
Cessy menggeleng.” Aku tidak ada alasan untuk menjelaskan apa yang aku inginkan kepadamu.” Jelas Cessy menantang. Tak lagi ada rasa takut, lebiih kepada mempertahankan diri agar tidak dikalahkan oleh lelaki dihadapannya ini.
Morgan tersenyum miring.” Tapi kau menyamar menjadiku, jadi aku harus tau. Kau pikir kau bisa seenaknya saja menggunakan identitasku hmm?? dan jika orang lain tau, kakek Jems tau jika kamu sedang menyamar menjadi aku apa yang akan dia lakukan? Mungkin kau akan cepat ia keluarkan darri rumah.” Jelas Morgan mengancam Cessy.
Cessy diam menatap Morgan lebih tajam. Cessy menghela nafas kesal dan mencoba duduk saja agar lebih tenang.. Morgan menatap Cessy lebih tidak senang, bisa bisanya lelaki ini malah duduk dari pada berdiri berkelahi dengannya. Terlanjur basah dan ketahuan sekalian saja Morgan Tanya langsung. Cessy menghela nafas pelan.” aku hanya di tawarkan oleh Faren untuk menjadi dirimu karena kamu sedang dalam masa pemulihan koma. Kakek Jems meminta segera kau hadir mangkanya aku disuruh menggantikanmu.” Jelas Cessy tegas kepadanya.
“ berarti kau mengincar harta Jems?” Tanya Moorgan dingin kepadaCessy yang bahkan belum selesai mengatakan keadaan dirinya yang benar.
Cessy menatapnya tajam dan bengis.” Mengapa kau menatapku begitu kejam? Disini harusnya aku yang menatapmu begitu.” Jelasnya tidak suka di intimidasi oleh Cessy. Harusnyakan ia yang menunjukan tatapan permusuhan.,
“ tidak.. aku hanya meminta bantuan faren untuk membantu pembiayaan Adikku yang mengalami kecelakaan, aku dan kakak ku belum ada biaya, sedangkan adikku sedang kritis butuh cukup banyak biaya, karena itu aku mengikuti permainan Faren.” Jelas Cessy lebih tenang. Ada biknya ia menjelaskan alasan dirinya berada disini.” Dan lagi saat aku bersama Faren, aku bisa membantu kakakku untuk menghancurkan keluarga orang tuaku.” Tegas Cessy lebih dingin dari sebelumnya.
Morgan menaiki alisnya heran menatap Cessy.” Kau mau menghancurkan orang tuamu sendiri?” dibanding cerita lain dirinya lebih tertarik mendengar kata jika Cessy ingin balas dendam kepada orang tuanya sendiri. Bukankah dia anak yang durhaka? Membenci orang tuanya sendiri. Bahkan ingin menghancurkan orang tuanya sendiri.
“ apa alasanmu melakukan hal itu?” Tanya Morgan dengan heran.
Cessy menyandarkan punggungnya di sofa dan menatap Morgan dingin.” Itu diluar hal yang harus kau ketahui Morgan. Tapi yang pasti, aku hanya sementara, setelah semuanya selesai aku akan kembali ketempatku dan kau bisa melakukan apapun yang kamu mau.” Ujar Cessy tenang kepada Morgan,.” Hanya sebentar.” Jelasnya lagi.
“ jaminan kau tidak akan melakukan hal buruk dengan namaku?” Tanya Morgan dengan dingin.
Cessy tersenyum tipis.” Kau tidak usah berpura pura sangat ingin menjadi morgan asli, aku tau, jika kamu tidak menyukai dirimu sebagai Morgan kan? jika kau menyukai dirimu dan identitas mu, kau tidak akan sembunyi dan merekayasa dirimu koma.” Jelas Cessy mencibir kepada Morgan aslim
Morgan malah tersenyum miring mendengar pertanyaan Cessy.” Suka atau tidaknya aku terhadap identitasku, itu bukan urusanmu. Selagi kau macam macam, kau berurusan denganku.” Tegasnya.
Cessy menghela nafas pelan.” terus kau maunya sekarang apa?” Tanya Cessy malas berbelit lagi. morgan tersenyum dan menatap Cessy penuh arti. Sedangkan Cessy sedikit waswas, takut jika Morgan ini memiliki pikiran licik. Semoga saja tidak.
Di sisi lain Disya sudah ingin menangis darah sata dirinya tidak menemukan caisar dimanapun, di sekolah ia bertemu Caisar tapi Caisar melakukan ramat dengan anak osis prihal acara dua minggu lagi dan akhirnya ia harus menunggu di depan gerbang hingga iia selesia mnelakukan rapat. Tapi saat dirinya menunggudi luar ia dikagetkan dengan caisar yang sudah tidak ada alias pulang bersama Gerry dan fadly. Disya mati matian tidak menangis dengan sengaja menggigit bibir bawahnya dan tidak berteriak.
__ADS_1
Disya pun segera pergi kerumah caisar untuk meminta maaf. Tapi disini ia tidak menemukan Caisar. Ia hanya menemukan Dava yang sedang membuka computer dan meretas akun milik Marvel. Disya mendesis dan memilih duduk di sofa. Dava meliuhat disya yang terluihat resah menaiki alisnya.” Kakak kenapa?? Putus dengan kak Kai?” Tanya Dava gambling
Disya membuka matanya menatap Dava tajam.” kalo gue sama abang loe putus, artrinya Cuma dua kemungkinan, satu, gue atau abang loe yang mati, atau kita nikah. Nggak lebih.” Ujar Disya dingin dan mata yang tidak bersahabat.
Dava mendengarnya merinding dibuatnya. “ yah kalopun Pangeran meninggal gue pasti akan ikut aja. Jadi nggak akan ada kata putus diantara kita.” ujarnya lagi sembari memejamkan mata tenang dan nyaman.
Dava meneguk Saliva keringnya.” Btw coba loe hubungin caisar. Tanya jam berapa dia balik.” Ujar Disya kepada Dava.
Dava menggeleng.” Kak caisar nggak bawa HP. Itu tinggal dikamar dia.” Ujarnya Dava dengan ringan.
Disya mengepalkan tangan dan v
beranjak menuju kamar caisar saja. Dava melihatnya menaiki alisnya hera. Kenapa sih gadis itu? dia terlihat aneh sekali, kenapa sangat marah dan tidak nyaman. Apa mereka sedang bertengkar?? Jika iya kenapa bisa??
...----------------...
Caisar mendongak menatap dokter dengan tatapan sayu. Dokter tersenyum.” Yang sabar yah. masih pengaruh bius dan koma jadi begini.” Kata dokter tersenyum haru.
” Saya kaget loh denger kalo adikmu bangun secepat ini. sebab kasus begini biasanya lama bangunnya atau bahkan sampai puluhan tahun ada yang tidak bangun sama sekali."
Caisar tersenyum haru dan mengusap air mata yang jatuh. Mengusap tangan adiknya nanar. “ Jadi adik saya bisa sembuh kan dok?” Tanya caisar bergetar.
Nanar dan sakit sekali asanya. Caisar tidak ingin kehilangan satupun adiknya. Jika bisa dirinya saja yang diambil bukan adik adiknya. Di sisi lain caisar juga takut. Jika dirinya diambil nanti adik adiknya hidup dengan siapa?
Dokter mengangguk.” Kemarin Farel sudah melakukan serangkaian oprasi dan tlanspantasi tulang belakang yang artinya dia alhamdulilah sudah baik baik saja bagian punggungnya, lalu bagiana pembekuan otaknya itu cukup lama pemulihannya. Mungkin saat dia bangun nanti dia akan kehilangan memori ingatannya, semuanya harus kalian mulai sedari awal, yang artinya dia akan bersikap seperti bayi yang tidak tahu apa apa. Kalian hanya perlu sabar dan ajari dia lebih baik lagi agar bisa kembali seperti semula. Mungkin ada beberapa kosakata atau hal yang dia ingat tapi hanya Samar samar.” Ujar dokter dengan rumit dan tidak enak. Caisar mendnegarnya memegang dadanya perih. Mendengar kabar ini sebenarnya sudah jauh lebih baik ketimbang kabar dulu yang ia dengar jika adiknya akan menjadi manusia yang tak berotak atau hidup segan mati tak mau.
Bahklan untuk makan saja ia nanti tidak akan bisa karena gangguan otak, dan lagi kabar buruknya dirinya akan menjadi mayat hidup yang tidak akan bisa berdiri atau melakukan hal hal lain lagi. itu sangat mengerihkan untuk Caisar dengar. Bersyukur jika kali ini Farel memiliki kesempatan untuk kembali sembuh dan hidup normal. Di sisi lain ia juga sedih karena Farel melupakan banyak hal, bahkan harus memulais edari awal seperti dia bayi.
__ADS_1
Caisar mengusap air matanya yang jatuh. Caisar tidak kuat untuk tidak menangis, menangis haru adiknya sudah sadar dan menangis sedih mendengar kabar adiknya.” Tapi dia tidak lumpuh dan sakit lagi kan dok?” Tanya Caisar meyakinkan diri jika adiknya ini baik baik saja.
Dokter tersenyum, kagum dengan kasih sayang yang caisar berikan. Ia mengangguk tenang.” Iya. Sudah kami cek jika semuanya sudah baik baik saja. Tetapi kamu sudah dengar sebelumnya, keadaan adikmu berada di jaringan otaknya. Mungkin dokter ahli sebelumnya bisa membantu dijaringan otak, tapi ibaratkan HP. Ada resiko setiap tindakan. Ini salah satunya. Kamu harus semangat yah.,” ujar dokter lagi.
Caisar terkekeh mengusap air matanya nanar. ia mengangguk. “ terimakasih yah dok. “ ujat caisar.
Dokter tersenyum mengangguk pelan kepada caisar. “ jika begitu saya permisi yah, jika ada apa apa kamu hubungi saya saja kembali.” Ujar dokter membawa kopernya. Caisar mengangguk dan mengantar dokter sampai depan kamar, disana sudah ada perawat yang menjaga farel selama ini mengantar dokter sampai depan rumah.
Fadly sedari tadi ada disana terdiam menatap farel yang membuka mata menatap lingkung dan telet kedepan Caisar tersenyum menatap adiknya menatapnya. Farel menatap wajah fadly dan tersneyum.
” Ada monyet.” Gumam farel dengan polos. Fadly yang tersenyum mendatarkan wajahnya mendengar dan menatap Farel yang mengatai dirinya monyet.
Brutff.. bastian mendnegarnya tidak bisa tidak menahwan tawanya. Fadly dikatai mirip monyet.
Farel melirik bastian yang menahan tawanya. Mengerjab pelab,” temannya monyet.” Gumam Fariel membuat bastian terdiam masam dan Fadly yang terbahak mendengarnya.
Caisar pun ikut terkekeh mendengarnya. Ia mengusap kepala sang adik nanar dan menggeleng.” Mereka bukan monyet. Tapi gorilla.” Ujar caisar terkekeh. Fadly dan Bastian mempelototi Caisar yang mengatai mereka gorila.
“ gorilla itu apa?” Tanya Farel dnegan polos menatap caisar.
Caisra terkekeh menjatuhkan air matanya. casar mendadak sakit mendengarnya adiknya yang bertanya begitu.” Gorila itu kembaran monyet Cuma lebih gede.” Jawba caisar sabar.
Farel mengangguk menunjuk fadly dan bastian,.” Seperti mereka?” tanyanya. Caisar terkekeh mengangguk membuat farel tersenyum lebar.
“ halo gorilla.” Ia melambai tangan polos kepada Fadly dan bastian.
Bastian dan fadly ingin sekali marah pada caisar. Tapi melihat caisar terkekeh mengusap kepala sang adik sayang menjadi mereka lebih memilih diam dan membiarkan saja. Mereka juga kasihan kepada caisar yang melihat keadaan adiknya begini. Tadi saat ditengah rapat Fadly mendapat telepon dari perawat jika Fariel bangun dari komanya, dan dokter sudah dipanggil untuk memeriksanya. Karena itu mereka menghentikan rapat dan segera ke rumah Fadly.,
__ADS_1
Caisar di jalan bahkan sangat terlihat cemas dna khawatir. Khawatir jika Fariel kenapa napa. Fadly dan bastian hanya bisa menahan dan menenangkannya. Sejujurnya mereka tadi juga membalas pengganti ketua penyelenggara acara. Mengapa diganti secara sepihak oleh sekolah. Dan itu sangat membuat caisar tidak nyaman dan fadly sebagai orang yang dipercaya tidak enak.