
Cessy segera membuat semua bahan di temani Willy yang memilih mengupas buah dan membantu Cessy membersihkan bahan bahan saja karena dia tidak pandai masak atau bahkan tidak bia membedakan yangmana jahe dan yang mana kunyit, Cessy juga tidak masalah.
Sampai satu jam semua makanan jadi dan dihidangkan di atas meja, dinikmati oleh Willy tenang. Mata Willy berinar menatap Cessy yang meliriknya senang.” enak banget Mo. Gue baru tau kalo loe bisa masak seenak ini.” jelas Willy mengacuhkan jempolnya.
Cessy tersenyum tipis mendengar ucapan Morgan.” Masakan gue emang enak sih.” ujar Cessy.
Willy mengangguk menatap Cessy.” Belajar dari mana?” tanyanya memakan lahap nasi dengan sayur ayam bakar di piringnya.
Cessy menaruh sayur bacem di atas piring willy membuat Willy mnerima tenang.” Dulu gue suka masak saja sih. “ Cessy tidak mungkin menjelaskan jika dirinya belajar dari Caisar, lalu selalu masak untuk adik adiknya, atau bahkan pernah bekerja di rumah makan membantu pemilik rumah makan supaya diberikan sayur makan mereka bersama sama.
Yah Cessy pernah bekerja di rumah makan dulu membantu chef-nya, dulu cessy melakukanya hanya sampai pada Caisar pulang sekolah, setidaknya ia akan diberi oleh pemilik warung nasi dan juga sayur secara terpisah, itu bisa dinikmati oleh dirinya bersama ke tiga adiknya bersama sama, dan akan bisa di sisakan untuk Caisar nanti malam. Caisar tidak tau dirinya bekerja tapi Cessy sendiri berinisiatif bekerja di rumah makan.
Ekonomi mereka dulu cukuplah sulit,. Dimana dirinya, kedua adiknya harus sekolah sedangkan Cleo butuh susu. Kerja Caisar di perpustakaan hanya menghasilkan uang 800 ribu perbulan saja hanya untuk membeli susu Cleo selama satu bulan, karenanya Cleo harus kerja sampingan dipombensin atau dimana saja agar dirinya bisa menghasilkan uang untuk uang makan, sekolah, untungnya mereka punya rumah jadi tidak membayar sewa.
Mereka harus membayar listrik dan air saja. Jika dipikir pilkir Caisar kuat sekali yah menghidupi adik adiknya di usia kecil begitu.
Karenanya saat skeolah, Cessy selalu mewanti wanti adik adiknya agar bisa mempertahankan kejuaraan kelas, agar mereka bisa mendapatkan beasiswa sekolah lanjutan, agar Caisar tidak terbebani akan sekolah, ciukup kebutuhan hidup saja.
Karenanya baik Cessy, Farel dan Dava. Saat masuk SMP mereka sekolah jalur prestasi, mereka sama sekali tidak perlu membayar sekolah selain uanhg baju dan uang jajan.
Yah dan baiknya lagi Caisar. Meskipun mereka miskin dan tidak punya uang, tanpa seharipun dari tempat adiknya tidak diberi jajan, hanya dua ribu saja pasti ada diberi olehnya. Karena bagi Caisar saat teman teman adiknya saat minum adiknya harus minum, jika mereka makan adik adiknya juga harus makan.
Cessy meneteskan air matanya, mengingat Caisar yang mnenghidupi dirinya dan adik-adiknya. Lebih dari apapun Cessy adalah saksi hidup dimana Caisar berjuang. Diirinya dan Caisar hanya beda dua tahun, saat dimana dia sudah mulai paham jika Caisar menghidupi dirinya dan adik adiknya. Caisar dulu bahkan tidak sekolah beberapa tahun untuk menghidupkan mereka dan mengurus Cleo yang masih bayi., Dava dan Farel yang masih balita.
“ Morgan.”
Cessy mengusap air matanya menatap willy yang menatapnya khawatir. Willy khawatir melihat Cessy yang menngis ditengah makannya. “ Morgan loe nggak apa apa? Loe nangis.” ujar Willy memegang pipi dan kening Cessy.
Cessy menggeleng pelan menatap Willy.” Gue Cuma sedih aja nggak bisa sama sama dengan orang yang gue sayangi.” Jelas Cessy jujur.
“ emang siapa yang loe sayang?” Tanya Willy tenang.
Cessy menggeleng pelan.” rahasia. Tapi dia sangat berharga bagi gue.” ujar Cessy jujur.
Willy mendengarnya tiba tiba merasa terbakar menatap Cessy.” Dia yang loe suka? dia pacar loe?” Tanya Willy lagi mencoba tenang tapi tidak dengan intonasi suaranya yang menggebu gebu.
__ADS_1
” kenapa loe nggak cerita loe ada pacar?” Tanya Willy kesal pada cessy.
Cessy mengernyitkan dahinya.” Loe kenapa sih Wil? Mau ada atau nggaknya gue pacar juga nggak ada urusannya sama loe kan? lagian yang gue omong bahkan lebih berharga dari pacar. Hidup gue nggak sebatas tentang cewek.” Jelas Cessy berdecap malas.
Willy mendengarnya terdiam menatap Cessy rumit dan terluka. Cessy memakan ayam bakarnya tenang.” Sosok yang gue ingat bukan pacar wil. Gue nggak bisa cerita sama loe tapi yang pasti dia berharga bahkan lebih dari diri gue sendiri,” jelas Cessy pelan.
Willy terdiam menatap makannya. Rasanya makan yang ia nikmati ini seketika menjadi hambar, tidak lagi terasa enaknya, seperti memakan yang ia nikmati dibumbui dengan paku an duri. Seandainya rasa dihatinya ini tidak menggebuh dan melenceng, saat ini sudah pasti Willy akan berteriak kencang dihadapan Cessy jika dirinya tidak suka cessy memiliki orang special atau bahkan yang ia sukai. Tapi willy sadar, jika saat ia mengatakan hal itu, bisa jadi Cessy akan memilih pergi dan menjuauh dari dirinya.
Jauh dari hal yang diriunya bayangkan, ia lebih tak ingin Cessy menjauhi dirinya.
...----------------...
Digemparkan akan berita tentang anak pebisnis terkenal kaya raya hampir dibunuh oleh seseorang dipinggir jalan, dan dikabarkan pelaku terlalu melaju mobilnya sehingga mobil yang dikendarai tidak terkendali sehingga masuk ke sungai dan belum ditemukan sampai detik ini. dan yang mencurigakannya adalah sepanjang jalan dari peristiwa itu CCTV nya mati total serentak.
“ Wah pasti yang membunuh sudah sangat propesional sampai bisa mengelabui lawannya begitu bagus.” Ujar Fardan di sana mengangguk melihat berita yang tersebar di sebelahnya ada Dwi dan juga Disya. Sedangkan caisar dan yang lain belum sampai di ruang makan saat sarapan begini.
Disya berdehem.” Yap betul. Dan orangnya ada di depan kalian.” Ujar disya bertepuk tangan.
Fardan mendatarkan wajah menatap Disya dengan tatapan bertanya,.” Kamu?” Tanya Fardan pelan.
Fardan dan Dwi melirik Disya dengan tatapan kaget dan rumit.” Disya...” gumam Dwi. Disya mendongak menatap Dwi tenang. Dwi kehilangan kata kata sehingga hanya bisa menghela nafas dan menggeleng pelan menatap lain arah. Disya mengangkat bahu acuh sampai pada Caisar memasuki ruang makan tenang bersama Cleo berada di sebelahnya.
“ Pagi semua.. Cle cantik sampai.” Ujar Cleo kepada seluruh orang di atas meja. Fardan dan Dwi menatap Cleo yang menggemaskan karena rambutnya yang ikal diikat bundar oleh Caisar sehingga seluruh wajahnya terlihat membulat dan semakin menggemaskan.
” Pagi anak papa. Sini cium dulu.” Ujar Fardan meneltangkan tangannya.
Cleo mendekatinya dan mencium pipi Fardan dan memeluknya.
“ mau juga dong.” Ujar Dwi
Cleo mendekati Dwi dnya mencium wajah nya juga tenang membuat Dwi terklikik geli.,
Caisar memundurkan kursi Cleo dan juga dirinya. Menaruh makan untuk Cleo. Cleo duduk di kursi tenang menerima nasi yang Caisar beri padanya.” Ini nasi buatan caisar. Caisar buatin nasi lemak buat Cessy. Katanya dia juara pararel, jadi kita harus rayain meksipun jauh.” Ujar Caisar tersenyum kepada keluarganya. Yah mereka sudah saling tukar nomor satu sama lain.
“ wah Cessy dapat juara prarel di sana?” Tanya fardan kagum.
__ADS_1
Caisar terkekeh mengangguk melirik Dava dan Cleo yang juga ikut senang.” Iya. Jadi kita harus rayakan bersama yah. nanti pembagian raportnya Dava dan Cleo kan? jika kalian juara satu atau juara kelas semua nanti malam kakak akan buatkan juga nasi tumpeng buat kita rayakan.” Jelas Caisar kepada para adik adiknya.
“ asik..” seruh heboh milik Cleo semangat dan Dava ikut tersenyum senang.
Disya mencolet lengan caisar membuat caisar meliriknya. Disya menatap caisar tersenyum lebar.” Jika Disya yang juara satu bagaimana? Apa hadiahnya?” tanyanya dengan penuh keingin tahuan.
Caisar menoel hidung Disya pelan.” jika kamu juara satu maka aku akan beri hadiah kamu special.” ujar Caisar dengan lembut. Disya melebarkan senyumnya lagi.” tapi kamu nggak boleh curang, menyalahi wewenang diri kamu sebagai pemilik sekolah. Harus sportif. Jika juara karena dibayar aku bakal marah.” Lanjurt Caisar menggeleng.
Disya menyuramkan wajahnya melirik caisar. Semua orang terbahak di saa.,” boro boro juara satu. Naik kelas aja syukur nih bocah.” Ujar Fadly kepada Disya.
Baru saja sampai membawa jaket ditangannya.
Disya mendelik pada fadly tak suka.” kenapa loe? Emang yah dasar nggak sadar diri. Tu catatan bolos loe udah enam puluh kali,. Bayangin deh dua bulan loe nggak sekolah,. Guru Masih waras kali mau kasih loe juara satu.” Jelas Fadly mencibir dengan gaya melotot.
Semua orang terbahak melihat Disya yang terintimidasi. “ kamu ngapain aja dua bulan Sa?” Tanya Caisar kepada Disya.
Disya disana gelagapan menatap Caisar dengan tatapan sendu.” Habisnya kalo di sekolah Disya nggak ada temen, jadi Disya kesepian, semua orang benci Disya jadi Disya ngak mood sekolah. “ jelansya sendu dan juga nanar membuat Caisar menepuk pundaknya pelan.
Disya menjulurkan lidah mengejek pada Fadly. Fadly melotot pada caisar.” Kai loe diboongin sama dia, dia mah punya atau nggak punya temen juga tetap gitu. Memanipulatif banget loe siak.” Ujarnya kepada Disya tak senang. Disya memasang wajah sedihnya menatap caisar memelas.
Caisar menghela nafas pelan melirk Fadly.” Udah udah. Kita sarapan yuk. Hari ini pembagian raport kita juga. Kita udah mau naik kelas tiga jadi jangan ribut lagi. buat Disya kalo sampek nilai kamu merah lebih dari tiga jangan harap nggak bisa deket deket sama aku.” Jelas Caisar.
Disya gelagapan menatap caisar memelas.” Pangeran ih.” Ujarnya.
Caisar memutar bola matanya jengah.” Jangan drama sa. aku tau kamu Cuma drama, udah lah kamu sekolah juga bukan buat diri kamu sendiri. Nanti kalo kamu suka bolos yang ngajarin anak kita siapa sekolah? Masa aku lagi?? kamu dong. Katanya mau nikah masa nanti punya anak nggak bisa diajarin. “ jelas Caisar melirik Disya.
Disya tersenyum mendengarnya.” Iya iya demi anak kita. Disya pasti akan jadi pinter dan berjuang jadi lebih baik lagi. Sasa berjanji.” Ujarnya penuh tekat yang kuat dari bilik matanya. Caisar mengangguk tersenyum mengusap kepala Disya
“ cape banget yah Dav jadi nyamuk. “ ujar Fadly kepada Dava disebelahnya.
Dava melirik Fadly dan berdehem.” Nggak lah, soalnya gue bukan nyamuk. Loe aja bang yang jadi nyamuk.” Ujarnya jelas.
Fadly menatap Dava melotot dan Disya malah tertawa mengejek fadly. Cleo disana ikut tertawa.” Kak Fadly nyamuk wle.” Ujarnya menjulurkan lidah mengejek.,
Sial. Fadly akan selalu kalah pada semua orang disini. Fadly memilih mengambil ayam goreng dan memakanya kasar melampiaskan rasa kesalnya., ia melirik keluarganya yang diam menatapnya dengan tatapan terbahak. Fadly mendengus melanjutkan acara makannya.
__ADS_1
Disya buat emosi saja!