Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Badboy Suamiku •Chapter 99•


__ADS_3

Altar maupun Aisha sedang berada di rumah Atlanta saat ini.


Sesuai dengan perjanjian Altar akan menjenguki Gea setiap harinya.


Kedatangan mereka membuat Gea langsung berhamburan memeluk Altar.


Aisha yang melihatnya hanya menghela nafas.


"Halo, Cila," sapa Aisha berjongkok di hadapan anak kecil di depannya.


"Kakak Ais," sahut Cila bersorak.


"Cila, lagi ngerjain pr ya? Kakak boleh bantu?" tanya Aisha menawar.


Cila menggeleng. "Gak usah kakak, Cila bisa sendiri udah di ajarin sama kakak Gea," tolak Cila.


Anak kecil itu menarik tangan Aisha.


"Mau kemana?" tanya Aisha.


"Cila punya kelinci, Cila udah lama mau memperlihatkan sama kakak, tapi bunda sibuk banyak pasien, Aa Atlan juga jarang pulang. Jadi gak bisa datang ke rumah kakak," keluhnya. "Cila jadi senang pas bunda bilang kalau kakak dan Aa Altal bakal datang."


Aisha hanya tersenyum, gadis kecil itu mengajak Aisha ke halaman belakang rumah.


"Mana kelincinya?" tanya Aisha.


"Ini...," tunjuk Cila pada baskon, yang jelas berisi kelinci.


"Eh." Aisha menutup mulutnya.


Dia berjongkok dan mengelus kepala kelinci kecil tersebut.

__ADS_1


Cila ikutan berjongkok. "Lucu, gak kak?" tanya Cila.


Aisha mengangguk. "lucu, kaya kamu," jawab Aisha membuat anak kecil itu kesenangan.


Mereka pun bermain di halaman belakang dengan girang, sampai saatnya Gea datang memanggil Cila.


"Cila pr lo udah selesai?" tanya Gea mendekati mereka berdua.


Cila yang di tanya menggeleng. "Belum, tapi mau main dulu sama kakak Ais!" jawabnya.


"Sana kerjain tugas lo," tegas Gea.


Cila menatap ke arah Aisha, Aisha yang di tatap mengangguk.


"Belejar lah, nanti kita main lagi," ujar Aisha. Cila pun berlari pergi dari sana.


Kini tinggal Aisha dan Gea yang ada di sana, Gea mendekati Aisha yang membersihkan pakaiannya terkena sabun.


**************


"Cila, lihat kakak Ais gak?" tanya Altar mengelus surai anak kecil itu.


"Di belakang," jawab Cila.


Altar pun mengangguk, berjalan ke arah belakang di mana ada Aisha dan Gea di sana.


Altar baru ingat kalau mereka harus ke rumah Aqila, membawa neneknya ke rumah sakit hari ini.


Belum sampai di belakang. Altar sudah mendengar keributan. Altar pun tergesa-gesa berlari, takut terjadi sesuatu pada istri dan adik sepupunya. Dia sangat tau kedua wanita itu tidak akur.


"Jangan lepasin tanganku Gea." Aisha berusaha menggenggam dengan kuat tangan Gea.

__ADS_1


Sekarang mereka berdua bersama-sama di ujung tepi kolam renang yang dalamnya lumayan dalam.


Mereka saling tarik-menarik, tak tau kalau mereka saling lepas, di antara mereka akan terjatuh ke dalam kolam.


Gea menoleh kiri-kanan dan melihat Altar yang berjalan ke arah mereka. Sebuah ide terlontar di otak Gea.


Gadis itu melepaskan tangan Aisha, dan menjatuhkan dirinya sendiri ke dalam kolam. Seakan-akan Aisha yang melakukannya dan pada akhirnya Altar akan menuduh Aisha.


"To-long," teriak Gea menaikan tangannya.


Aisha yang melihatnya panik, tangannya seketika bergetar hebat. Dia menoleh ke belakang dan mendapati suaminya.


Altar yang melihat adik sepupunya, menatap Aisha sekilas lalu menyelap dengan buru-buru ke kolam untuk menyalamatkan Gea.


"I-ni, bukan aku yang mendorongnya. Dia yang melepaskan tangan ku," gumam Aisha.


Wanita itu sedikit mundur di saat Altar memampah tubuh Gea naik ke atas.


"Gea," panggil Altar, memangku kepala sang sepupu.


Altar menatap ke arah istrinya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Cila," teriak Altar, dan tak beberapa lama Cila datang dan ikut terkejut.


"Kak Gea, jatuh ke kolam renang? Kata Aa Atlan kolam itu dalam."


"Tolong, panggilkan paman yang jaga kamu di rumah boleh?" tanya Altar dan langsung di angguki Cila.


Cila pun buru-buru berlari keluar mencari keberadaan boygrup yang selalu mengawasinya.


"Kak Altar," panggil Aisha dengan suara yang bergetar.

__ADS_1


"DIAM AISHA! INI SEMUA SALAH MU, KAKAK TAU KAMU TAK SUKA DENGANNYA, TAPI GAK GINI JUGA CARANYA! KAU INGIN MEMBUNUHNYA?" bentak Altar.


__ADS_2