Badboy Suamiku

Badboy Suamiku
~Takdir Cinta Atlanta~ part 54


__ADS_3

Atlanta menyeringai, dia menghadap ke belakang. Di mana Davin berdiri, Atlanta tersenyum tipis lalu mendekati wanita tersebut.


"Lo kira gue percaya? Lo bukan saja main sama gue, tapi banyak laki-laki. Siapa tahu itu bukan anak gue."


"Tapi yang aku temani berhubungan cuma kamu, Atlan. Kamu mengatakan jika Leana tak bisa hamil, dan kamu ingin mempunyai keturunan."


Atlanta terdiam membuat Davina menatap nanar laki-laki yang sangat dia cintai itu.


"Atlan, aku mengandung anakmu. Kamu sudah berkata akan bertanggung jawab, lagian Leana tidak bisa hamil. Dan kamu yang berbicara seperti itu," ucap Davina. "Kamu yang merebut keperawanan ku Atlan, dalam sini ada anakmu." Davina menunjuk perutnya.


"Ck lupakan itu, gue bakal tanggung jawab memang dalam sana ada anakku. Gue bakal bayar semua pengeluaran yang lo butuhkan."


Davina tertawa piluh mendengar ucapan laki-laki di depannya. Seenak jidatnya akan menanggung semua pengeluaranmya? Dia tidak membutuhkan itu.


"Aku butuh kehidupan. Aku ingin berada diposisi Leana, aku mau itu."


Atlanta mengacak rambutnya furstasi. Bisa-bisanya dia kecolongan. Dia tak tahu jika Leana masih bisa hamil, makanya dia berani melakukan ini dengan Davina, agar dia mempunyai anak, tapi dia mendapatkan hadiah bahwa istrinya malah hamil.


"Itu enggak bisa, istri gue juga hamil."


"Aku enggak peduli Atlan, aku hanya ingin hak ku. Berikan hak ku, atau aku akan mengatakan ini semua kepada Leana. Jika kamu berani mengkhianatinya, entah sekecewa apa nanti dirinya jika mengatahuinya."


"Ok, gue bakal tanggung jawab, gue bakal adil antara lo dan Leana, tapi gue mohon jangan katakan yang sebenarnya kepada, Leana," ucap Atlanta membuat Davina tersenyum.


Wanita tersebut membulurkan tangannya kepada Atlanta. Dengan ragu pun Atlanta menautkannya dan membawa wanita itu pergi untuk periksa kandungan. Bagaimanapun yang di kandung Davina jelas adalah anaknya, karena dirinya yang meleoaskan keperawanan yang dimiliki Davina.


Tenyata, sepulang dari jepang. Atlanta sehingga di kos Davina. Dan meminta untuk Davina untuk memhamdung benihnya, karena istrinya tidak bisa mengandung lagi.


Awalnya Davina menolak, tetapi Atlanta merayunya sehingga Davina terlena dan memberikan semuanya kepada laki-laki tersebut. Bahkan, Atlanta berkata akan menikahinya dan membuat dirinya bahagia. Walaupun sebagai kekasih gelapnya, Davina tidak mempermasalah kan itu semua, yang jelas sama dengan Atlanta.


⊂((・▽・))⊃⊂((・▽・))⊃


Sore harinya, Atlanta menjemput istrinya di rumah sang sepupu. Leana pun sudah menunggu kedatangannya.


"Lama nunggunya?" tanya Atlanta mencium pucuk kepala istrinya lalu tersenyum.


"Enggak kok," jawan Leana dia berbalik untuk berpamitan kepada tuan rumah.


"Kak kami pamit, iya," ucap Leana membuat Aisha serta Altar tersnehhm lalu menganggukan kepalanya. "Fisha aunty pulang dulu, iya. Kapan-kapan kita ketemu lagi."


Fisha mengangguk. Leana pun memeluk gadis kecil tersebut, lalu pergi bersama dengan Atlanta. Sesampainya di rumah, Leana memasak untuk sang suami.

__ADS_1


Ceklek!


Bersamaan dengan Atlanta keluar dari kamar mandi. Dan Leana membuka pintu kamar, Leana menggeleng seraya berjalan mengambil jas serta kemeja Atlanta yang di taroh di ranjang.


"Ceoat berpakaian, baru turun untuk makan," ucap Leana berjalan masuk ke dalam kamar mandi untik menyimpan pakaian kotor tersebut.


Saat hendak menurunkan kemeja Atlanta ke mesin cuci. Leana merasa bau parfum suaminya berbeda, dan ini khas milik wanita, Leana tidak memakai parfum dengan aroma seperti ini.


Karena tak ingin menyimpan curiga, Leana mencoba mengyalinkan dirinya jika sang suami tidak akan pernah berbuat seperti yang dipikirkan.


"Di kantor kan banyak karyawan cewek dan keluar masuk ruang kerja Atlan. Makanya baunya tercemar," ucap Leana lalu menurunkan pakaian tersebut ke dalam mesin cuci, lalu keluar dari kamar mandi.


Di luar, Atlanta sudah menunggunya dengan senyuman. Leana pun langsung memeluk suaminya dan keluar bersama keluar dari kamar untuk menuju meja makan.


"Tukan dari sini udah kecium aroma masakannya. Udah ciri khas istrimu memasak, ini," puji Atlanta membuat Leana salah tingkah dibuatnya.


"Udahlah enggak usah muji," ujar Leana mengambilkan nasi untuk suaminya dan untuk dirinya juga.


"Mau lauk yang mana?" tanya Leana.


Atlanta menunjuk ayam goreng kecap membuat Leana mengambilkan ayam itu untuk suaminya.


Leana hanya tersenyum dan ikut makan. Setelah selesai makan, mereka kembali ke kamar. Akan ada art yang akan membersihkan piring kotor.


Di dalam kamar, Atlanta hanya sibuk bermain ponsel. Dan tidak terlalu memperhatikan istrinya.


"Sayang," panggil Leana membuat Atlanta menoleh.


"Kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Leana. "Lihat apa sih di ponsel?"


Atlanta buru-buru menyimpan ponselnya, lalu memanjakan Leana.


"Jawab dulu mas, pertanyaannya aku."


"Tadi lihatin video kamu saat main sama Fisha tadi, sayang. Tadi di kirimin kak Aisha," jawab Atlanta membuat Leana memicingkan matanya.


"Oh iya? Coba aku lihat." Leana meraih ponsel Atlanta, Atlanta pun meneguk salvinnya. Jangan sampai Leana melihat chatnya dengan Davina.


"Sayang ini passwordnya apa?" tanya Leana saat ingin masuk ke wa dan tidak bisa.


"Tanggal pernikahan kita," ucap Atlanta membuat Leana mengetik itu dan benar berhasil.

__ADS_1


Atlanta bernapas lega, karena tadi dia sudah menghapus pesannya dengan Davina, jadi tak khawatir jika Leana memeriksa ponselnya.


"Udahakan, sayang? Mana berani aku selingkuhan kamu," imbuh Atlanta mencium tengkuk leher Leana. "Lihat wanita dalam ponsel aja, aku skip. Kan udah ada yang cantik di depan aku."


Leana tersenyum dan menyimpam ponsel itu kembali ke atas nakas, lalu membiarkan sang suami mencium tengkuk lehernya.


"Mas," panggil Leana membuat Atlanta mendongak, dan menatapnya.


"Kenapa, sayang?"


"Enggak apa-apa. Aku cuma merasa enggak ngejanggal, tapi apa, iya?" tanya Leana.


Atlanta menggaruk belakang kepalanya. Dan mencoba biasa saja, dia mengecup berulang kali ini kening istrinya.


"Perasaan kamu aja kali, sayang. Biasa-biasa aja kok. Emang kamu merasa kaya gimana?"


"Enggak tahu, mas."


"Mungkin harmon kehamilan, sayang. Kamu ngidam apa? Biar mas belikan."


"Aku mau makan jeruk dan mangga asem, bolehkan mas?" tanya Leana membuat Atlanta menganggukan kepalanya.


"Ya sudah tunggu sini, iya mama. Papa beliin dulu," ucap Atlanta beranjak untuk mengambil jaketnya kunci motor dan ponselnya.


"Udah itu juga aja, sayang enggak ada yang lain?"


"Udah itu aja, mas."


Atlanta menganggukan kepalanya. Atlanta pun pergi dari rumah untuk mencari buah jeruk dan mangga asem.


"Mas Atlan jadi beda ngasih hari ini? Ada apa iya? Apa itu hanya perasaan ku aja?" tanya Leana dalam hatinya. "Udalah mungkin emang kaya gitu, aku aja yang berpikir hal yang aneh." Leana mengusap perut ratanya.


Leana menarik dompet suaminya yang berada di nakas. Mungkin saja laki-laki itu melupanya atau memang sengaja di simpan.


"Ini biaya administrasi di dokter kandungan tadikan? Kok jadi dua?" tanya Leana. "Mungkin yang dulu masih di simpan sama dia," ucap Leana benar-benar tidak curiga. Bahkan, tidak membaca nama yang ada dalam kertas tersebut.


Leana tersenyum saat fotonya ada di dalam dompet sang suami. Foto waktu mereka masih berpacaran dahulu. Leana tidak pernah membayangkan akan menikah dengan laki-laki yang dia temani dahulu.


"Aku berharap kamu terus ada di sampingku," gumam Leana tetsenyum sambil mengusap fotonya berdua dengan Atlanta.


Atlanta yang baru saja datang, langsung tersenyum kepada Leana dan memberikan satu kanton plastik yang berisi beberapa buah.

__ADS_1


__ADS_2