
Cessy dan juga Liem disatu sungai yang membuat Cessy disana mengeleng pelan. hey bagaimana bisa Liem membawanya ke negara seberang yang tidak terkena salju hanya karena ingin memancing?? Apa dia sekaya itu sampai jika mau pergi semudah ini? Cessy tidak sadar saking lelapnya ia tidur jika dibawa mengenakan pesawat dan berakhirlah ia disini. Untunglah nanti ia akan membali lagi sebelum malam kata Liem tadi jadi ia tak khawatir.
Liem mendengus pelan menatap pancingannya lalu menghela nafas berkali-kali. Ia juga melempar batu sungai didepannya kesal.
Cessy yang melihatnya mengernyitkan keningnya.”Apa yang kau lakukan Liem?”Tanyanya pelan heran melihat kegelisahaan Liem yang semakin menjadi.
Liem disana menatap Cessy tak suka.”Kau curang. Bagaimana bisa kau menarik perhatian ikan—ikan sampai mereka mau ditangkap oleh dirimu sedangkan tidak denganku?”tanyanya tak suka. ia melihat ember milik Cessy yang sudah hampir penuh ikan sedangkan dirinya tak ada satupun yang ia dapatkan padahal mereka sama-sama sudah satu jam disini.
Cessy mengernyitkan keningnya lalu tersenyum simpul. “Benarkah? Mungkin kadar pesonamu sudah sedikit meredup Liem.”Ujarnya mengejek lalu terkekeh, tak berselang lama pancinganya disambar ikan lagi ia segera menarik kailnya dna mendapatkan ikan, ia tersenyum bangga melihatnya melirik Liem yang sudah menatapnya tajam dan tak suka.
“ Aku ingin tukaran pancing..!!” Ujarnya kesal lalu menendang ember miliknya kasar. Cessy melihatnya menaikan satu alsinya lalu mengangguk saja. Ia mendekati Liem lalu memberikan Kail miliknya. Liem menerimanya lalu melemparkanya lagi disungai ia yakin kali ini akan mendapatkan ikan.
Lihat senyum jahat Liem, mengerikan.
Cessy melihatnya mengernyitkan keningnya.”Heyy kau tak menaruh umpan di Kail milikmu?”Tanyanya pada Liem heran,
Liem mendengarnya menatap Cessy tak paham.”Umpan? memang apa umpannya?”Tanyanya.
Cessy menepuk keningnya memejamkan matanya.”Jadi kau dari tadi tak memberikan umpan dikail milikmu?”Tanyanya. tentu saja Liem menggeleng lemah. Cessy mendengarnya mendengus. Wajar saja Liem tak mendapatkan ikan.
“Bodoh, bagaimana bisa kau memancing tidak memberikan umpan pada ikannya. Kau pikir ikan datang lalu mengunyahnya Kail dengan sengaja untuk ditangkap dan melukai dirinya sendiri??”Tanyanya pada Liem malas menarik kail milik Liem dan mulai menaruh umpan.
Liem mendengus.”Mana ku tahu. Aku pikir dia sengaja makan lalu diangkat saja.”Ujarnya.
Cessy mendentarnya menggeleng.”Jangan bilang ini pertama kalinya kau memancing?”Tanyanya.
__ADS_1
Liem disana terkekeh pelan mendengarnya menggaruk lehernya.” Yah memang. Orang kaya sepertiku mana ada yang mau diajak memancing diantara teman lain. Hanya kau yang mau. Jadi ini pengalaman pertama bagiku.”Ujarnya dengan kesal.
Cessy mengangguk mengarahkan kailnya kesungai memberiikan pancinganya pada Liem. “Tunggulah sebentar lagi akan ada ikan yang ingin memakanya jika tidak berarti pesonamu kurang mempan dengan ikan.,”Ujarnya tersenyum simpul.
Liem mendengarnya mendengus."Yang penting mempan untuk para gadis diliar sana.”Ujarnya ketus.
Cessy terkekeh mengangguk. Setidaknya bersama Liem ia bisa merasakkan tak kesepian dan ingat kepada adiknya yang ketiga Farel, yang narsis, nakal dan suka berbuat absrutnya. Yah itu ia suka. sedangkan Wiliem? Ia tak berselang lama bersorak heboh karena kail miliknya ditarik ikan yang artinya ia mendapatkan ikan pertama miliknya, yah bisa kalian tebak kan bagaimana reaksinya?
...----------------...
di Dunia lain ada sosok Caisar, ia diruang kantorr miliknya menatap laporan dengan tersenyum. ”Perusahaan Prana benar-benar menerima ajuan kita ?”Tanyanya pelan dan tak percaya, sebab siapa si yang tak kenal bagaimana ketatnya perusahaan ini memilih rekan kerja.
Dion disana mengangguk.”Benar Kai. Dia menerima kerja sama kita, aku pun sebenarnya tidak percaya tetapi inilah kenyatannya kita mendapatkan kesempatan besar ini. jika proyek kita kali ini berhasil maka aku jamin perusahaan kita akan kembali terkenal. Itu awal uang baik untuk kita kebali kibarkan sayap.”Ujarnya dengan penuh bangga.
Caisar mengangguk-angguk semangat.” Oke jika begitu siap-siap kak Dion kita akan keperushahaan Andrian.. kita akan tanda tangan kontrak jam 2 siang ini. “Ujarnya pelan.
Caisra terkekeh lalu mengangguk menatap laporan lainnya. Perusahaan ini sudah sangat lama bahkan katanya sudah sangat termakan usia hingga banyak yang sudha berpaling dari kerja sama perushaan ini. perusahaan yang besar ditahun 90an serta berjaya saat tahun 2000an. bahkan ketika Caisar masuk kemarin perusahaan ini sangat using dan penuh lumut dikarenakan tidak diurus dan dijaga dengan baik.
Tentu saja Caisar memperbaiki semuanya dengan baik, ia mengeluarkan uang lebih banyak untuk kembali membersihkan, mengecat dan juga memperbaiki beberapa bagian yang rusak dikarenakan gempa dan juga retakan dinding. ia harus memperbaiki pesona perusahaan ini kembali bukan.?
Ia mengenakan Uang dari Karen kemarin. Bagi Caisar semua orang akan mendekat jika penampilan kita menarik dulu bukan? Jika awalnya saja tdiak menarik bagaimana ia bisa menarik perhatian lainnya. Oke Caisar sekarang sudah memulai dengan awal yang baik.
Brak.. tak berselang lama Disya masuk dengan tas yang disandang dan baju yang dikeluarkan. Rambut yang tergurai saja. Ia duduk disofa tempatnya Caisar dengan kasar. Caisar yang melihatnya mmenghela nafas.”Kamu kenapa tidak pulang saja?” Ia heran dua hari semenjak Disya minta dihamilkan menjadi tidak mau jauh darinya, malah semakin lengket saja itu sedikit menganggu dirinya.
Disya mendengus.” Biar semua perempuan tau jika kamu milikku. Lagi pula siapa yang salah tidak mau menghamili ku.?”Ujarnya mendengus.
__ADS_1
Caisar mendengarnya memijit pelipisnya melirik Dion yang melotot mendengarnya. Ia rasa Caisar sangat polos tetapi oh ternyata.
Caisra melirik Disya lagi dan berkata.”Kau sudah makan?”Lebih baik mengalihkan pertanyaan dibanding menjawab petanyaan yang tak ada ujungnya.
Disya menggeleng pelan melirik Caisar. Caisar menatap Dion.” Bolehkah aku minta tolong kak? Tolong beliiikan kami nasi padang tiga, sayur ikan bakar yang dipisahkan dari nasi dan lauk lainnya, lalu satunya lagi terserah itu untuk kakak.”Ia memberikan uang lima pulih ribu sebab disini harganya 15ribu perbungkus,
Dion mendaparkan gratisan pun tersenyum mengembang.”Baik kai. Aku pergi.”Ujarnya terkekeh lalu memlirik Disya takut. Siapa si yang tidak takut dengan anak bajang satu ini. Hanya Caisar saja.
Caisar mendekati Disya lalu mengusap kening sang kekasih. “ Kau ini bicaralah yang baik didepan orang banyak. Kamu harus bisa menempatkan diri Sa.”Ujarnya lembut.
Disya mendengus.”Apa salahnya? Aku hanya mengatakan yang aku inginkan dan tidak merugikan orang lain. Lantas kenapa semua orang berangapan aku salah? Memang mereka Tuhan yang menetapkan semua hal salah atau benar?”Tanya Disyaa merocos tak senang. Baginya taka da manusia yang berhak mengatur hidup mnanusia lain didunia ini.
Caisra Menggeleng pelan.”Kau tau? Manusia adalah penilai yang handal, apalagi menilai orang lain, mereka memiliki kaca mata yang tebal dan dalam, bahkan mereka bisa mencarinya sampai ketulang manusia lain tak harus mengenakan mikroskop . tanpa mereka sadari mereka melupakan semua kekurangan dan kesalahan mereka. Jadi ketika orang lain menilai alangkah baiknya kita memilah diri dan juga memperbaiki apakah ada yang salah sampai orang lain mengatakan kita salah??”Tanya Caisra pelan.”Sebab yang tau kita salah itu terkadang orang lain bukan diri kita sendiri.”Lanjutnya pelan.
Disya mengangguk memutar bola mata malas.”Yah-yah yah. Pangeran paling benar.”Ujarnya malas.
Caisra terdiam, sejujurnya ia tak suka dibilang begitu tetapi ia memilih diam saja. Watak Disya terlalu keras tak bisa menerima orang lain. Caisar hanya bisa menghela nafas saja. semoga Disya bisa lebih baik lagi.
Sebab bagi Caisar fitrahnya seorang wanita adalah mampu mengontrol diri, sebab seorang wanita adalah madrasah pertama untuk keturunannya kelak.
.
.
.
__ADS_1
.