Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Rambutan


__ADS_3

Disya menggeleng pelan menatap aneh buah berbuli didepannya. Ia mengambilnya satu, berwqarna kuning kemerah-merahan, ada sedikit hijaunya. Ia menatap Caisar dengan mengerjab pelan.”Ini bukan makanan ternak kan?” Tanyanya pelan.


Caisar disana menyentil bibirnya pelan membuat Disya terdiam memundurkan wajahnya.”Bicaranya. ini aku dan semua orang suka lalu itu artinya kau bilang kami ternak begitu?”Tanyanya pelan dan mendengus tidak suka


. Disya mengangkat bahu acuhnya.”Yerenaks appi kami di Negara XX Makan anggur setiap bulan satu kali untuk penambah gizi dn juga vitaminnya. Kan aku hanya bilang ‘Makanan ternak’ anggur kan makanan manusia. Jadi tdiak ada salahnya kan? salah jika aku mengatakjan jika siapapun yang memakan ini adalah hewan.”Ujarnya menjelaskan jujur.


“tapi ucapanmu terarah mengatakan jika yang makan ini adalah hewan ternak Disya.” Ujarnya Caisar geregetan akan Disya yang bicara kasar dan ngelantur.


Disya menghela nafas.”Iya dehh, susah yah bicara sama orang pinter, dikit-dikit pakeknya teori.”Ujarnya menghela nafas.”Jadi cara makanya gimana?”Tanyanya heran.


Caiar mengambil satu rambutan dan membukanya, ia memakannya dengan tersenyum.”Hanya begitu saja kok.. tapi bijunya jangan dimakan, dulu bibik kantin SMP ku anaknya meninggal karena tersedak biji rambutan.”Ujarnya bercerita.


Disya mengangkat satu alisnya.”Boong, mana ada gitu..”Ujarnya memakan buah rambutan itu.. rasanya seperti apa uah... masam Manis,, hmm sepetri buah apa dia lupa.. aduh buah apanya batinnya, ia tau rasa ini tapi ia tidak tau rasa apa kalian pernah tidak si???


Cisar melotot.”Ada contohnya anaknya dia, umurnya dulu 4tahun makan rambutan tersedak bijunya jadi nggak bisa nafas tapi orang tuanya lagi cuci piring. Meningal deh. Mangkanya jangan menyepelekan hal kecil yang kita anggap tidak penting. Pada dasarnya orang yang menyepelekan hal kecil akan kehilangan yang besar suatu saat nanti.” Ujar Caisar mengangguk.


Disya mengangguk saja disna. Ia memakan lagi rambutan yang terasa enak.”Pangeran kenapa ini pahit hue...”Ia memuntahkan rambutan yang baru ia buka dengan giginya. Air liurnya bakan menjadi hijau dibuatnya. Dia meringis menyipitkan matanya.


Caisar tertawa keras melihatnya.”Itu tu belum masak Sasa. Itu masih mentah jadi wajar lah pahit. Yang mateng itu yang warnanya merah atau kuning kemerah-merahan gitu.”Ujarnya memberikan rambutan lain yang mateng.


Disya disana mengusap lidahnya dan mengangguk mulai memakan rambutan lain.”Hmm buahnya cukup enak seperti buah leci atau buah apa yah. tapi enak.”Ujarnya mengangguk-angguk.


Caisar mengangguk.”Iya dong. Ini hanya rambutan jenis biasa, enak lagi kalo rambutan montok. Uh manis.”Ujarnya menggeleng.


“Pangeran mesum..!” Ujarnya Disya melotot mendengarnya.


Caisar disana mengernyit heran. “Lah mesum dari mananya? Kan aku bicara jujur. Ada loh Sa namanya memang rambutan montok. Rambutan nya manis banget meskipun amysih mentah gitu. Yaampun haha.”Ia ikut tertawa mendengarnya


Disya mendengarnya menatap Caisar bagai orang bodoh. “ Aneh banget namanya. Kenapa enggak sekalian namanya rambutan sispexs biara dil kayak cowok.”Ujarnya tak senang.


Caisar tertawa.” Nanti kita bikin deh.”Jawabnya.


Disya menghela nafas memilih duduk menatap lain arah memakan rambutannya. Caisar disana diam dengan mata yang ikut menatap lain arah memakan rambutannya. Kedua manusia yang memiliki jutaan masalah namun tertutup dengan sifatnya. Satu menutupi luka dna juga takdir dengn kebaikan dan kemurnian sedangkan satunya lagi menutupi dengan sikap jahat dan gelap miliknya. Ia menjadi gelap dan tak pernah tergapai oleh orang lain..


Lalu apakah ada dari kalian yang bertanya-tanya kenapa Caisar tidak memarahi atau memperingati Disya akan perilaku buruk, kebiasaan dan hobinya yang sangat tidak manusiawi ituu? Caisar tidak sebegitunya untuk menjadi manusia pengatur, dia tidak memiliki hak atas manusia lain, ia hanya punya hak memberitahu yang mana yang salah dan yang mana yang benar bukan mengatur kehidupan orang lain. Termasuk Disya yang sudah ada dilingkungan hidupnya.


Sudah satu bulan berlalu. Dafa sudah operasi diluar negeri, ia sudah pulang dan berada diruang khusus dirumah sakit karena dirinya yang tidak ada respon ataupun perkembangan. Caisar hanya pasrah dan juga berusaha semaksimal mungkin. Farel? Ia sekarang sudah lebih baik, ia sudah bisa menerima kenyataan meski lebih pendiam. Seperti saat ini Caisar kerumahnya Fardan untuk menjemput cleo. Siapa taukan Cleo bisa membuat Farel ceria lagi begitu??


Langkah kaki Caisar dengan tegap berjalan menuju kediamannya Fardan. Ia memang sering mengunjungi Cleo selama dia disini. Mungkin seminggu dua kali, ia tidak memiliki banyak waktu sungguh bukan tak ingin, tetapi ternyata menjadi kuat dan juga berdiri kokoh itu tidak mudah.


Tok..Tok..tok ia mengetuk pintu berwarna coklat didepannya dna merapihkan jaketnya.


“Bentar..” Suara dari dalam keras dan tak berselang lama ada seseorang yang membuka pintu, itu Dwi, dwi disana menatap caisar tersneyum.”Eh nmak Kai. Mari masuk, kenapa nggak bilang kalo mau kemari, Cleonya lagi pergi sama suami tante di kantor katanya dia bosan dirumah terus dan Fardan juga mau anjak dia kekantor.”Ujarnya pelan.”Mari masuk nak.” Ia membuka lebar pintunya sudah menganggap Caisar bagian dari mereka.


Caisar disana tersenyum sendu. Kenapa keluarga orang lain malah lebih menyayangi adiknya? Kenapa orang lain malah lebih tau cara dan juga memberikan kasih sayang pada adiknya. Sungguh ia merasa senang ketika tau jika adiknya diurus dan juga dijaga dnegan baik disini tanpa ada rasa iri. Cleo masih sangat kecil dan juga masih membutuhkan sosok figure ayah dan ibu. Ia memang bisa memberikan banyak kasih sayang tapi tidak mengubah dirinya menjadi sosok ayah atau ibu. Ia tidak bisa..!


Disini Cleo mendpaatkannya, ia bahagia tanpa rasa sesal atau iri, disini Cleo dibesarkan bagaikan anak kecil layaknya, ia diberikan makanan bergizi , sekolah dan sebagainya.

__ADS_1


“Terimakasih tante.”Ujarnya masuk. Namun belum masuk dirinya ia mendengar suara teriakan dari belakang.


“Kakak...!!” ia membalikan tubuhnya melihat asal suara, itu Cleo yang datang berlari meneltangkan tanganya. Hati Caisar terasa terbang karena bahagia. ia berlutut dan ikut meneltangkan tanganya memeluk Cleo.


Cleo disana dengan cepat memeluknya erat dan mencum pipi Caisar berkali-kali”Kakak kenapa tidak bilang kalo mau kesini, kan Cle tidak usah ikut omBur kekantor. Tau nggak disana pipi Cleo rasanya mau pecah dicubit cubit terus sama karyawan nya om Bir.”Om Bir artinya Om burik panggilan kesayangannya Cleo.


Fardan datang dengan wajah datar dan mendengus.”Eh bocol, tadi udah saya hukum dan marahin yang megang pipi kamu, jadi nggak usah ngadu dan men drama menjadi sosok yang paling tersakiti, toh kamu juga menikmatinya dengan embel-embel diberi esktrim dan coklat.”Ujarnya tak terima.


Cleo menatapnya sengit. ”OmBir itu namanya teknik ingat TEKNIK!!. Teknik supaya tidak rugi, masa unyelunyel pipi Cle aja tampa mau bayar. Semua butuh uang. Money. money money money... money..”Ujarnya memainkan tangannya bagai menunjukan ia mata duitan.


Fardan mendengus. Ia menyentik kepala Cleo.”Uang aja otak kamu yah Cil... “Ujarnya.


Cleo mengangguk.”Iya dong.. uang segalanya bagi Cleo tapi segalanya tidak bisa terantikan jika menyangkutkan sama kak Cai.. sayang kakak Kai.”Ia memeluk kakaknya lagi lebih erat


Caisar terkekeh mendengar kedua orang berdebat didepannya. Mereka berdua lebih seperti ayah dan anak yang sangat akrab. Memang benar bukan? Yang suka berdebat itu kadang lebih dekat dibanding dengan yang diam-diam adem-ayam saja?


“Kai mari masuk. Kalo diladenin bisa sampek malem kamu disitu nggak bakal selesai itu... “ Dwi disana menegur ketiganya geram. Caisar dan lainnya pun ikut masuk dengan Caisar menggendong sang adiknya yang sudah berisi.


”Cle sekarang berisi banget yah.. perutnya buncit.”Ujar Caisar tersenyum.


Cleo disana mengerucutkan bibirnya.”Salahin tu Om Bir ngasih Cle makan makanan enak terus kan Cle enggak bisa diet.. uh.”Ujarnya menekuk wajahnya yang terlihat menggemaskan.


Caisar mendengarnya pun mengernyit.”Justrus seharusnya Cleo bahagia dong makan enak terus kan Cleo jadi sehat. Kakak suka Cle sehat.”Ujarnya disana.


“Tapi Cle selalu kepikiran apakah kakak makan enak juga atau engak diluar sana.. “Ujarnya pelan.. Caisar disana terdiam mendengarnya.


Mangkanya Cleo tidak pernah merengek untuk bersama Caisar karena ia tau keadaan yang Caisar alami, ia ikut bersedih akan keadaan yang ada


Caisar menatap adiknya dan tersenyum. ”Bukanya disini enak yah? makan enak, ada temennya, belajar dan banyak mainan?” Tanyanya mengalihkan kesedihan, siapa si yang tidak mau hidup bersama adik-adiknya yang paling ia sayang seperti Cleo? Bahkan sekarang Cessy jauh dari jangkauannya.


Cleo menghela nafas.”Memang enak si. Om bir Itu baik banget meski nyebelin,. Tante Dwi juga baik, lembut tapi Cle mau sama kakak. kakak enggak tergantikan kakak nomor satu.”Ia menunjukan angka satu kepada Caisar.”Kakak segalanya..”Ia meneltang tangannya gemas.


Caisar disana mencubit pipinya pelan dan tersenyum. ” Kamu mau ketemu kak Farel nggak???”Tanyanya.


cleo menatapnya binar.”Mau..!!! “ “ Caisar menduduki dirinya disofa dengan Dwi kedapur dan Fardan yang duduk didepannya.


Caisar menatap Fardan dengan tatapan Tanya, fardan diam menatap caisar dingin bukan tidak suka tetapi ia merasa kalah dengan anak seperti Caisar yang bisa menghidupi keempat adiknya dengan baik sedangkan dirinya gagal hanya dengan satu anak. Caisar tersenyum. ”Om terimakasih yah udah jagain adik saya, memberikan dia yang terbaik, terimakasih sudah mau direpotkan.”Ujarnya pelan.


Fardan mengangguk pelan.” Cleo anak yang manis membuat saya selalu terhibur, saya menyayanginya seperti anak saya sendiri.”Ujarnya pelan. Jujur ia sangat berharap Cleo memanggilnya dengan papa tetapi sampai sekarang kalimatitu tidka keluar dari bibir mungil itu. yang ada hanya perdebatan saja dan kata Om yang ia tidak sukai. Ia tidak suka panggilan Cleo.


Cleo disana mengangguk menaik turunkan alisnya.”Om Bir itu juga biak meski nyebelin. Terimakasih om karena usah mau jadi papa pengganti buat Cle. Cle jadi tau gimana rasanya digendong ayah dengan penuh ketulusan.”Ujar Cleo ceria dan juga menahan tangisnya. Cleo sosok ceria dan juga tidak pernah mellow jika ditengah orang lain tapi beda dengan adanya Caisar. Ia akan menjadi sosok yang lembut dan juga pencura isi hatinya.


Fardan tertegun mendengarnya menatap Cleo dnegan tatapan kaget. Ayah??? Ia tersenyum haru mendengarnya hatinya berbunga-bunga saking bahagianya ia merasa ingin menangis. Caisar disana mengusap kepala adiknya.”Yaudah panggil omnya ayah dong, dia kan udah jadi ayah Cleo... peluk gitu.”Ujarnya pelan pada Cleo mengerti keadaan. sekali lagi dijelaskan jika Caisar bukan sosok egois. Semua berhak bahagia..!!


Cleo menatap kakaknya lirih.’'Tapi Cle takut, Cle enggak mau om Bir jadi jahat kayak papa. Cle enggak mau punya papa jahat. Cle Cuma butuh Om bir. Tante Dwi sama kakak-kakak. sama bang Fadly sama—sama semua yang baik sama Cle. Cle enggak mau papa mama, mereka jahat.”Ujarnya lirih.


Caisar mengusap kepala adiknya sendu. Ia tau adiknya memiliki trauma akan namanya orang tua, sedari kecil ditinggal orang tua lalu diambil dan diberi kekerasan, dibully dikatakan anak haram karena tak punya orang tua bukan suatu hal yang mudah. Cleo pernah dirumbung dan disiram anak haram. Caisar sangat tau itu bukan hal yang mudah ia lupakan.

__ADS_1


“Cle ingat tidak? Jika ada sepuluh orang dimuka bumi ini jahat maka tingkat kejahatan mereka semua berebda-beda, ada yang jahat banget ada yang jahat aja atau ada yang sedikit jahat, jika ada yang baik dan membenci anaknya maka ada si jahat yang mencintai anaknya, ada yang tertutup membuang anaknya dan ada yang bertato tapi mengajarkan anaknya tentang Tuhan, karena tau jika salah dirinya bukan alasan menjerumuskan anaknya ikut salah---"


"Jangan menyamai ratanya semua orang hanya karena satu Orang jahat. Tidak selamanya stampel dan juga pikiran kita itu benar.” Lanjut Cleo pelan ingat pesan kakaknya.


Caisar mengangguk tersenyum. ” Ihh adik siapa ini pinter banget..”Ujarnya menggesek hidungnya berdua.


”Adik kak Cai dong.’Ujarnya Cleo bangga dan tersenyum manis memeluk leher kakaknya.”Tapi kak kalo Cle panggil om Fardan papa emang nggak ayah sama kakak? kakak ngak marah gitu Cle punya papa sedangkan kakak enggak?”Tanya Cleo lirih.


Caisar mendengarnya terkekeh miris. Benar juga yah." Masa si iri sama adik sendiri...!!"


“ Caisar juga anak ayah, anak ayah semua kalian tidak ada yang berbeda ayah kalian meski Caisar tidak tinggal dengan ayah.”Ujarnya pelan menyelah..


Caisar menatapnya tersenyum.”Tuh kan kakak juga punya ayyaj. “Ujarnya.


Cleo tersenyum mengangguk. “Terimakasih Om Bir eh salah. ayah Bir?”Ujarnya disana memeluk Fardan erat dan berbisik.”Ayaj Burik tetep burik yah meski jadi ayah bukan lagi Om.”Ujarnya.


Fardam terkekeh memeluk Cleo erat merasakan hangatnya dipanggil ayah menatap Caisar dengan dalam. Bagaimana bisa da anak sedewasa ini diumurnya sekarang?


“Iya Bocil Bir.. bocil burik." Bisiknya membalas.


Cleo mengancang-ancangkan tangannya dan Bugh....


Ughhgh. Fardan meringis merasakan perutnya dipukul Cleo. Cleo segera memeluknya lagi.”Itu hukuman udah bilang Cle cantik burik.”Ujarnya.


Fardan meringis disana pun MeNguyel-nguyel pipi Cleo.”Itu hukuman karena sudah panggil papa Burik kan papa gannteng.”Ujarnya PD.


Cleo yang diuyel\=uyel pun menepuknya menatap Fardan tajam.”ih lepasin Om bir “Teriaknya. Caisar tertawa melihat keduanya yang rebut.


“Nggak akan wlee.” Fardan mengejeknya dnegan menjulurkan lidahnya menatap Cleo yang meringis memukul tangannya. wajah Cleo sangat lucu batinnya.


Caisar bahagia melihat adiknya bahagia. tak apa jika bukan dirinya sumber bahagianya Cleo, karena memang kasih sayang Caisar sebesar itu untuk adik-adiknya, tidak ada rasa iri, tidak ada rasa marah dan tidak ada rasa kesal akan melihat semua ini. ia hanya samua adiknya bahagia. usia Cleo yang memang masih diharuskan memiliki sosok ayah. Ia harus berterima kasih pada takdir untuk saat ini.


karena meski ribuan ujian miliknya, adiknya satu ini tetap bahagia, ia harap nanti adik-adiknya yang lain ikut bahagia..


“Kakak jadikan ketemu kak Farel. Cle kangen kak Farel..!!!”


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Aku satuin aja 2 Upnya soalnya lagi mood hoho


__ADS_2