
Pertemanan itu menurut kalian apa? Melengkapi satu sama lain atau menjadikan pion dalam mencapai keinginan??? Atau manusia yang mengusir rasa bosan?? Padahal teman itu seharusnya mengikat dan juga melindungi satu sama lain. Saling menggandeng menuju ketujuan yang sama. yah teman itu seharusnya begitu bukan?
Cessy disana mengangguk masih tetap menatap drama didepan. Nampak Ghea berteriak hendak menjambak Arin dan ditahan oleh Gibran dan Harun.”Dia Cuma drama. Dia Cuma mau kalian tamba benci aku kak hiks hiks.”Teriaknya tak terima menarik Arin. Arin tambah memangis dipelukannya Gibran.
“Berhenti sialan..!!” Tertiaknya Harun menarik rambut Ghea dengan erat hingga Cessy meringis. Ghea itu tak peduli sebenarnya pada orang lain. Tapi ini keterlaluan.
Sampai pada ia berdiri membuat kursinya berdecit. Ia melangkah dan mendekati Ghea menahan tangan Harun. Ia menarik tangan Harun. Semua terdiam menatap Cessy. Cessy isana mengerjab dan berkata.” Dia sengaja jatuhin jusnya. Gue saksi..”Ujarnya membuat e
semua terdiam melihatnya. Maksudnya???
Cessy menghela nafas dan berkata.”Meskipun Ghea salah mukul dia tapi Arin lebih bersalah karena sengaja buat semua orang salah paham. “Ujarnya lagi pelan. Harun dan Galen terdiam menatap Cessy tajam. Dan Ghea disana menangis terseduh-seduh dibuatnya.
“Nggak usah ikut campur loe. Loe dibayar berapa sama Ghea ha?? Loe engak ada hak buat bicara sama masalah kita..!!” Teriak dan bentak dari Galen kepada Cessy disana.
Tatapannya sangat tajam dan juga menghunus tak suka jika ada orang lain membela Ghea.
__ADS_1
Cessy disana menatapnya santay.” Saya berhak. Semua manusia berhak memilih mana yang benar dan mana yang salah, bertindak layaknya manusia atau binatang. Dan yang terpenting saya berhak karena saya tau mana yang salah dan mana yang benar.”Ujarnya menunjuk Arin.”Dan dia saya melihat sendiri dia sengaja jatuhkan jusnya dibaju dia. Dan dia menjatuhkan diri sendiri.”Ujarnya menunjukan Ghea membuat Ghea menatapnya dengan tatapan nanar.
'Kamu Fitnah ak---"
Mata Cessy menatap Arin tajam memotong ucapan nya.”Bahkan dia tidak mengucapkan kata maaf kepada Ghea. Dia mengatakan ampun berulang kali seakan dia yang disiksa padahal dia yang salah. Jikapun dia memang tidak sengaja dia seharusnya tetap minta maaf. Karena disini yang dirugikan pihak Gea bukan dia. Dia menangis seakan menjadi manusia yang paling menyedihkan. Aku tidak menyukai hal itu.”Gumam Cessy dengan pelan. Ia mengerjab menatap mereka.
Semua diam mendengarnya. “Lagi pula kalian itu kakaknya Ghea, seharusnya bukan begini cara kalian mendidiknya, dia memang bersalah memukul oprang lain. Kalian terlalu kasar menjadi seorang kakak. lebih tepatnya kalian seperti orang asing yang tidak terikat darah.” Ujar Cessy disana.”Kalian jahat sekali memukulnya begini.’Ujarnya lalu mundur.”Kalian monster.”Ujarnya lagi.,
Pl----- Galen hendak mendorong Cessy kuat namun ditahan oleh Cessy dan segera bergeser. Ia disana mendelik dan berkata.”Nggak usah kasar. Kakak gue ajak nggak kasar. Loe siapa berani kasarin gue.. Sorry nggak sudi gue.”Ujarnya lalu pergi dari sana meningalkan semua orang.”Oh iya cari tau kebenarannya dulu kalo mau berbuat jahat. Jangan sampek kejadian kek gini terulang lagi.”Ujarnya berlalu dari sana meninggalkan semuanya terdiam. Ghea disana menangis memilih pergi ke toilet. ketiga temannya mengikutinya dari belakang. Sedangkan Galen dan Harun terdiam mencerna mana yang benar dan mana yang salah. Sedangkan Arin? Ia disana smeakin menangis menarilk perhatian orang lain.
Siapa si yang tidak keal Cessy? Wanita yang tak pernah peduli dnegan siapapun dan dimanapun? Terlalu sering orang dibully didepan mata tapi ia diams eakan tuli dan buta., sampai dirinya sendiripun dijauhi oleh smeua orangh ia terliuhat santay saja. Tapi hari ini ia turun tangan dan peduli. Apakah ia jujur atau hanya pansos saja untuk mendapatkan teman dan dukungan? Tapi kok ganjal yah?
Selepas kejadian itu Cessy memilih keperpustakaan saja, ia mencari buku-bbuku sejara, ia sangat suka buku sejara meski ia anak IPA. Sampai tak terasa bel pun tiba, ia memiluh kekelas, namun sebelum sampai kekelas ia mendengar suara tangisan dibelakang perpus membuat ia mengernyit dengan penasaran. “Siapa yang nangis jam segini? Ngak mungkinkan mbak Kunkun?”Tanyanya horror tapi rasa penasaran mendominasi nya.,
Cessy melangkah pelan menuju kebelakang perpus, dan disana ia tertegun nelihat seseorang. Disana ada Ghea yang menangis dengan membekap mulutnya sendiri. Cessy terdiam dengan dada yang sesak. Kenapa tangisna itu sangat pilu?? Ia disana menghela nafas dan mendekat. Sampai disanapun ia melihat sosok dihadapannya itu tak sadar jika dia ada disisinya.”Kirain mbak kunkun.”Ujar Cessy disana mendenggus membuat Ghea disana kaget melihatnya. “Ketemu lagi kita mbak.”Ujar Cessy menaik turunkan alisnya terkekeh.
__ADS_1
Melihat Cessy sontak Ghea langsung memeluk Cessy erat hingga tubuh mereka terjungkang, Cessy tertegun dan terdiam disana. Ia mengusap pundak Ghjea dengan pelan mendengar isakan itu sangat mendesak. Bahkan ia ingin ikut menangis.
“mereka jahat banget sama gue hiks hiks. Gue adik kandungnya tapi kenapa dia jahat banget sama gue hiks hiks. Dia Cuma anak pungut tapi mereka lebih sayang mereka, kenapa hiks hiks? Padahal dia tu puyra-pura polos,. Dia selalu fitnah gue. dia jahat hiks hiks. Dia jahat. Dia amil orang tua gue, abang-abang gue hiks hiks. Semua yang gue punya diambil sama dia.”Teriaknya membuat Cessy terdiam kaku. Yang dimaksud Dia itu perempuan tadi yang dikantin kan?? itulah batin Cessy saat ini ghea menangis terseduh-seduh.
“Dia Arin cewek yang tadi maksud loe?”Tanya Cessy. ghea mengangguk disana mengusap air matanya.
Cessy disana mengernyit.”Jadi dia Cuma anak pungut??? “ Tanyanya Cessy disana membuat Ghea mengangguk lagi. Cessy disana mendelik.” Kakak loe bodoh berarti. Gimana bisa dia lebih dukung orang lain disbanding loe sebagai adiknya.. cohhh kok bisa loe nangisin mereka yang nggak ada otak gitu. Gue si ogah.”Ujarnya Cessy disana mendesis tak suka.
“Loe nggak pernah kjadi gue Cessy. Loe enggak tau gimana sakitnyajadi gue.”Ujar Ghea disana menatap Cessy terluka. Yang ditatap terdiam kaku mendengarnya.
“ Loe engak taukan gimana sakitnya ketika kamar loe diambil Karenna loe harus ngalah? Terus mainan loe diambil, semua yang ada diloe diambil dnegand alih dia udah nggak punya orang tua. Bahkan kasih sayang orang tua dan kakak-akak gue dia ambilk karena dia diangap dibutuhkan? Sedangkan gue? gue diangaps ebagai parasite dan selalu dipojokan, gue harus ngerasain jadi manusia sepi dna ngak ada sandaran bagaikan anak yatim piatu hidups ebatang kara demi dia. Loe enggak tau sakitnya gue. loe enggak tau.”Ujar Ghea disana merintih menangis dengan tak kuatnya..
tatapan Ghea disana sangat dalam.”Dada gue sakit Cess. Loe enggak tau gimana rasanya liat dia yang selalu dielus sedangkan gue mereka tatap bak orang asing. Sakit banget.. hiks hiks.”Ia menabgis lagi dngan terseduh-seudh.
Cessy terdiam lagi disana. Ia bahkan menahan air mata ikut bersedih. Ia salah bicara kan?? “Maaf.”Gumam Cessy lirih. Ia sadar jika yang menurut Cessy itu masalah biasa namun dilalui orang lain pasti sangat berat. Cessy lupa jika manusia punya cerita masing-masing dan tidak bisa disamakan. Tidak seharusnya ia adu nasib dan juga adu kekuatan.
__ADS_1