
Caisar disana berjalan menuju taman belakang bersama Gefri. “Om sekali lagi saya ucapin terimakasih banyak udah mau rawat adik saya disini om dan lagi udha mau jenguk adik saya dirumah sakit beberapa kali. Om udah banyak banytu Kai.”Ujarnya pelan. Gefri meliriknya lalu menyuruh pembantu yang lewat membawa minuman dan makanan lewat bahasa isyaratnya. Lalu menatap caisar lagi.
Ia menghela nafas pelan.” Kok Om si Kai? Kan saya udah bilang panggil papa saja. Anggap saya papa kamu.”Ujarnya mengusap pundak Caisar. Caisar menatapnya dalam. Gefri tersenyum lembut.” Kamu kakak yang baik Kai. Dan yang saya lakukan itu dengan penuh ketulusan hati saya jadi tidak perlu rasa sungkan. Yang perlu kamu pikirkan adalah diri kamu sendiri. Jangan sampai kamu melupakan diri kamu sendiri karena memikirkan adik-adikmu terus.” Ujarnya.
Caisar mengangguk pelan menatap kedepan. Waktunya semakin hari semakin sedikit. Ketika pagi ia akan sekolah, ketika sore ia akan ada rapat OSIS hingga magrib dan malam ia akan belajar berbisnis. Kadang jika tidak rapat OSIS ia juga harus keperusahaan pusat untuk survey atau melihat rapat secara langsung. Tetap saja ia tidak bisa tidur nyenyak dengan banyaknya beban yang ia pilkul tanpa memikirkan umurnya yang memasuki 18tahun ia belum pernah memikirkan mau beli ini atau itu untuk dirinya tidka pernah. Diotaknya tercetak jelas jika hanya ada untuk adik-adiknya.
Gefri diam menatap caisar diam. Caisar sangat pendiam baginya tapi melihat adik-adik Caisar yang tidak ada yang gagal menjadi manusia ia menjadi kagum. Tapi ada hal yang membuat ia berfikir keras dari tadi.” Caisar jika saya boleh tau kenapa kamu baru sekarang membawa Cleo kepada Farel? Bukankah sedari awal lebih baik?”tanyanya pelan.
Caisr melirik Gefri dalam. “Menurut Papa kenapa?”Tanyanya.
Gefri menatap caisar dengan dalam.”karena kamu takut Cleo akan kepikiran, membenci Farel atau sedih??”Tanyanya pelan. Caisar tersenyum tipis dan menatap langit yang sangat cerah. Ia menghela nafas,.
“ Semua jalan yang saya ambil tidak pernah lepas dalam perhitungan. Sedari awal saya tau jika Cleo trauma dengan ayah dan ibu tiri kami, jadi apa yang Cleo rasakan jika tau pristiwa yang menimpa para kakak-kakak tersayangnya?”Tanyanya. Gefri terdiam mendengarnya. “ Dan ketika anak yang berusia 8tahun yang dibebankan akan sesuatu apakah baik untuk dirinya?? Saya tau batasan anak-anak. Memang Cleo anak yang dewasa tapi bukan berarti dia tidak butuh kebahagiaan dan main. Cleo anak pintar karena saya tau dia anak pintar saya tidak mau dia berfikir keras, dia belum pantas memikul beban seberat ini.” Ia menghela nafas.
“Lalu kenapa kamu bawa Cleo kemari?”Tanya Gefri bingung meski kagum akan jawaban Caisar yang penuh langkah.
“karena Semua butuh waktu, saya mencari waktu yang tepat dimana Cleo tidak terbebani lagi dan Waktu tidak memberatkan dia lagi, saya tau jika kebahagiaan Cleo tidak akan pernah lengkap jika tidak ada kakak-kakaknya. Dia bisa bersikap ceria dan terlihat bahagia disemua orang tapi tidak dengan saya karena saya tau jika wajah itu penuh manipulatif. dan saya tidak ada cara lain selain mempertemukan mereka untuk menyadarkan Farel. Saya mau Farel cepat sembuh dan bersama Cleo. Saya mau Cleo tidak bersedih lagi dan Farel bisa kembali normal.”Ujarnya pelan.
Gefri mengangguk paham. “Hmm kamu benar juga,”Gumamnya. Caisar tersenyum mengangguk.
Gefri menghela nafas.”Maafkan saya yah Kai saya belum bisa bantu kamu dengan sepenuhnya. Tetapi saya doakan semoga keluargamu bisa kembali lagi. dan ingat Kai kamu juga butuh bahagia.”Ujarnya perihatin akan caisar yang tak menatap dirinya sendiri.
Caisar tersenyum. Bagaimana bisa ia memikirkan dirinya sedangkan ada banyak yang harus ia pikirkan?
__ADS_1
Lalu tak terasa kantung nya bergetar. Ia mengambil hp disakunya dan menatap layarnya. Ternyata disana ada pesan dari orangnya Disya yang menyuruhnya kekantor pagi ini untuk membahas akan perkara usaha dan juga kontrak kerja yang ia ajukan dengan orang lain. Ia menatap Gefri dan menghela nafas.” Papa maaf aku harus pergi sekarang. apakah papa tidak keberatan jika Cleo disini sebentar. Sampai nanti malam saja.” Ujarnya dengan pelan.
Gefri mengangguk menepuk pundaknya pelan.” Iya. Hati-hati dan ingat jangan pernah mempercayai sipapun Kai diusahamu. Tak ada yang baik tanpa tujuan didunia atas. Semuanya rata-rata punya tujuan yang tidak lain adalah menguntungkan dirinya.” Ingatnya. Caisar mengangguk. Caisar selalu mendapatkan pesan ini disetiap orang jadi Caisar sudah sangat paham dan sangat tidak ingin mempercayai siapapun.
...----------------...
Dikamar terdapat Cleo yang menatap Farel yang dibersihkan oleh Rani untuk mandi. Ia mencebik.”Malu kak malu masa harus dibantuin bersih-bersihnya. Cle aja mandi sendiri.”Ketusnya melhat Farel yang sangat manja dan juga tidak bergerak.
Farel menatap Cleo lemah dan Rani yang tersenyum lembut pada Cleo.”Kakaknya Cle kan masih sakit. Jadi wajar dong hehe..” Ia masih mengusap kepalanya Farel telaten dengan minyak rambut yang wangi supaya meski tidak mandi tapi tetap wangi dan tidak berminyak.
Cleo tersenyum tipis.” Iya sakit. Lemah kan tante kakaknya Cleo., padahal tante dulu tu kak Farel suka banget berantem sampek-sampek mukanya banyak memar tonjokan dipukul sama temen-temennya. Eh gimana coba musuhnya kak farel kalo liat kak Farel gini? Pasti dibully dan diejek-ejek banget kan?”Tanyanya disana dengan polos.
Farel mendengarnya mendengus dan Rani yang terkekeh duduk disampingnya Cloe mengusap rambut Cleo.”Oh yah kak farel gitu dulu? Berarti kak Farel nya dulu jago berantem dong dan kuat?”Tanyanya antusias pada Cleo.
Cleo mengangguk antusias lagi.”kak Farel paling kuat diantara semua kakaknya Cleo. Kak Caisar mungkin kalah karena kak Farel bisa pukul banyak orang dan menang. Dulu cle hampir diculik tapi kak Farel bantu Cle.. kak Farel itu paling kuat tante sebenarnya tapi sekarang paling lemah..” Ujarnya memuji sekaligus mengejek diakhir.
Cleo terkekeh pelan.”Iya biar nanti bisa jadi komandan katanya mau jadi komandan TNI. Komandan TNI mana ada kayak kak Farel yang sukanya nangis dan lemah hu nanti Cleo bilangin sama pak TNI biar nggak usah terima kak Farel.” Ujarnya memutar bola mata malas.
“Nah karena itu sini tante suapin dulu makanya Farel biar kuat dan jadi komandan. Bisa tunjukkan sama Cle kalo Farel kuat go..!” Rani memberikan pancake nya dan menyuapi Farel semangat.
Farel menatap rani dalam., wanita yang sebulan ini mengutusnya tanpa mengeluh meski ia teriaki dan ia pukul dengan bantal, tak pula berteriak dan tetap tersenyum dihadapannya. Selalu membantunya untuk berdiri karena dirinya yang lemah. Ia sangat sabar.
Rani juga membuang semua barang yang berpotensi tajam, seperti kaca tidak, bathub ada disana yang ada hanya shower, lalu tidak ada pisau, gunting. Guci atau lampu tidur. Yang ada hanya barang yang tidak berpotensi pecah atau lainnya. Rani juga selalu mengajaknya bicara dan makan. Ia saja yang tidak sadar diri.
__ADS_1
Rani yang melihat farel diam saja itupun menyuapinya dan menggoyangkan pancake yang ia ambil dengan sendok didepan matanya Farel.”Ayo Farel buka mulutnya kita makan dulu. Ini rasa Keju loh.”Ujarnya membujuk sabar.
Farel menatapnya lamban.” Tante siapa?” ia baru kali ini bertanya kepada Rani. Rani tertegun mendengarnya lalu melirik Cleo yang ikut diam. Farel Disana menghela nafas mengerjab. Rani tersenyum lembut.
”Panggil mama aja yah kayak Caisar dan Cessy..” Ujarnya pelan,
Farel tertegun dan terdiam. “Terimakasih karena udah mau bertanya. “Ujar Rani mengusap kepalanya. Farel melirik Cleo lemah.
Cleo malah memberikan wajah jeleknya kepada Farel.”Uhh baper.”Ujarnya.
Farel terkekeh melihat adiknya.”Ihh siapa yang ngajarin mukanya gitu?”Tanyanya.
“OM Fardan.!!!!”
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Next....