
Disya menguap pelan menatap jam, sudah jam enam lagi caisar belum juga pulang, tapi belum juga pulang. Disya duduk termenung di ruang tamu, air matanya sudah jatuh sedari semalam karena benar benar takut dan juga khawatir pada caisar... sampai suara motor memasuki perkarangan kontrakan. Mata Disya semakin berkaca kaca dan jantungnya yang berdebar debar.,
Mata disya stay menatap pintu, tapi malah pintu sebelah kontrakan yang terbuka dan berbunyi. Disya mengusap air matanya yang jatuh dan menidurkan diri diatas sofa. Ia menatap pintu nanar dan tak lama ia tertidur. Demi apapoun disya tidak bisa tidak memikirkan dimana Caisar berada.
Kjrek... Caisar membukakan pintu pelan, tadi ia kesebelah karena melihat pintu sebelah karena kucing tetangga keluar, jadilah ia agak telat kerumahnya. Saat melangkah masuk pertama yang dirinya lihat adalah disya yang tertidur diatas kursi. Caisar lupa hari ini dirinya ribut dengan disya. Caisar menghela nafas. skait hati akan perkataan Disya sudah pasti. Caisar miskin takk apa dibilang miskin tapi jika smeua hal diungkit Caisar tidak suka, tidak semua hal harus dibicarakan dan diungkit.
“ pangeran maafin sasa.” Air mata Disya jatuh sembari bergumam begitu. Disya belum sadar jika sudah ada Caisar di dekatnya. Disya menangis dalam diamnya.
Caisar mndekati disya dan menatap wajah disya yang sembab. Caisar menghela nafas pelan. disya pasti sangat takut karena ia marah. Caisar tidak tega membawa tubuh Disya dalam gendongannya. Ia segera menidurkan Disya di kamarnya saja karena takut Disya kecapean.
Tapi saat Caisar menaruh tubuhnya diatas Kasur mata Disya terbuka menatapnya nanar. disya tadinya tertidur terbangun karena terkaget tubuhnya melayang. Mata disya mengerjab pelan menatap caisar yang menatapnya tajam. “ pangeran.” Serak disya mengerjab pelan menatap caisar nanar.
Caisar memalingkan wajahnya menjauhi Disya. Disya menahan tangan caisar nanar.” pangeran mafain sasa hiks hiks. Maafin sasa. Tadi sasa marah marah dna bkikin pangeran marah. Jangan tinggalin sasa, sasa nggak punya siapa siapa, kalo pangeran tinggalin sasa juga Disya sama siapa?” tanyanya nya lirih dan juga sendu. Suara yang memang dari hatinya.
Caisar memejamkan matanya, tidak menjawab. Disya semakin gelagapan melihat caisar yang tidak menjawabnya bahkan enggan menatapnya.” Pangeran hiks hiks maafin disya. Disya benar benar salah. Pukul aja Disya disbanding diemin Disya. Pukul Disya jangan diamin dan marah sama Sasa. Jangan tingalin Sasa.” Disya menggenggam erat tangan Caisar di depan dadanya. Ia menangis terisak isak.
Caisra mendengarnya tidak tega. Tapi jika mudah memaafkan Disya pasti dia akan melakukannya lagi nanti. Caisar melepaskan tangan Disya pelan. Disya kembali menggenggam tangan Caisar erat. Hati Disya sakit melihat caisar menolak dirinya.,
“ lepas Sa.” Ujar caisar melepaskan tangannya kasar. Disya terlepas dan diam menatap nanar kebawah. Disya tidak bisa tidak merasakan luka menganga. Sungguh perlakukan Caisar semakin menambah kadar rasa bersalah dihatinya Disya,
Caisar melirik Disya dengan ekor matanya. mata disya benar benar semmbab dna juga merah.” Pangeran kalo marah boleh pulul disya, tapi jangan tinggalin Sasa. Sasa nggak punya siapa siapa kalo bukan sama pangeran.” Lirih Disya menitihkan air matanya pelan. Caisar melirknya tak menjawaban. Nafas disya naik turun.
” Maafin Disya. Maaf.” Lirihnya pelan memejamkan matanya. bahu Disya naik turun karena tangisannya begitu piluh. Tak mereka sadari jika ada Dava yang mendengar semuanya dari balik ruangan. Memang kamar mereka berdmapingan jadi Dava bisa mendnegar semua percakapan keduanya. Dan Dava menikmati pertengkaran keduanya.
Caisar melirik Disya yang menutupi wajahnya.
__ADS_1
“ mama tinggalin Disya sejak kecil hiks hiks. Sedangkan papa Disya benci papa. Abang sibuk sama dunia nya tidak tau kebenaran yang ada, kalo pangeran tinggalin Diysya. Disya bakal pulang kemana? Disya nggak punya rumah hua hiks hiks.” Disya terus menangis dengan kepedihan yang ia pikul
Caisar mengepalkan tangannya. Tangisan Disya sangat pilu dan membuat dirinya terluka. Disya membuka matanya menatap Caisar. Memegang tangan caisar pelan.” Jangan tinggalin Sasa.” Suara Disya bergetar karena menangis.
Tangannya sangat dingin menyentuh tangan hangat Caisar. Matanya mendongak menatap dalam wajah Caisar yang sama sekali tidka menatapnya.” Mafain sasa pangeran. Sasa janji nggak ngomong gitu lagi. “ Lirih disya gemetar memegang tangan Caisar dengan kedua tangannya dan menaruh wajahnya disana.
Caisar tidak tega. Ia menarik rubuh disya dalam pelukannya. Tangisan disya semakin terdengar kuat dan Caisar memejamkan matanya. mengusap kepala Disya pelan.” aku nggak suka kamu yang ngomong gitu lagi Disya. Aku tau kok kalo selama ini kamuy bantu tapi tidak harus kamu ungkit. Aku paham posisi aku dimana.” Ujar caisar lirih.
Disya menggeleng ditangisannya. Mengeratkan pelukan daeri caisar. Caisar mengusap kepala disya dan hendak melepaskan pelukannya. Tapi disya tetap memeluknya erat dan menggeleng. Caisar melirik disya lirih dan berkata.” Perkataan kamu menyakitkan Sa. aku kecewa.” Ujar Caisar lirih.
Disya menangis terisak pelan.” maaf.” Gumam Disya.
Caisar diam memejamkan mata, melapangkan dadanya.” Saya tidak menerima maaf jika tidak ada perubahan.” Ujar caisar,
Disya mengangguk lirih. “ Sasa janji nggak bakal gitu lagi. maafin Sasa pangeran.” Lirihnya merunduk lirih. Mungkin efek dari dirinya yang terlalu bergantung kepada caisar.
Casar mengusap pipi disya.” Kamu berjanji??” Tanya Caisar dengan tegas.
Disya mengangguk tegas. “ janji nggak akan lagi.” ujart Disyabtegas ditengah suaranya serak isakan. Disya seperti anak kecil yang takut ditinggalkan oleh ibunya saja,
Caisar menatap disya tajam dan tegas.” Aku bukan orang yang berhati malaikat Disya, lain kali jika kamu bicara begitu lagi aku mungkin akan pergi. Karena harga diri laki laki itu besar, tidak bisa direndahkan. Saat ini aku tau aku masih miskin dan bergantung sama kamu. Tapi aku tidak pernah menanggung semua itu secara Cuma Cuma. Aku akan mengembalikan semuanya setelah semuanya usai. Tidak ada yang menjadi pilihan. Kamu tau kondisi ku bagaimana, dan kamu sudah membuat pilihan membantuku sampai sejauh ini. “tegas Caisar kepada Disya. Disya mengangguk paham.
Caisar menghela nafas.” pelankan amarahmu, boleh marah tapi jangan sampai bicara hal buruk. Jika aku mengingatkan, bukan karena aku membela orang lain. Selagi kamu salah kamu harus mendengar, jika kamu benar baru bisa kamu membantah, disya ketika kamu menurunkan amarah kamu bukan berarti kamu lemah. Kadang ada saat dimana orang yang paling kuat adalah orang yang mampu mengontrol amarahnya bukan orang yang mampu mengalahkan lawannya..!!” jelas caisar lagi pada disya.
Disya mengangguk lagi tegas. Caisar tersenyum.” Bagus... maaf sudah bikin kamu menangis.” Ujar caisar menguspa air mata disya.
__ADS_1
Disya mengangguk lirih,.” Pangeran nggak ninggalin aku kan?” tanyanya lirih.
Caisar merasa bersalah. bahkan suara Disya bergetar seusai bertanya hal itu padanya.
Sedangkan Dava menghela nafas pelan. " Bucin...". Gumamnya kembali tidur saja.
...----------------...
Rumah Fardan sekarang ramai di isi oleh Caisar, disya, Dava dan semua dari mereka untuk menjenguk Dava. Dava bahkan tidak bisa berdiri dan tidak tahu caranya berdiri. Dava disana sebagai kembaran dari Farel benar benar nerasa bersalah dan terpukul. Tapi semua orang sama sekali tidak setuju dan tidak menyalahkan farel. Menganggap jika ini hanyalah takdir, dan yang terpenting adalah Farel bisa sembuh kembali nanti.
“ jadi gimana lanjutan dari kasus pencarian kalian ini Kai?” Tanya Fardan kepada Caisar yang duduk di sebelah Disya yang juga diam menatap Dava yang disuapi oleh Dwi intens.
Caisar melirik Fardan dan menghela nafas.” maish belum ada bukti yang kuat. saat ini aku juga baru fokus memperkuat tunjangan hidup pa. aku lebih mengutamakan keselamatan adik adikku ketimbang balas dendam.” Jelas caisar pelan.” bahkan sekarang aku juga sedang mencari cara untuk menghubungi Cessy agar dia segera pulang dan berhenti bekerja sama dengan mereka.” Jelas Caisar.
“ jadi kamu nggak mau balas dendam?” Tanya disya agak kesal mendengarnya. Dava pun tidak setuju kepada pilihan kakaknya yang tidak mau memperpanjang masalah ini. Fardan pun juga tidak setujuh akan pilihan caisar. menurut Fardam kedua orang tua caisar itu pantas mendapatkan balasan yang setimpal.
caisar menghela nafas." bukan apa apa pa. yang menjadi hal utama dalam hidup aku saat ini itu yah kesehatan adik adikku. Farel, dava dan juga Cleo. Cessy,. Aku hanya ingin berkumpul dan menjalani hidup secara normal seperti sedia kalah.” Je;as Caisar.
Caoisar tidak memiliki ambisi yang besar dalam menghancurkan orang tuanya. Benci sudah pasti tapi tidak sampai berambisi untuk menghancurkan mereka. Caisar tidak ingin memilikirkan hal terlalu jauh.
“ nggak ngak. Gigi di balas gigi, Kai. Aku nggak pernah lupa gimana keadaan Farel dulu.” Jelas Disya dnegan menggeleng cepat menatap caisar. "Farel, Cleo, Dava. Kamu lupa Dava bahkan gila hampir beberapa bulan, dan Cleo? Dia bahkan trauma, kamu astaga aku nggak tau yah hati kamu terbuat dari apa. Tapi sumpah yah Kai. Aku nggak akan pernah memaafkan mereka bahkan seujung kuku pun. Kalo kamu nggak balas dendamnya aku yang maju paling depan. Bahkan sekarang aku mampu bunuh itu keluarga asal kamu tau,” jelas Disya tegas dnai tidak berperasaan.
Ingat bagaimana Farel gila karena melihat keadaan kembarannnya sendiri, didepan matanya kembarannya bersimbah darah dan terjang pada takdir. Dokter mengatakan jika Farel tidak akan selamat, jikapun selamat dia akan menjadi mayat hidup., lagi lagi Tuhan berikan harapan, datanglah Faren yang memberikan janji untuk membantu menyembuhkan farel. Farel melakukan beberapa kali oprasi diluar negeri an berakhir pada takdir jauh lebih baik, Meksi ilang ingatan farel masih bisa hidup layak sebagai manusia yang kembali normal.
Lalu Dava. Lupa seberapa lamanya Dava menjadi manusia yang gila, dan hilang arah?
__ADS_1
Trauma pada semua hal bahkan semua barang ia hancurkan dalam setiap saat. Dava menjadi baik hanya baru baru baru ini saja. Selebihnya ia bagai orang hilang kewarasannya, Cleo? Bagaimana nasib Cleo yang bahkan harus kabur dan juga kehilangan kepercayaan terjadap orang dewasa. Cleo kabur dibantu oleh orang orang bawahan orang tuanya. Dibantu dan ditemukan oleh keluarga Fardan, andai saat itu bukan keluarga Fardan yang menemukan dan yang menemukan adalah orang jahat, mungkin keadaan Cleo akan beda .
“ aku nggak ngelupain semua keburukan mereka Disya. Aku Cuma mau focus sama kesehatan adek adek aku sembari cari jalan untuk membalas semuanya. Aku Cuma cari jalannya saja sekarang.” ujar Caisar tegas. mana mungkin Caisar melupakan kepahitan itu.