Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Rencana busuk Ilona dan Aska •Chapter 46•


__ADS_3

Ilona tersenyum miris, dia memasuki sebuah markas, yang tampaknya sangat berantakan, dan sedikit seram. Ilona melangka 'kan kakinya, sehingga seseorang membuatnya berhenti.


"Siapa, gadis ini?" tanya salah satu pria, yang ada di sana.


"Ini benar, markas geng motor Galaxsy?" tanya Ilona.


Pria yang ada di sana, mengangguk.


"Gue mau bertemu bos kalian, yang bernama Aksa," ujar Ilona.


"Bos Aksa, sibuk," sahut anggota geng motor Galaxsy.


"Gue gak sibuk, anda perlu apa?" tanya Aksa tiba tiba datang.


"Gue, mau ngomong sama lo."


"Ok, ayo masuk," ajak Aksa, membuat Ilona mengekor di belakang Aksa, sampai saat mereka berhenti di sebuah ruangan yang terlihat sangat dark.


"apa yang lo mau, omongin ke gue," pinta Aksa.


"Lo musuh geng motor Altar, bukan?" tanya Ilona, membuat Aksa mengangguk.


"Gue mau lo bantu gue," ujar Ilona, membuat Aksa menaikkan satu alisnya.


"Atas dasar apa gue, harus membantu bit*h kaya lo?" tanya Aksa.


"Gue bukan jal*ng sialan," protes Ilona. " Gue mau, lo culik istrinya Altar, terserah lo mau apa in gadis sialan itu," sambung Ilona.


"Istri?" tanya Aksa memastikan, pendengarannya tak salah.

__ADS_1


Ilona mengangguk. " Altar di jodohkan dengan gadis bercadar dan itu membuat ku sulit mendapatkan Altar. Jadi gue mau lo bantu gue singkir 'kan gadis itu dari Altar. Lo juga bakal dapat untung kalau lo mau ngelakuin ini, Altar sangat menyayangi istrinya, lo bisa membuat gadis itu menjadi senjata kemenangan," ujar Ilona tersenyum.


Aksa tersenyum miring ke arah Ilona. " lo jadi cewek licik juga," ujar Aksa. "Ok, mari kita coba rencana busuk lo, kayanya bagus."


Mendengar itu, seketika Ilona tersenyum bahagia. Tidak sia-sia dia memberani kan diri, datang ke markas Galaxsy.


***************


"Sayang." Altar memeluk Aisha dari belakang. Sedang memasak di dapur.


"Udah pulang?" tanya Aisha. Mengusap tangan kekar suaminya, yang sedang memeluk pinggang rampingnya.


Altar hanya berdehem, sambil menghirup dengan rakus, aroma khas dari badan Aisha.


"Perutnya, udah gak sakit?" tanya Altar, mengusap perut rata Aisha.


"Udah, gak kok," jawab Aisha. " Awas ih, susah tau masaknya, kalau kakak nempel terus."


"Sakit," aduhnya.


Altar pun dengan refleks mencium telinga Aisha. "Maaf, sengaja hehehe," kekeh Altar.


"Kamu masak apa sayang?" tanya Altar, mengurangi pelukanya.


"Lagi masak sup ayam, kamu suka?"


Altar mengangguk. " Apapun yang kamu masak, pasti akan menjadi makanan favorit aku," jawab Altar.


"Dih, dulu yang bilang masakan Ais gak enak siapa?" tanya Aisha, menyindir.

__ADS_1


"I-tu, aku gengsi," jawab Altar. "sekarang masakan kamu paling enak, gak ada duanya, masakan mamah aja kalah," puji Altar, sehingga mendapatkan senyuman dari Aisha.


"Affah iya?" tanya Aisha.


"Iya habibati."


"Kak," panggil Aisha.


Altar hanya berdehem.


"Kenapa kakak tuh jadi ketua motor kejam, tapi di mata Aisha, kakak tuh lucu kaya anak kucing?" tanya Aisha.


"Yah, mungkin hanya kamu yang beruntung sayang," balas Altar. Tidak marah di kata kan, seperti anak kucing.


"Kakak mandi ngih, bau debu," ujar Aisha, menindih hidungnya.


Altar yang melihat itu, mengerutuk kesal, dia pun pergi dari dapur, untuk ke kamar, berniat membersihkan diri, agar Aisha tidak mengejeknya bau debu.


Aisha hanya terkekeh, lalu melanjut aktivitasnya memasak.


Indah ke pasar bersama Mang Ujang, jadi rumah itu sepi, hanya ada dirinya dan Altar.


"Tadi kak Altar, manggil Ais dengan sebutan habibati?" Aisha jadi salah tingkah, kalau mengingat Altar tadi memanggilnya habibati.


Habibati, nama panggilan sayang dalam islam untuk istri. Lain halnya dengan Habibi kusus buat suami.


"Habibi, Habibati. Cocok hehehe." Aisha merasa geli, membayangkan, dia dan Altar saling memanggil Habibi dan Habibati.


"Iya sampai lupa." Aisha menepuk jidatnya. "Tadi aku mau nelfon bang Rigel, kenapa ke jogja tanpa memberi tahu ku." Aisha bakal mengomel pada abangnya dan kedua orang tuanya.

__ADS_1


'Bisa-bisanya pergi keluar kota tanpa memberi tahu dirinya? Emang diri Aisha sudah gak di anggap, karena udah mempunyai suami?' pikir Aisha.


__ADS_2