
Haloo semua.... semoga sehat selalu yah kalian! yang sudah mampir di novel author di sebelah terimakasih banyak juga. sayang kalian banyak banyak
Disya menghela nafas pelan melihat berkas yang di hadapnnya. Itu memang berisi pernikahan di atas kertas. Yang dibumbui tanda-tangan Caisar asli dan dirinya, lalu di Wali oleh Fardan dan juga Dwi. Disya mencebikkan bibirnya mengingat ucapan Caisar sebelumnya sata dirinya ajak menikah.
“ disya menikah itu bukan hal yang gampang, iya gampang saat menikah tapi saat menjalankannya? Saya juga sudah berjanji pada diri saya. Saya akan menikahi kamu dengan ketetapan yang terbaik saya miliki, saat ini saya belum punya apa apa dan saya merasa belum pantas menikahi kamu.” Tegas Caisar menolak tegas.
Disya menatap Caisar memelas dan juga tak ingin menyerah.” Tapi pangeran. Disya mau nikah sama pangeran bukan untuk uang. Disya Cuma mau sama pangeran setiap waktu dan pangeran ngak akan ninggain Disya. “ jelas Disya tegas kepada Caisar yang menolak di sisi mereka ada Fardan dan Dwi yang menatap mereka mupeng dan juga memakan popcorn ditangan Dwi.,
Caisar menggeleng.” Ini bukan masalah uang, tapi masalah harga diri saya sebagai laki laki. Menikah itu berarti saya harus menanggung semua hal tentang kamu. Saat saya tidak mampu saya menjadi laki laki yang gagal Disya. Disya coba pahami saya saat ini saja. saya punya prinsip hidup, tidak akan pernah bergantung dengan perempuan, semiskin apapun aku. Kamu lihat saya berjuang mati matian pergi keluar kota, agar harga diri saya tetap ada meksipun meminta bantuan kamu. Saya sadar tidak punya apa apa, tapi saya masih punya harga diri disya.” Tegas caisar.
“ tapi ini bukan soal harga diri. Kamu akan tetap punya harga diri menikahi Sasa meksipun tidak punya uang.” Jelas Disya kekeh tak ingin dibantah lagi.
Caisar mengusap kepalanya kasar. Disya keras kepala sekali. Ia menghela nafas pelan menatap Disya mencoba tenang, mencoba tidak emosi atau bicara hal menyakitkan. Disya memeluk lengan caisar.” Pangeranm Disya menikah sama pangeran bukan buat nambahin beban pangeran kok. Disya janji.” Ujarnya merayu.
Caisar disana menatap disya dalam. “ siapa yang nggak mau nikah sama kamu si Sya, dan kamu itu bukan beban.” Ujarnya terkekeh pelan mencoba mencairkan suasana. Disya menatap caisar tersenyum lebar.” Tapi nanti saat saya sudah mampu membiayai hidup kamu juga, memberikan yang terbaik buat kamu.” Ujar Caisar melanjutkan.
“ tapi pangeran sudah pandai menaikkan perusahaan kakek Disya. Sekarang bahkan sudah semakin besar.” Ujar disya kepada Caisar membujuk., ia memainkan tangannya dilengan kekar caisar membujuk. Masih tetap kekeh pada pendiriannya. Menikah.
Caisra terkekeh pelan. YATUHAN batin caisar, caisar melirik Fardan dan Dwi meminta bantuan tapi mereka serentak menggeleng pelan membuat Caisar memijit pelipisnya pelan. disya mendongak menatap Caisar memelas.” Pangeran nggak mau nikah sama Sasa?” tanyanya hendka menangis. Karena wajah frustasi caisar tergambar jelas.
__ADS_1
Bagaimana tidak frustasi, di sisi lain Caisar belum berancang menikah dan masih fokus pada keluarganya yang kacau. Cessy yang entah dimana, Farel yang juga belum sembuh total. Semuanya masih harus ia tahan dipundaknya. Mau menikah dalam kondisi begini bukan pilihan yang tepat. Mana mereka belum tamat SMA lagi.
Caisar mengusap kepala disya pelan dan mencoba tenang. Menarik nafas pelan.” disya pernah tidak membayangkan pernikahan yang diinginkan Disya? Seperti disya yang menggunakan gaun pengantin putih cantik di saksikan oleh banyak orang Dan juga keluarga?” Tanya Caisar pelan mencoba lembut kepada Disya.
Disya ini keras, jika di kerasi lagi dirinya lebih keras lagi. tidak ingin dibantah dan tidak ingin dipatahkan.
Disya menatap caisar dan mengangguk.” Pakai baju seperti prinses dan mahkota.” ujar Disya tersenyum lebar. Caisar ikut tersenyum lebar melihat disya yang sudah mulai memiliki mood baik.
Caisar mengangguk. Melirik Disya yang menatapnya bahagia.” saya juga, menginginkan pernikahan yang bagus, memberikan kamu mahar yang pantas. Karena bagi saya kamu itu berharga disya, tidak mungkin saya menikahi kamu tanpa mahar atau dengan harga mahar kecil. Yang berharga pekerti kamu harus saya beri hal yang berharga juga. Bahkan lebih.” Jelas Caisar berbisik. Disya mendengarnya menata caisar malu, bahkan wajahnya memerah dan bibir yang semakin tersenyum lebar.
Caisar mengusap pipi Disya tenang.” Bagaimana bisa saya menikahi kamu tanpa acara yang paling terbaik, membuat kamu jadi ratu saya dan saya perlihatkan kepada semua orang, saya memiliki istri yang cantik dan luar biasa. “ jelas Caisar lagi lembut kepada disya. Disya semakin memerah menatap Caisar yang bicara begitu padanya,
Caisar menghela nafas pelan memeluk Disya tenang. Disya yang dipeluk memejamkan matanya damai. “ Disya. Saya tidak hanya memikirkan pernikahan, tapi saya juga memikirkan nanti saya harus memberikan yang terbaik untuk kamu. Keadaan saya saat ini tidak terlalu baik, dan belum mampu memberikan kamu terbaik. Tunggu saya sebentar saja. Setidaknya hingga rambut kamu memanjang dan bisa menggunakan mahkota dengan cantik oke.. sebentar lagi.” jelas Caisar berbisik kepada Disya.
Dwi dan Fardan menyemburkan popcorn yang mereka makan mendengar pertanyaan Disya pada caisar.
Caisar terkekeh pelan. “ sampai rambut kamu cantik menggunakan mahkota.” Ujar caisar.
Disya mencebikkan bibirnya.” Beneran yah?” Tanya disya kepada caisar.
__ADS_1
Caisar mengangguk pelan.” besok Disya beli penumpuh rambut agar lebih cepet.” Ujar Disya lagi. .l
Caisar melebarkan matanya.” mana bisa begitu?” Tanya caisar kepada disya.
Disya menatap Caisar tidak suka.” pangeran tidak bilang ada syarat yah. pangeran bilang sampek rambut Disya panjang dan disya akan mempercepatnya. Jadi pangeran juga harus lebih kjeras berusaha dalam rencana pangeran.” Jelas Disya kepada caisar mencibir.
Caisra terkekeh mendnegarnya, mengangguk menatap disya yang tak akan kalah dalam keinginannya. ini hanya nego bagi Disya dan dirinya.” Iya. Bawel yah. kamu doakan aja yah supaya saya bisa cepat menyelesaikan urusan urusan perusahaan.” Ujar nya. Disya mengangguk tegas.
" Awas yah Pangeran bohong. Disya mau pakek baju prinses dan honeymoon di Bali." Ujar Disya bertepuk tangan heboh. Caisar memerah mendengar kata honeymoon melirik Dwi dan Fardan yang malah menatap Caisar terkekeh.
Melepaskan pelukan Caisar, Disya mentap caisar.” Tapi bagaimana dengan harta. Sasa mau ambil semua harta mama dan kakek, semua itu milik Sasa dan Sasa tidak sudi menjadi milik papa atau dinikmati pelakor di sana. Mereka sama sekali tidak pantas menikmatinya.” Ujar Disya malas mengingat keluarganya yang berada di rumah utama milik ibunya dulu.
“ bagaimana jika kalian menikah di atas kertas saja dulu, papa akan bantu mengurus berkasnya atas dasar hukum, dan kalian bisa ambil semua harta keluarga kamu Disya.” Jelas Fardan.
Disya melirik Fardan dan menggeleng.” Disya tidak punya wali yang ingin membantu membuatnya.” Gumam Disya dengan kesal dan juga tak senang.
“kalian nggak lihat ada manusia lain di sini selain kalian?” Tanya Fardan kesal kepada dua orang di hadaapannya ini.
Disya menguap pelan. “ saya dan Dwi akan jadi wali kalian., kalian tenang saja dan kalian hanya perlu mengurus berkas persyaratan dan juga tanda tangan kalian. Mau tidak?” Tanya dari Fardan pelan.
__ADS_1
” tapi kami masih di bawa umur. bukanya tidak dibolehkan menikah yah pa?” Tanya Caisar kepada Fardan bingung.
“ bilang saja disya hamil duluan, pasti proses nya akan dipercepat.” Ujar Dwi menyahut membuat mereka melotot, bahkan Disya juga kaget.