Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Alasan


__ADS_3

“Dan karena kamu kami tidak dianggap anak, ngeliat kami aja mama tidak mau tapi terus senyum sama kamu. Kamu jahat, kamu jahat. Kami benci kamu..!” Teriaknya juga..


“TAPI CLE NGGAK BUTUH MAMA KALIAN,,!” teriak Cleo dengan tegas. Air matanya ia hapus dengan kasar mengenakan lengannya, ternyata pipinya berdarah mungkin terkena cakaran dari kembaran itu atau dari kuku. Entah Cle tidak tau.


“Cle tidak butuh mama kalian, ambil. Ambil..!!!!”teriaknya menggema.”Mama kalian gila, kalian gila,. Papa gila. semua gila Cle tidak suka.. cle cuma mau kakak. DIMANA KAKAK CLE. CLE MAU KAKAK..!” teriaknya menggila, ia memberontak dengan menangis lagi.”Cle mau kakak guaa.,. cle engak mau disini. Disini cle disiksa terus.”Ujarnya disana menggigil.


Cleo duduk mengusap lagi pipinya. Raka dan Riki diam. Roni mendesis tak suka dan tak terima.”Dasar tidak tau diri. Kau berani mengatai mama gila padahal dia udah sayang dan kasih apapun buat kamu. Kamu anak gila bukan mama..!” Teriaknya hendak memukul Cleo lagi. cleo buru-buru menutupi wajahnya dan pukulan itu mengenai kepalanya.


“MAMA KALIAN MEMANG GILA..!” teriak Cleo meski jauh. Ia menatap mereka tajam tapi sangat sayu, mata merahnya menggambarkan rasa sakit dihatinya. “ Cle tidak pernah berharap lai punya mama ataupun ayah, bahkan kasih sayang dari ibu dan ayah kalian. Cleo Cuma mau keluarga cle. Kak Caisar.. mereka Bagong dengan Cle, mereka bilang mau perbaiki semuanya tapi apa? Dimana kakak-kakak Cle? Dimana mereka?”Suara Cleo Cle terdengar penuh rasa putus asa.


Saat Raka mau angkat bicara Cleo kembali memotong. “ Kalo kalian pikir mama kalian sayang sama Cle itu salah, dia Cuma mau Cle jadi bonekanya dia, dihias, dikasih baju bagus, nurut. Tidak usah main keluar tidak usak punya teman. Bahkan mereka tau kalian siksa cle tapi mereka tidak memarahi Kalian. Cle disuruh makan makanan kambing. Cle tidak boleh makan-makanan manis. Cle tidak boleh lari-lari. Dan Cleo tidak boleh melakukan apapun yang Cleo suka. ini bukan yang Cle mau. Cle lebih suka hidup miskin bersama kakak-kakak tapi bisa makan coklat dan makan tempe.”Ujarnya lirih. “Cle suka nasi bukan sayur mentah. Cle suka coklat bukan buah, Cle suka apel bukan alpukat. Cle suka ayam bukan timun..”Ujarnya lirih. Pikiranya masih kanak-kanak dipaksa hidup seperti orang lain bukanlah hal yang enak.


Ketiga kembaran terdiam mendengar cerita Cleo. Cleo mengusap air matanya lagi.” Kalian pikir Cleo mau dikepang dan disisirin sama dia? Rambut cle dicatok? Cle enggak mau. Rambut Cle sakit ditarik-tarik sesuai yang dia mau. Cle tidak suka rambut panjang, cle mau rambut pendek saja karena Cleo suka gatal kalo nusuk-nusuk tapi mama kalan paksa cle buat panjangin. Cle tidak suka dikepang tapi ibu kalian bilang cle harus dikepang. Cle tidak suka baju berat dan hangat karena panas tapi mama kalian paksa supaya Cle tidak hitam. Bahkan rasanya kulit Cleo rasanya mau terbakar dan penuh keringat, itu tidak nyaman. Tapi tidak ada yang paham Cle.. Cleo tidak suka. Cleo suka baju singlet pendek saja dari kak Caisar bukan baju bagus.. cle mau baju singlet Cleo pendek supaya tidak panas dan nyaman.”Ujarnya lagi.


“Air mata Cle turun terus. Cle tidak bisa berhenti nangis hiks hiks. Dada Cle sakit. Cle tidak suka disini. Cle mau pulang.”Ujarnya lirih. Ia menangis sesegukan disana menepuk dadanya.” Cle nggak mau disini. Kalian semua jahat sama Cle.”Rengekannya setengah menangis. Ia memeluk lututnya bergetar.’Tidak ada yang sayang sama Cle selian kakak-kakak Cle. Cle nggak mau jauh dati kak Caisar.”Ia menggigit bibir bawa bergetar.

__ADS_1


"Kak Caisar. Kepala Cle sakit kak. Pusing ditarik-tarik pas dikepang sama dia, terus ditarik-tarik sama mereka kak. Mereka jahat kak, kepala Cle sakit. Peri banget kak tolong elus-elus kak.” Cleo memejamkan matanya bersandar dibagian punggung kursi dan memeluk lututnya. Dirinya bergetar takut.


”Kakak Cle takut. Cle takut mereka jahat. Cle lapar kakak. Cleo bukan kambing, Cle mau makan mie buatan kakak biarpun tidak sehat tapi Cle suka.”Ujarnya terisak.


Ketiganya tertegun melihat Cleo yang terlihat lemah. Dada meteka ikut sakit melihat Cleo. Mereka tidak pernah tau apa yang Cleo rasakan dan apa yang ibu mereka lakukan. Yang mereka lihat selama ini yah Cleo diperlakukan seperti ratu, disayang, diberi apapun yang mau. Baju baru dna bagus, Homeschooling. Diberi makan sehat, dielus dan diberi kasih sayang yang sangat banyak. Bahkan mereka anak kandung tak pernah diangap dan bak angina lewat.


Tadi apa katanya?? Ibu meeka memperlakukannya dengan jahat? Mereka anak kecil yang selalu dipengaruhi akan rasa bukan otak, itu juga yang menyadarkan mereka akan kenyataan. Apalagi melihat Cleo yang lemah dan menangis, bisanya Cleo hanya akan marah dan menangis sebentar tapi ini ia terlihat lemah dan rapuh. Mereka ikut merasa rasa ciut oleh Cleo.


“Hey bangun..!” Raka menendang kaki Cleo.


Cleo disana tak menjawab terus menangis dan menggigil. Riki yang sadar tangisannya berusaha supaya tidak terisak yang nafasnya tak terdengar.”Hey kamu kenapa? Jangan nangis. Bangun.”Ujarnya menarik tangan Cleo hingga kepalanya jatuh. Ia cemas, ia takut melihat Cleo seperti kehilangan jiwa.


“Jangan pegang Cleo. Kalian jahat. Clr benci kalian.”! teriak Cleo mundur dan meringsut.”Kepala Cle sakit.. kalian pergi. Kalian pergi Cle mau kakak. PERGI..!” Teriak Cleo menggema. Ketiganya tertegun melihatnya. Saat Cleo mendekat dengan meja rias ia memegang hiasan ornamen dan miniature dan mainan Barbie.


Brak. brak....”kalian keluar.. kalian manusia jahat keluar. Cle tidka mau kalian disini. PERGI.!!” Teriaknya lagi memegang kepalanya membuang miniature sembarang arah menuju ketiganya. Ketiganya kaget dan mundur. Cleo menggila, ia bahkan menarik pot bunga dan guci dan melemparnya hampir kena. Ketiganya dengan cepat kabur meninggalkan Cleo yang menggigil. Sepeninggalan mereka Cleo mengusap air matanya dan menatap mereka tajam.”Kalian liat aja. Kak Caisar bakal balas apa yang kal,ian lakuin sama Cle. Ingat aja. Cle jamin kalian bakal rasain apa yang Cle rasain..!!! “Ujarnya. Masih didengar oleh mereka setelah keluar dari kamar.

__ADS_1


Raka melirik Cleo, cleo menatapnya sayu terlihat dendam. ” Cleo benci kalian..”Ujarnya lagi. Raka tertegun mendengarnya, baru kali ini mendengar ancaman dari lawan ia tertegun dan takut. Cleo mengusap pipinya lagi menatap ke lain arah. Jendela, bahkan jendela ini ada sekat terali yang membuat ia tak bisa kabur..


Cleo disana menghela nafas dan meminum air Putih supaya air matanya tak lagi turun. Ia menghela nafas.” Cle bakal balas apapun yang kalian lakuin sama Cle.”Gumamnya datar.


Jiwanya terbelah, jiwa anak-anak yang suci diberikan titik hitam, diberi mental yang dipatahkan. Diibaratkan kertas putih yang memberi warna yah lingkungannya dan pengaruh baik dan buruknya bentuk kertas adalah didikan luar. Kertas putih bisa berubah menjadi indah jika diberi warna indah tapi jika diberi gelap jika ditaruh ditempat gelap yang ada. Itu berlaku untuk Cleo.


Diluar kamar Cleo. Ketiga kakak tirinya menatap satu sama lain. Tangan mereka terlihat memegang rambut panjang Cleo yang baru mereka sadari cukup banyak. Riki yang awalnya sadat terdiam mengingat wajah kesakitan Cleo dan tangisannya yang terdengar nyilu di ulu hati. “Kak kita kayaknya keterlaluan sama dia?”Tanyanya pelan.


Roni diam mengangguk mengakui.”Kita salah kayaknya, dia tidak sebahagia itu dapat apa yang dia punya.”Lanjut Roni.


''Tapi tetap saja, dia perebut mama, lagian ini tidak sebanding apa yang mama lakuin ke kita. biarin aja biar kadi pelajaran untuk dia. Kalo dia harus sadar diri.” Tak bisa Raka hindari jika hatinya ikut sakit dan merasa bersalah. Egonya memang paling tinggi diantara yang lain.


.


.

__ADS_1


. Doble Up...!


__ADS_2