
"Sehabis ini, kita ke rumah mamah ya!"
Aisha yang sedang memakai kerudungnya berbalik badan ke arah Altar. "Ya," jawabnya singkat.
Gadis itu sepertinya masih marah dengan suaminya.
"Kamu gak nanya, mau ngapain?" tanya Altar.
"Mau ngapain?" tanya Aisha balik.
Dengan hati yang senang Altar langsung memeluk pinggang istrinya.
"Hari ini, sepupuku datang dia mau ketemu kamu," jawab Altar menaro dagunya di pundak Aisha.
"Sepupu? Cowok atau cewek?" tanya Aisha.
"Cowok dan cewek, namun kakak kangen sama yang cewek namanya Gea, Gea adek sepupu kakak yang aku sayang banget, kakak juga sangat kangen sama dia udah lama gak ketemu," jelas Altar.
Aisha hanya berdehem. Sudah terlihat jelas hari ini suaminya terlihat begitu senang, tidak dengan dirinya yang merasa gugup bertemu dengan sepupu iparnya. Dia takut akan di kata kan cewek aneh tidak pantas untuk Altar.
Altar yang melihat wajah Aisha merubah ekspersi. " Kenapa sayang?" tanya Altar memegang pipi istrinya.
Aisha menggeleng. "Gak apa-apa," jawabnya tersenyum kecut.
Altar tersenyum membalas senyuman istrinya. "Kamu udah siap? Kita pergi sekarang?" tanya Altar.
Aisha hanya mengangguk.
********************
Mereka pun menujuk ke rumah kediaman Geutama menggunakan mobil, bisa kena geprek Altar kalau membawa menantu kesayangan mamanya naik motor.
__ADS_1
Beberapa saat kemudiam mereka telah sampai di rumah orang tua Altar.
Saat Altar hendak membuka pintu mobil untuk istrinya, tiba-tiba seseorang memanggilnya dari belakang.
"Kak Ata," panggil seseorang dengan senang.
Altar membalikan badannya dan menangkap tubuh kecil adek sepupunya, yang hanya beda dua tahun lebih muda darinya.
Altar berjalan masuk, melupakan istrinya yang masih ada di dalam mobil.
Lama menunggu akhirnya Aisha membuka pintu mobil sendiri dan keluar, dia melirik ke kiri-kanan namun tidak mendapati suaminya.
Wanita itu hanya menghela nafas. "Tadi di suruh nunggu, eh malah di tinggalin," lirihnya berjalan masuk sendiri.
Marwa yang melihat putranya yang menggendong alah bayi keponakannya tersenyum namun di saat tidak mendapati menantunya, lantas bertanya.
"Aisha, mana Tar?" tanya Marwa.
"Sa-" ucapan Altar terhenti, dia berlari keluar di mana dia melupakan istrinya.
Baru di ambat pintu dia sudah melihat istrinya, Altar pun menghampirinya dan menarik tangan Aisha namun di tepis.
Wanita itu berjalan lebih dulu dari Altar.
Altar menatap tangan yang di tepis istrinya, beberapa saat dia pun ikut masuk.
"Asslamualaikum," ucap Aisha, di balas oleh orang yang ada di ruangan.
"Akhirnya, menantu Mama datang," seru Marwa menarik tangan menantunya menyuruh duduk di sampingnya.
Dua sepupu Altar menatap ke arah Aisha, Aisha yang di tatap hanya mengalihkan perhatiannya pada sang mertua.
__ADS_1
"Lo, gadis yang ada di supermarket itu kan?" tanya sepupu Altar.
Aisha menoleh ke sumber suara, dan mengangguk. "Ternyata kamu yang pernah menolongku," jawab Aisha.
sepupu cowok Altar mengangguk.
"Kalian, sudah pernah bertemu sebelumnya?" tanya Marwa di angguki oleh kedua orang itu.
"Siapa?" tanya Altar menyahut tidak nyambung, baru datang.
"Siapa, maksudnya?" tanya balik Marwa pada putranya.
"Yang pernah bertemu sebelumnya!"
"Owh ini, Ais dan Atlanta katanya sudah bertemu sebelumnya," jawab Marwa menjelaskan.
"Dia yang pernah memberi mu jaket busuknya itu?" tanya Altar pada istrinya.
"Jaketnya gak busuk!" ngegas Aisha.
Atlanta menjulurkan lidahnya pada Altar, kedua lelaki itu memang tidak pernah akur.
"Awas aja, lo sialan," umpat Altar, melempar bantal sofa ke arah wajah Atlanta.
Altar duduk di samping istrinya, menatap sinis ke arah Atlanta, serasa mengibarkan bendera peperangan.
"Aisha kan?" tanya Gea buka suara, sekian lamanya memandang Aisha.
Aisha menoleh ke arah Gea dan mengangguk.
"Gue Gea, adek sepupu kak Ata yang paling dia sayangi," ujar Gea, memperkenalkan diri.
__ADS_1
Aisha mengangguk. "Sudah tau, sudah di ceritain, kak Altar juga kelihatan senang pas dengar kedatangan mu," jelas Aisha tersenyum. "Ya sayang banget, bahkan tadi istrinya sempat di lupakan," batin Aisha berlanjut.