Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Pilihan


__ADS_3

Gerry mendengarnya mengernyit. “ Maksud loe apa si Cai? Kitakan sekarang udah jadi keluarga, jadi nnggak usah ragu minta tolong., bonyok pasti juga bakalan mau bantu loe kok. Tenang aja anggep kalo mereka orang tua loe juga, “ Ujarnya pelan sangat tulus .


Sepulang sekolah Caisar memilih kerumah Gerry terleih dahulu. Orang tua Gerry bersyukurnya mau membantunya bahkan Caisar sempat kena omel karena baru mengatakan hal ini dengan mereka, jadilah mereka nanti akan sering menjenguk Rafa atau Farel dirumah sakit. Mereka juga menawarkan untuk merawat Fare dirumah saja, tetapi Caisra tidka setuju takut merepotkan, tapi orang tua Gerry kekeh membawanya pulang, jadilah Farel pulang saja kerumahnya Gerry besok pagi akan dijemput. Lagi pula dia tidak gila dia hanya kehilangan jiwanya berharap bangun padahal ini kenyataan. Sudah jangan membicarakanya ini hanya akan menambah luka untuk Caisar.


Kenapa Caisar memilih minta bantuan? Ia takut sang adik kenapa-napa.,. ia takut Farel da Rafa kenapa-napa jika beginikan ia bisa tenang dengan apa yang nanti ia kerjakan. Ia akan bekerja sesuai dengan targetnya yaitu sukses, ia juga masih harus menjabat ketua osis membuat ia sangat-sangat sibuk, mau mundur jabatan ia tidak bisa. jadilah ia harus pasrah dengan semua tugasnya.


Hari berganti hari, minggu berganti minggu. Cessy dumana? Ia berada dinegara Swis berpisah dehgan para adik-adiknya, ia sendiri disini membawa bekal yaitu anting dari kakaknya, membawa uang dari setengah cek yang dari Karen lalu. Ia hanya memiliki tekat dan juga nyali saja.


(Tebakan kalian hampir benar tapi tidak tepat)


Ia menatap kedepan dimana Karen dan juga Gibran, Gibran menatapnya dengan tatapan kasihan. Cessy tidak menyukai tatapan itu, ia memalingkan tatapannya dan menatap Karen. Karen disana tersneyum lembut pada Cessy.”Kau memiliki banyak keberanian rupanya sampai merelakan gender mu.”ujarnya pelan.


Cesys mendelik.”Aku masih perempuan asal kau tau.”Ujarnya tak terima.


Karen terkekeh.”Iya tetapi jangan sampai ada yang menetahui gendermu jika tidak maka kau sendiri yang akan merasakan apa akibatnya.” Wajahnya terlihat sangat garang dan juga kelam menatap Cessy. Sejujurnya ia tetap ingin Caisar tetapi melihat potensi yang dimiliki Cessy tidak terlalu buruk, jadi ia akan menerimanya saja.,


Cessy mengangguk.”Siapkan semua barangnya dikamar, kau istirahatlah nanti kau harus berlati cukup berat untuk memuasakan kinerjamu.”Ujarnya. Cessy mengangguk memilih unudr diri. Gibran disana mendengus memilih pergi meningalkan tuannya. Karen disana menatap Gibran yang kurang ajar diam.


“Mulai berani dia. Apa aku kurang memberikan dia kedisiplinan??”Gumamnya lalu menghela nafas meminta bodyguard-nya mendorong kursi rodanya.


Cessy diam menatap kamarnya, tidak buruk, ia membuka barang-barangnya didalam koper, disana ada banyak baju lelaki yang tak lain dari Caisar. Itu baju-aju kakaknya yang paling bagus kakaknya berikan, lalu ia disana merebahkan tubuhnya di kasur menghela nafas. tatapanya menerawang jauh mengingat apa saja yang harus ia lakukan nanti. Ia memilih kekamar mandi mencuci tubuhnya dan membersihkan dirinya. Ia akan istirahat sebentar saat ini..

__ADS_1


Setelah beristirahat Cessy menatap jam yang ternyata pukul 8malam, ia mendengar ada ketokan di pintunya ia membukanya menatap siapa. Disana ada satu pelayan laki-laki mengantarkan dia makanan.”Tuan ini makan malam..”Ujarnya memberikan makanan.


Cessy menatap makanan disana dan menernyit.”Hanya buah ?”Tanyanya pelan tak bisa berkata-kata.. makan malam hanya buah? Apakah Karen semiskin itu memberikan dirinya makan buah saja setelah seharian tidak makan?


Pelayan pria itu menunduk tak menatap Cessy. ”Maaf tuan muda, tuan Karen hanya memberikan ini, karena hari sudah malam melarang tuan untuk makan makanan yang berlemak dan berpotensi tidak seehat jadi tuan harus mengatur pola makan tuan.”Ujarnya cukup pelan karena takut dimarah.


Cessy menatapnya melotot.?"Hey aku belum makan seharian ini setelah dipesawat tadi itupun aku tidak kenyang dan sekarang aku hanya diberikan buah? Apakah dia waras ?”Tanyanya hampir berteriak saking kesal dann marahnya pada Karen.


Pelayan pria itu bergetar takut.”Maaff tuan tapi ini perintah. kata tuan Karen jika tuan muda menolak tuan tidak usaha makan sama sekali.?" Ujarnya undur diri. ?


"Kya.. cepat kemari..!” Teriak Cessy menahan nampan berisi buah-buahan yang sudah dikupas lalu membawanya kedalam meninggalkan pelayan lelaki yang masih diam ditempatnya.


Brak.. pelayan itu memejamkan matanya kaget lalu memilih undur diri mengusap-usap dadanya. Cessy disana meneguk Saliva keringnya merasa perutnya yang sekarang peri dan lapar. Ia menghela nafas meminum jus buah diisana berwarna hijau, lalu ia memakan buah apel yang sudah dipotong. “Yah dibanding tidak makan ini sudah sangat cukup." Gumamnya bersyukur ia bahkan pernah hanya makan kangkung rebus untuk menutupi rasa lapar ini hanya diberi buah bukan masalah terlalu besar meski ia lapar.


Udara disini sangat dingin, ia disana melewati malam cukup lama melihat sisi-sisi jalan, ia menatap kedepan penuh dengan lampu,, jam segini disini sudah sepi dikarenakan peraturan yang ada. padahal baru jam 8malam.


“Sudah ku katakana Roy aku tidak menyukaimu bisakah kau pergi dari sini..!!!!” teriakan itu membuat Cessy menatap asal suara. Ia mencari disana dan menemukan satu peremuan berpakaian pendek yang tak lain baju sekolah, baju sekolah jam segini?? Lalu menatap pria yang memakai baju sekolah juga menahan tangan perempuan.


“ Gebby ayolah. Aku minta sekali lagi kesempatan untuk memperbaiki semuanya Geb. Aku minta maaf ayolah kembali denganku aku akan memperbaiki semua kesalahanku denganmu.” Ujarnya memelas pada gadis yang bernama Gebby.


Gebby memberontak melepaskan cekalan itu namun sangat erat membuat ia kesulitan."Kau yang berselingkuh Roy ayolah kau gila. Cepat lepaskan aku,,!!” Ujarnya membentak.

__ADS_1


Pria ityu terlihat tidak melepasnya malah semkain mencengkram nya erat. Sampai satu tngan menarik tangan Perempuan bernama Gebby itu mundur membuat Roy tertegun menatap sang pelaku.


Pria yang tak lain adalah Cessy itupun diam menatapnya tajam. “ Jangan kasar dengan perempuan..!” Uja dingin Cessy pada pria itu


“Jangan ikut campur...!!!| '' Ujarnya tak suka pada Cessy.


“Aku sudah menelpon pihak keamanan jika kau tidak pergi sekarang maka kau kn dipenjara.'' Ujarnya Cessy. Roy disana mengepalkan tangan memilih pergi menmingalkan gadis pujaanya bersama Cessy.


Cessy disana melepaskan tangannya dari gadsi itu, ia menatap gadis itu dalam dan juga berkata.”Sudah sangat malam kembalilah aka ada banyak penjahat berkeliaran.”Ujarnya pelan.


Gebby tertegun melihat iris mata biru yang cantik didepannya. Ia megangguk kaku tetapi tangannya dengan lancang menarik makser Cessy menampilkan wajah cessy yang tampan, ia sampai menahan nafas menatapnya.. " Tampan sekali..."


Cessy yang diuperlakukan lancang terdiam disana. ia memalingkan wajahnya dan berkata.”Pulanglah sudha malam.”Ia pun pergi meninggalkan Gebby memegang jantungnya.”Dia sangat tampan dan cantik.”Lirihnya tersenyum manis. Akhh siapa namanya ia lupa bertanya..


Caisar diam termenung setelah belajar bayak hal dari tadi, gurunya yang tadi memberikan ia luang untuk itirahat membuat ia pergi ketaman, ia diam menatap kedepan meghela nafas mengingat Cessy. Apa adiknya baik-baik saja? Sudah makan belum? Ia mengkhawatirkannya. "Pangeran sedang apa kau dimari?”Tanya Dsyta datang dengan baju santay biasanya.


Caisar disnaa melirimya dna menggeleng.”Apa Pilihanku Sudah Benar Dis? Aku takut dia kenapa-napa disana. dia hanya perempuan.”Ujarnya pelan.


Disya disana menghela nafas.?" Ini pilihannya jika ada apa-apa itu resikonya. Doakan saja dia baik-baik saja. Kau disini juga harus ingat KAI jika ada banyak yang harus dipikirkan. “Ujarnya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2