Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Juara


__ADS_3

Cessy menatap semua nilainya dengan tenang.” Gilak. Bisa bisanya loe dapet juara satu pararel cok, padahal anak pindahan empat bulan lalu.” Ujarnya Willy menatap Cessy kagum dan juga senang.” Gue malah dapet juara tiga dari belakang.” Ia menunjukan hasil raportnya terkekeh pelan.,


Cessy bergumam pelan menatap nilainya, semua nilai sempurna, hanya nilai bahasa mandarin 9,8, selebihnya tidak ada kesalahan. “ makan makan lah jita kalo begini.. masa nggak di rayain.,” jelas Willy lagi kepada Cessy.


Cessy yang sebenarnya melamun melihat nilainya, dulu dirinya memang pintar tapi tidak sepintar caisar karenanya dia tidak bisa masuk sma swasta seperti kakaknya, ia hanya mendapat beasiswa sma negeri tapi dengan agreditas A juga. Disini ia mendapat juara satu umum. Efek dari kerja kerasnya yang luar biasa.


“ gimana kalo gue masakin aja? Soalnya gue biasanya kalo dapet juara makan makan dimasakin.” Ujar Cessy sendu. Ia merindukan Caisar yang selalu membuatkan mereka makanan enak saat mereka mendapatkan juara mereka. Cessy yang menyukai ayam opor, dava dan Farel menyukai ayam goreng dan Cleo juga menyukai ayam bakar. Caisar akan membeli dan memasak semua menu kesukaan mereka dengan senang. Jadi saat mereka juara mereka akan pulang cepat dan sangat gembira. Bahkan Caisar juga membuat menu lain kesukaan yang lain untuk dinikmati bersama. Semacam syukuran kecil kecilan mereka.


Willy mendengarnya menatap Cessy dengan semangat.” Gue baru udah beli apartemen sih. ayok kalo mau, tapi loe beneran bisa masak Mo?” Tanya Willy sedikit bingung melihat Cessy, memang sih kemarin saat Grill ia bisa masak tapi willy masih kurang percaya,


Cessy tersenyum tipis.” Tenang aja. Skuy.” Ujarnya tenang merangkul pundak willy.


Willy di sana tersenyum lebar menatap cessy yang merangkulnya. Tatapan willy melebar saat melihat ada alice yang berdiri di jalan klan akan mereka lewati.” Eh Moo kita lewat sana aja yuk, soalnya di sana kemarin ada anjing satpam suka gigit orang. yuk ngeri.” Ujarnya menarik Cessy agar berbelok arah,


Cessy kaget melirik willy yang tiba tiba menariknya begini.” Serius? Perasaan tadi pagi gue lewat nggak ada deh.” Ujar Cessy bingung. Tadi pagi ia lewat sana tapi tidak ada anjing tu, tidak ada apa apanya juga di sana. Memangnya boleh bawa anjing ke sekolah?


Willy gelagapan mengangguk cepat.” ada Mo seriusan. Gue dikejarnya kemarin, itu anjing kek anjing gila, mau ngikutin kemana mana terus terus ngigit lagi. cepetlah lewat sini aja.” Ujarnya menarik tangan Cessy menjauh menuju mobil mereka. Willy hanya bisa menatap Willy percaya saja memasuki mobil Willy dari parkiran kelas tiga.


“ duh dimana sih Morgan? Kan Alice lama nunggunya.” Gumam Alice menatap jam dan jalanan yang di lewati oleh Cessy. Tapi sudah dari tadi menunggu Cessy tidak juga lewat. Kan alice jadi sebal. Ia memilih menunggu lagi saja di tempatnya,


Sedangkan Willy melihat Cessy akan melihat arah dimana Alice berdiri segera menutup kaca mobil sebelah Cessy.” Tutup aja . jangan di buka soalnya srek belum di servis itu kaca. “ ujarnya gelagapan menarik tangan Cessy.

__ADS_1


Cessy agak shok mentap willy yang beda dari baisanya. Willy menarik tangan Cessy.” Ini tu tangan loe lembut banget., loe pakek bodylation apa Mo?” tanyanya gelagapan masih mengalihkan pandangan Cessy menuju sekolah yang masi ada alice nya.


Alice itu penganggu dimata Willy. Tidak mau ia berbagi watu bersama Alice. Alice akan mengusai Cessy sepenuhnya anti.


Cessy memandang lengannya yang dibilang Willy lembut.” Ini kasar kali. Ada ada aja sih.” ujarnya melepaskan tangan Willy lalu menatap kedepan. Willy menggela nafas pelan sebab mobil sudah keluar dari sekolah.


“ Eh tapi tadi gue nggak lihat ada alice. Kenapa nggak sekalian di ajak.” Tanya Cessy kepada Willy baru ingat Alice.


Willy menggeleng.” Kan Alice sakit, mungkin dia cepet pulang biar nggak sakit gitu. Lagian kita kan mau makan makan. Kasihan Alice kalo dia Cuma lihat kita aja, dia kan makanya harus propersi dia.” Jelas Willy meyakinkan.


Cessy mendengarnya terasa masuk akal mengangguk pelan saja menatap willy. Kan memang benar Alice nggak bisa makan makanan berlemak, berminyak atau berdaging sedangkan ia akan masak yang begitu semua jenisnya.


Willy menghela nafas pelan melihat Cessy percaya padanya. Entah benar benar setuju atau hanya pura pura setuju saja. Yang penting Cessy tidak bertanya Alice kembali.


Willy menggeleng.”nggak ada apa apa sih. kita ketokoh aja dulu buat beli bahan. Loe pilih aja bahan yang loe butuh.” Jelasnya.


Cessy mengangguk. “ oke deh.” Jelasnya Cessy tenang kepada Willy. Mereka memilih berhenti di tokoh sayur dan juga kebutuhan rumah.


Willy membantu Cessy membawa semua barang dan Cessy memilih bahan bahan yang akan dimasak. Ia mengingat bumbu bumbu buatan Caisar dulu memasak untuk mereka. Caisar pintar masak jadi semua makanan yang dia buat sangat enak. Cessy merindukan masakan kakaknya Caisar.


Semuanya sudah selesai. Cessy membawa semua barang yang mereka beli ke apartemen Willy. Willy ikut membantu dan segera membawa cessy ke dapur miliknya.

__ADS_1


Cessy melihat semua isi apartemen milik Willy kagum.” Bagus banget wil. Jadi loe tinggal di sini sekarang?” Tanya Cessy kepada nya dengan tenang.


Willy menggeleng.” Gue Cuma pulang pas gue mau sendiri aja, soalnya Bokap nyokap mana mau gue jauh.” Ujarnya.


Cessy membuka bibirnya kecil mendengarnya.” Ortu loe posesif juga yah.” ujar Cessy pelan kepada Willy.


“ jelas. Gue anak lakik satu satunya. Penerus warisan juga. Kakak gue cewek udah nikah soalnya dan dia udha jadi dokter.” Jelas Willy mencibir.” Pulang malem aja gue dicariin, ditelpon sampek modar. Gue berasa jadi anak cewek di rumah.” Jelasnya sembari mengeluarkan minuman minuman yang dipesan.


Cessy mengangguk mengeluarkan sayuran.” Itu tandanya mereka sayang sama loe mangkanya mereka selalu khawatir tentang apa yang loe lakuin di luar sana. Loe beruntung berarti wil.” Ujar Cessy pelan. tak ada rasa iri lagi dihati Cessy karena baginya kebahagiaan orang orang itu sudah pas pada takarannya saja. Tidak lebih.


Cessy tidak lagi berharap punya ibu atau ayah.


Willy melirik Cessy tenang usai menaruh semua minuman di kulkas pelan.” emang bapak sama mama loe gimana Mo? Gue nggak pernah denger loe cerita tentang mereka.” Jelasnya mencoba tenang orang tua cessy yang sama sekali tidak pernah diceritakan, atau bahkan dirinya belum pernah ke rumah Cessy secara langsung selama ini.


Cessy meliriknya dan tersenyum,” gue nggak tau sih, soalnya gue nggak pernah tau gimana rasanya punya orang tua layaknya yang kalian ceritain.” Jelas Cessy masih sibuk membuka satu persatu pelastik sayurnya.


Willy melirik Cessy yang bicara tanpa ada emosinya.” Lah emang tuan Faren nggak sayang sama loe?” ia tau jika Cessy ini anak farel dan ibunya sudah meninggal tapi bukankah masih ada ayah?


Cessy mengangguk.” Yah dia baik.” Jelas Cessy pelan tapi tidak lagi menyahut atas apa yang ia jelaskan tadi.


Willy berdehem melirik cessy.” Loe nggak mau cerita apa apa sama gue?” tanyanya pelan. takutnya dari cerita awal Cessy hidup Cessy tidak baik.

__ADS_1


Cessy tersenyum melirik willy.” Gue bahagia,. jangan khawatir.” Jelasnya terkekeh. Willy hanya tersenyum melihat Cessy.


Apa benar? Willy malah merasa jika ada banyak hal yang di sembunyikan oleh Cessy dari dirinya.


__ADS_2