar pun menepisnya.
"Kalian benar benar niat sholat? Kalau hanya terpaksa gausah!" sahut Aisha buka suara.
"Kami benar benar kok ibu ketua, tapi kita gatau ambil wudhu yang benar," ujar Evan jujur.
"Kak Altar tolong ajarin mereka berwudhu," pinta Aisha pada suaminya.
Altar hanya mengangguk.
"Gue tau wudhu." Kendra mengangkat tangannya.
__ADS_1
"Wah yang benar?" tanya Aisha dan hanya di angguki oleh Kendra.
"Ya bu bos." Kendra hanya manggut manggut.
"Wah Kendra hebat," puji Aisha memberi Kendra jempol.
"Iyaudah kamu boleh bantu kak Altar ajarin mereka wudhu? Nga masalahkan?" tanya Aisha dan hanya diangguki oleh Kendra.
"Toleransi kamu kuat banget iya Kendra, Ais bangga sama kamu."
Altar dan Kendra menarik tangan ketiga temannya dengan sangat teragis.
"Lo berwudhu aja gatau," cibir Altar.
"Iya namanya aja Kafir!" Ujar Evan menyindir Vier.
"Nama gue Vier bukan Kafir!" protes Vier menyiram air kearah Evan.
"udah sekarang, kalian coba cuci tangan kalian seperti ini," pinta Altar dan memberikan pergerakan cara mencuci tangan yang benar saat berwudhu.
"Bukan gitu nyet!" ujar Kendra disaat Cakra hanya membilas bilas tangannya.
"Altar gue mau nanya," ujar Cakra setelah selesai berwudhu.
"Apa?" tanya Altar.
"Do'a selesai wudhu dan sebelum wudhu apa?"
Untung Altar sudah menghafal do'a wudhu dan sebelum wudhu diajari oleh istrinya.
"Disaat ingin berwudhu kalau kalian tidak menghafal do'a wudhu kalian boleh membaca bismillah aja. Tapi kalau hafal do'a nya kalian bisa membaca do'a niat berwudhu yaitu. Nawaitul whudu-a lirof'il hadatsii ashghori fardhon lillaahi ta'aalaa.
__ADS_1
Kalau doa sesudah wudhu yaitu. Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu. Wa asyhadu anna Muhammadan Abduhu wa rasuluhu. Allahumma-j alnii minat tabinna waj alnii minal mutathohiirina waj alni min ibadati shalihin."
"Nanti gue ngasih tau ke Aisha agar lo bertiga bisa mempelajarinya lebih lanjutnya," ujar Altar. "Dan lain kali saat berwudhu dilarang berbicara!"