
Hay semua..# Aku pikir udah sepi hehe nggak taunya masih banyak yang setia hohooo. salam yah semua.
oh iya jangan lupa mampir di karya ku yg Baru dengan judul " Twins Antagonis" Seorang yang masuk kedalam Novel dan menjadi kembaran si antagonis yang mati secara mengenaskan. Apa yang akan dilakukan? membiarkan semuanya terjadi atau hanya diam saja?
.
.
.
.
Bolehkah Caisra bersyukur? Disya adalah malaikatnya, dia menyukai Disya dengan apapun yang Disya punya. Cinta atau tidak itu ia tidak tau tapi yang pasti sampai kapanpun ia tidak akan meninggalkan Disya, sebab ia tau tidak akan ada yang lebih tulus dibandingkan Disya. Bahkan orang tuanya sendiri.
Mata Cessy menatap kedepannya nanar, didepannya adalah Faren yang sudah dua bulan ini melatihnya dengan sangat keras. Faren menghela nafas.” Saatnya kita bertemu dengan tua Bangka itu. ku harap kamu tidak melakukan kesalahan Cessy. Dan ingat jika namamu adalah Morgan.”Ujarnya.
Cessy mengangguk diam. Faren mendengus lalu bangkit.
Gibran pun membawa Cessy untuk menuju ke dalam mobil. Dijalan Gibran mulai menjelaskan apa saja yang harus Cessy lakukan didepan tua Bangka alias ayah dari Faren yang artinya adalah kakeknya saat ini. Cessy hanya diam tak menjawab, sesekali Gibran menatap Cessy dengan tatapan kasihan sebab wanita muda sepertinya harus mengalami hal yang begitu buruk begini.
Namun Cesy tidak menyadarinya, ia tau jika Faren adalah sosok yang baik, hendak membantunya saat ini.. ia akan melakukan hal yang baik, tak mengecewakan mereka.
Sampai didepan rumah besar, lebih tepatnya mansion yang bahkan rumahnya sangat luas. Cessy diajak turun oleh Faren dan juga Gibran menuju kedalam rumah. Cessy menatap rumah dalam diam tak banyak bicara. “Morgan kau harus ingat apapun yang aku katakana, sebab jika tidak kamu bukannya bisa membalas semua dendammu tapi malah mati dengan mengenaskan.”Ujarnya.
Cessy mengangguk pelan dan Faren melirik sejenak saja. Mereka masuk menuju ruang keluarga, yang ternyata disana sudah banyak keluarga yang sudah menunggu. Cesy gugup ketika ditatap namun tetap diam dan mengontrol wajahnya. “Ayahh.. ibu.” Faren mendekati kedua orang tersebut dan juga duduk didepan mereka.
Cessy melihatnya pun mendekat keduanya dan diam berdiri disisi Faren.”Duduk disini.”Faren bergeser memberi ruang untuk Cessy.
Cessy diam menurut. Kedua orang tua didepan mereka menatap Cessy datar dan keluarga yang lainpun ikut menatap Cessy datar dan sinis.
“ Kau? Bagaimana bisa kau membawa anak brandalan ini. kan sudah aku bilang aku tidak akan memberikan warisanku kepadanya. dia sudah banyak melakukan kesalahan Faren.” Ujarnya lelaki tua itu mendengus.
__ADS_1
" Dia putraku jadi wajar saja kan??"Jawab Faren santai
" Ini membahas tentang warisan dan dia tidak salam bagian...!!" tegas ayah ya.
Faren disana menatap ayahnya tak terima.” Yah, dia satu-satunya anak lelaki dirumah ini, mau kau kemanakan lagi hartamu? Kepada mereka? He?”Ia menatap satu keluarga yang ikut berkumpul disana dalam diam menatap Faren.
“ Yah, aku akan memberikan warisanku kepada Marko, dia lebih baik dibanding anak angkatmu itu.” Kata si kakek.
Faren menatapnya tak terima.”Apaan si Yah, dia itu bukan anak kandungmu bagaimana bisa begitu..? “
"Dan dia juga bukan cucu kandungku jadi bisa saja kan?”Bantah sang kakek.
“Tapi dia anak kepercayaan mendiang istriku kek. “Ujar Faren keras bahkan suaranya menggema.
”Tidak ada yang lebih pantas selain dari aku, anak kalian, mereka hanya anak dan cucu angkat kalian. aku tidak akan terima!.” Lanjutnya lagi membentak menekan semua keinginannya serta menatap kakak angkatnya kesal sedangkan yang ditatap hanya diam saja.
Kakeknya menatap Cessy dalam diam yang tak bicara sedari tadi. Morgan dulu sudah banyak melakukan kesalahan, membully teman sekolahnya, tawuran, melakukan oprasi gelap hingga membunuh dan menyiksa anak orang.. itu membuat citanya di lingkungan dan dimatanya menjadi buruk. Ia ragu.
Sang kakek pergi dari sana, meninggalkan istrinya yang tersenyum pada Faren,, lebih tepatnya itu ibu tiri Faren. Faren mendengus melihatnya lalu menatap Morgan menegaskan jika ia harus mengambil hati sang kakek. Cessy disana menghela nafas melihat semuanya. Sepertinya ada banyak yang Cessy tidak ketahui dirumah ini, ia harus cari tau supaya ia tidak salah langkah.
Setelah kejadian itu, Cessy pulang kemansion Faren, ia akan melakukan pelatihan disini tidak lagi di lapangan pelatihan lama, sebab mulai besok ia akan mulai sekolah disekolah lama milik Morgan lama, ia diam menatap ke langit malam, ia merindukan adik kecilnya. Ia merindukan kehangatan kakaknya. Ia memeluk tubuhnya, ia tak boleh menangis ataupun bersedih, ia harus bisa menjadi nomor satu dan kuat supaya mengalahkan ayah dan ibunya. Harus, ia akan membalas semua apa yang mereka lakukan.
...----------------...
Disisi lain sosok Caisar menatap Rafa dengan diam menatap semua yang sudah didapatkan oleh Rafa. “ apakah kau sudah menemukan sedikit saja bukti siapa pelaku penabrakan kalian?”Tanya dai Caisar dengan pelan.
Rafa menggeleng” Aku sudah meretas seluruh CCTV terdekat namun semuanya terlihat eror atau sudah disabotase oleh orang luar, ini menunjukan yang menabrak kami bukan orang biasa. tapi aku mencurigai satu orang.” Ujar Rafa. Caisar disana menatapnya serius.” Marvel, anak tiri dari ibu kita.”Ujarnya pelan namun siapa sangka hatinya membawa karena menahan amarah.
Tangan Caisar mengepal mendengarnya, “Itu hanya dugaan, entah kenapa aku samar-samar melihat dulu ia punya mobil baru berwarna Biru Navi dan itu mobil hampir mirip dengan mobik penabrak kami, tapi ketika aku selidiki beberapa Minggu ini dia memang punya tapi bentuknya beda dengan mobil yang ku rasa menabrak kami. Ini terasa aneh tapi aku yakin aku ingat mobil miliknya berbeda dengan yang ia beli baru saat itu.”Ujarnya Rafa lagi dengan bingung sendiri. Ia punya keyakinan namun fakta yang ada kenyataannya disangkal.
Caisar mengangguk pelan. “ Kau suah bicarakan dengan Diisya?”Tanyanya.
__ADS_1
Rafa menggeleng pelan.
”Kenapa?”Tanya Caisar heran. Sebab sedari awal kasus ini akan diurus kedua orang ini, kenapa tidak saling komunikasi.
Rafa menghela nafas.”Dia sangat menyeramkan jika tidak bersama kakak,.”Bisiknya pelan mengingat Disya yang bahkan matanya saja sudah mengerihkan menatap dirinya. “ Kemarin saja salah satu suruhannya itu salah bicara dan memberikan informasi palsu.. aku lihat dia langsung memukulnya membabi buta sampai dia pingsan. Dia psikopat kak.”Gumamnya lirih.
Caisar mengangguk paham,”Dia memang begitu, tapi percayalah dia tidak akan menyakiti kamu, dia baik kok..”Ujar Caisar.
Rafa menatap Caisar dengan tatapan ngeri, manusia yang begitu dibilang baik? Kakaknya tidak salah minum obat kan?
Caisar menghela nafas memberikan data lain.”ini data dari Disya. Kalian aturlah waktu untuk membicarakan ini. kakak yakin kalian yang sama-sama dibidang penyidikan dan juga peretasan pasti bisa. kakak akan usahakan biaya untuk Farel, dan juga kemajuan perusahaan ini. “Ujarnya pelan. rafa disana mengangguk pelan dengan hati yang sakit.
Kembarannya bahkan sampai saat ini belum juga bangun. Keluarganya kacau akibat mereka tidak menurut kata-kata kakaknya dulu.
“Kakak maafkan kami, andai saat itu kami tidak tergiur ikut dengan mereka, pasti hidup kita tidak akan seberantakan ini kak, kita pasti sudah berkumpul dan kak Cessy tidak harus terpisah dengan kita.”Bisiknya pelan tak kuat.
Caisar menepuk pundaknya dan menggeleng.” Ada saat kita tak boleh menyalahakan keadaan, yang harus kamu lakukan adalah melindungi Cleo dan Farel, kamu kakak tertua saat ini setelah kakak, jadi tolong bantu kakak yah. maaf kakak belum bisa jadi kakak yang baik.”Bisik Caisar pelan. Rafa mengangguk segera memeluk kakaknya erat.
Bahkan ketika semua kerusakan besar dan kesalahan besar begini saja kakaknya tidak memarahi dirinya dan membencinya menganggap apapun masalah bukan dari adiknya melainkan semua adalah takdir. Mengapa kakaknya memiliki hati yang begitu tulus si?
Terbuat dari apa hati sang kakak?
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak yah!
__ADS_1