
Keringat Caisra bercucuran, ia memilih berjalan menyelusuri jalan menuju rumahnya. Diperjalanan ia tak sengaja melihat satu bapak-bapak yang dihajar oleh empat orang.
Bragkk...
Matanya mengerjab melihatnya.. matanya melihat situasi yang sangat sepi disini.. yah wajar lah sebab jalanan ini jalan hutan yang menuju rumahnya alias jalan pintas. Ia ingin maju membantu tapi sepertinya bukan waktu yang tepat menjadi pahlawan kesiangan bisa-bisa ia mati dnegan kebodohan bukan???
Apalagi mereka terlihat kekar dan mengenakan senjata?
.......
Caisar menghela nafas berat lalu menggeleng, ia tak mungkin biar orang lain mati di hadapannya bukan? Ia tidak jadi itu menjadi manusia di muka bumi ini.
Ia ingin melangkah tapi tatapannya menuju pada sekitar, matanya disana menatap bambu panjang yang sekitar 3meter.
Ia disanapun dengan cepat mengambil bambu tersebut lalu kepada bapak-bapak yang diserang oleh orang-orang yang menggunakan baju hitam di sana.
Bugh...
memukul dua orang sekaligus menggunakan bambu panjang itu, keduanya jatuh cepat tepat ketika mereka ingin membunuh dan bapak-bapak tersebut.
Caisar dengan cepat mendekati bapak-bapak itu dan mencoba membantunya untuk berdiri, namun bapak-bapak itu terlihat sangat lemah dan tidak bisa berdiri, tablet Caesar gemetar lalu menodong kembali bambu bambu itu dengan tekad Dan keberanian yang ada.
" Siapa kau? beraninya mencampuri urusan kami Cepat pergi jika tidak mau mati!!!" Ujar satu dari mereka kepada Caisar.
Caisar wajah datar dan juga tatapan tajamnya, meskipun dia menekan rasa itu menyembunyikannya dibalik wajah datar " Kenapa kalian saja yang pergi ke neraka? atau ingin ku antar ke sana ?'' jawab dengan menyeringai.
tangan dari salah satu mereka yang belum terkena serangan pun mengepal dan menatap Caesar tajam dalam "sepertinya nya bukan kami yang akan ke neraka, tapi kamu. "jawabnya lalu mengangkat pistol kepada Caisar hendak menembaknya.
Namun Caisar yang sudah melihat gerak itu dengan cepat pula ia menghindar, dan dengan cepat mengayunkan bambu ditangannya.
__ADS_1
Bugh.. Bugh...
Tanpa ampun ia memukul mereka dan mereka pun kewalahan akibat Caisar.
Namun Caisar tak sadar jika salah satu dari mereka masih ada, dan. Cras...
arghj..Caisar meringis merasakan sakit dibagian lengannya, ia melihat sang empu, dan Bugh. ia memukul tepat dirahangnya hingga ia terhuyung.
Caisar merasakan tangannya melemah dan juga tenaga yang hilang akibatnya, Dilengannya darah merembes keluar bisa dirasakan oleh Caisar jika luka ini sangat dalam
Ketiganya tak tinggal diam, mereka mendekati Caisar untuk melawan dan membalas. Tetapi dengan setengah sadar Caisar mengambil pistol yang berada dikakinya dan mengangkatnya.
Dorr...
Dor... Dor...
ia menembak dengan abstrak. ia tak tau dan baru kali ini memegang dan mengenakan benda ini secara langsung.
Ringisan keluar dari bibir mereka merasakan sakit Karena tembakan Caisar tepat dilengan dan kaki mereka. tak ada yang terkena titik inti tapi itu cukup menyakitkan dan mematahkan perlawanan mereka.
" Tangkap mereka!!!" Suara itu mengagetkan Caisar
Dari arah lain beberapa orang berbaju hitam mendekati Caisar dan pria yang sudah tak berdaya itu. Hingga beberapa orang itu kabur tapi tetap bisa ditangkap.
Caisar diam merasakan sakit ditangannya, ia terdiam melihat semua itu. sampai pada bapak yang ia ba tu diangkat kedalam mobil beberapa orang disana. Ia yakin orang suruhan atau orang dari bapak itu sendiri...
Semuanya sudah selesai dan ia ditinggal sendirian disini... Iya sendirian.
Semuanya sudah pergi memasuki mobil tapak ada yang mengucapkan terimakasih atau apa gitu? tidak ada hahaha.
__ADS_1
Oh ayolah bikan tak ikhlas tapi bagaimana bisa ini terjadi?
tak ada kata yang Caisar lontarkan. Ia hanya meringis merasakan lengannya sakit, jalan tertatih-tatih menuju ke rumahnya Tapi kepalanya terasa pusing seperti berputar-putar mungkin karena efek dari banyaknya darah yang ia keluarkan.
"Caisar..."
Caisar melihat kearah suara yang memanggil namanya, samar-samar ia bisa melihat itu sosok yang sangat ia kenal seseorang wanita cantik yang tak lain adalah Disya.
Disya di sana menatap Caisar cemas mendekat "Caisar bagaimana bisa ini terjadi? kau terluka? ''Ujarnya yang menata pulang nanti seharian penuh dengan darah.
Caisar lihat sangat lemah mendengarnya "Aku tidak apa." Ujarnya pelan. sangat pelan
Disya di sana menatap kaisar dengan apa tidak suka, '' Heeyyy buta melihat lenganmu yang terluka.. Sini aku bantu mengobati lukamu atau kita ke rumah sakit saja???" dia bertanya dengan khawatir, Siapa yang tidak khawatir ketika melihat penampilan kaisar yang saat ini.
Caesar terlihat menggeleng dan menjawab "lebih baik kau bantu aku untuk mengobati luka ini di sini..'' kaisar memiliki uang untuk pergi ke rumah sakit mungkin memang akan membantunya untuk membayar nanti, tapi ya masih punya harga diri sebagai laki-laki, yang masih memiliki batas wajar dan sadar bahwasanya kodrat seorang laki-laki itu bukan dibayar tapi membayar, bukan diberi tapi memberi.
Disya sempat menolak namun Caesar lihat kukuh dengan pilihannya sehingga dia tidak bisa menolak barang sedikitpun, Disya mengambil kotak obat yang ada di dalam mobil membersihkan luka lengan di kaisar menggunakan air mineral ia keringkan menggunakan kain lalu ia siram dengan alkohol. baru setelahnya ia menaruh obat merah di luka Caesar.
lukanya sangat panjang diduga dalam, Dia terlihat meringis menatapnya sedangkan Caesar hanya diam sesekali ringisan kecil keluar dari bibirnya karena rasa sakit ini juga peri keterangannya.
" Siapa yang membuat mu terluka???" tanya Disya kepada Caesar dengan dingin.
Caisar menggeleng lalu menjawab dengan jujur "tadi aku membantu seseorang, iya bapak yang dikeroyok beberapa orang, ketika aku membanting aku terkena luka karena memang jumlah mereka yang cukup banyak. aku saja yang bodoh karena ikut campur masalah orang lain..'' Caesar dengan jujur dan juga terkekeh akan kebodohan yang ia lakukan.
bisa di sana mengangguk lalu menjawab "iya Kau sangat bodoh, sangat-sangat sehingga bisa dimanfaatkan dengan mudah oleh orang lain. kan sudah kukatakan jadi orang jangan terlalu baik. jangan terlalu sering ikut campur akan urusan orang lain, kan kamu sendiri yang terluka dan kamu sendiri guenya rugi... lalu di mana orang yang telah kamu tolong? '' Suara Disya terdengar dalam dengan tidak suka.
Caesar bisana menggeleng dan menjawab ''Dia dijemput oleh beberapa orang,''
Disya semakin menderita terima. '' dan kau ditinggal sendirian dengan keadaan terluka? padahal kamu yang membantunya? "suaranya terdengar dua kali lebih besar dibandingkan suaranya yang tadi.
__ADS_1
Caisar tangan Disya yang terkepal lalu berkata ''dia tidak sadarkan diri, orang-orangnya terlalu panik sehingga tidak melihat aku. mereka tidak salah dan aku membantunya dengan sukarela jadi jangan salahkan mereka. '' Ujar Caesar pada nya.
Disya mendengus " Bodoh..." Gumamnya tajam. Caisar hanya meringis mendengar nya