Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Projek pertama 2


__ADS_3

Maafkan aku lupa suerr dehh


Ia segera berdiri ditempat yang disiapkan dan Dion yang memasang kabel untuk PPT dan juga projek yang ia siapkan. Ketika Dion sudah selesai ia mengangguk kepada Ciasar dan menyingkir membiarkan Caisar sendiri presentasi. Caisar tersenyum ramah dan Memulai bicara .”Terimakasih kepada Sir Presdir utama Prana sudah memberi saya ruang untuk memberi presnetasi projek yang kami bikin. “ Ia pun menjelaskan secara detail akan yang ia miliki.


Disana ada terpampang nyata beberapa program dan juga projek miliknya, sampai pada semua orang menatapnya serius. Caisar sedikit gugup awalnya tapi sekarang tidak, malah dia senang sebab ia merasa dirinya sedang berpidato baisa. Ia pun segera memaparkanya santai dan tak ada halangan.


”Sampa disini saja projek kami, silahkan jika ada yang ingin bertanya. Tertrutama presdir utama.” Ia menatap Andrian dengan tersenyum. Semua orang disana berbisk-bisik melirik Caisar untuk bertanya.


"Maaf Perwakilan Grambel Corps saya ingin bertanya.. sepertinya umur anda masih sangat muda dan juga belum terlalu paham akan projek ini.. Apakah perusahaan anda sedang menghina perusahaan besar milik Prana karena mengirim anda yang masih sangat muda?”Pertanyaan yang menjatuhkan lawan ituu terdengar sangat tegas seakan mengatakan jika Caisar itu hanya bocil yang sok-sokan mau jadi orang dewasa dan lagi dengan Caiisar yang menjadi wakil dari perusahaanya menjadi dirinya sedang mengejek perusahaan besar.


Caisar tersenyum memainkan pulpen miliknya.,”Baik terimakasih pertanayannya tuan Viktor, saya mengakuhi jika diri saya memang masih snagat muda tetapi saya sangat menolak akan adanya perkataan jika saya sedang menghina perusahaan sebesar Prana.." Ia memberi jeda menatap Andrian yang menatapnya serius sedari tadi.” Saya disini memang masih sangat awam dari projek dan masalah prusahaan, tetapi saya tidak pernah gagal dengan pekerjaan milik saya, jadi jangan mengkhawatirkan kafasitas otak saya sebab saya, sebab takaran seseorang bukan dari umur tetapi dari nyali..” jawabnya. Semua orang terkekeh mendengarnya. Memang benar remaja tetap saja remaja kan?


Yang bertanya pun mengangguk “Jadi anda hanya mengandalkan nyali?”Tanyanya mau memojokkan Caisar, sedari tadi memang begini, ada yang memojok dan menjatuhkan, jadi Caisar tidak kaget jika ditanya begini juga. Memang dikarenakan disini tempet persaingannya para penjilat dan juga perusahaan mendapatkan projek ini.


Caisar menggeleng.”Maaf menyelah tuan saya disini mempresentasikan projek bukan umur ataupun diri saya. Jadi mohon untuk bertanya yang lebih penting dan tidak keluar dari pembahasan, apalagi pertanyaan menjatuhkan lawan, itu tidak baik.”Ujarnya tegas. semua orang bungkam dibuatnya karena jawabanya tegas Caisar.


Andrian mendengarnya tersenyum tipis. Anak dihadapanya memiliki nyali yang sangat besar

__ADS_1


“Daya ingin bertanya kepada perwakilan Grambel perusahaan.”Andrian angkat bicara.


Caisar mengangguk.”Silahkan ppresir utama.” Jawabnya dengan pelan.


Andrian menegakan tubuhnya menatap anggaran yang ada diberkas dihadapanya. Itu proposal miliknya Caisar bulan lalu yang sudah ia terima sedari awal.” Disini tertera pengeluaran digit yang lebih besar lima persen dari beberapa perusaan lain. Sedangkan desainya dari kalian ini terlhat tidak sebesar ini. jadi yang saya pertanyakan kenapa?” Tanyanya pelan


Caisar mengangguk dan tersenyum.”Oke terimakasih presdir akan pertanyaan yang sangat membantu saya menjelaskan. Disini digit kami memang memberikan diigit lima persen lebih besar. Dikarenakan disini kami membuat projek akan rasa kemanusiaan, jadi dua persen yang kami ambil untuk membuat satu acara pembukaan hotel yang akan dibangun secara terbuka sehingga nanti ketika pembukaan kita akan mengundang dari beberapa mereka, baik yang mudah, pengemis, orang tua atau orang desa sehingga mereka bisa melihat hotel ini secara luas dan juga secara merata. Dunia sekarang sangat canggih tuan apalagi disana pasti ada banyak anak-anak muda yang akan datang. Diantara mereka pasti akan menggunakan handphone canggih dan juga beberapa aplikasi dari opera remaja untuk membuat snapgram ataupun Instan stori dibeberapa akun social media mereka. “


“Nah disana yang pastinya akan ada banyak yang meluncurkan instans tour dan beberapa berita yang mereka anggap pamer dan juga kesenangan itu sangat menguntungkan hotel anda. Hotel anda akan lebih cepat dan lebih mudah terkenal dari kalangan masyarakat, terkenal juga akan kebaikan karena tak pandang bulu dalam mengundang tamu. sedangkan satu persennya kita akan meminta salah satu media massa untuk mengangkat berita itu dan memperluaskannya dinegara kita dan memberikan informasi yang terlihat bukan endorse ataupun pemberitaan. Jadi semua orang akan melihat dan tertarik tanpa orang lain tau jika ini adalah teknik managemen milik kita.”Ia tersneyum dengan banga mempresentasikan.”Dissini keuntungan utamanya adalah tuan bisa mendapatkan endorsme tanpa bayar kepada beberapa pihak artis dan beberapa selebgram untuk memperkenalkan tempat anda, sebab orang-orang diluar sana lebih suka dengan hal yang viral bukan yang diberi tahu. Tempat ini akan diperbincangkan dan terkenal, saya memiliki trik khusus untuk memperkenalkan pada dunia jika hotel yang akan dibuat sangat menarik untuk dikunjungi.” Ujarnya pelan.


“Lalu dua persennya lagi dikemanakan?”Tanya salah satu yang lain menyadarkan Andrian dan yang lain yang termenung. Kenapa mereka tidak berfikir sedari awal?


Caisar memberi jeda sebentar dan menjawab. “Oke baik, ini pertanyannya dua persennya lagi dikemanakan? Maka saya akan jawab tuan. Sebenarnya dua persen yang saya tambahkan itu untuk penambahan modal pembuatan hotel, memang benar jika presnetasi yang lain sangat menggiurkan dengan jumlah dan juga modal yang lebih kecil, akan tetapi disini kemarin saya liat ditempat yang akan dibangun hotel sangat berpotensi gempa dikarenakan sangat dekat dengan gunung. Karena itu saya menambah sedikit modal untuk pembuatan anti gempa dalam gedung supaya lebuh terjamin dan lebih kokoh. Saya rasa lebih baik menambah sedikit modal untuk berjaga-jaga dalam melakukan hal yang besar seperti ini. kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi kedepannya, apa akan terjadi gempa besar atau apapun itu, ini hanya persiapkan tapi jika Presdir sedikit keberatan akan penambahan dua persen itu tidak masalah, tetapi persen harus tetap ditambah dikarenakan itu masuk dari projek yang kami miliki.”Ujarnya.pelan tersenyum .”Tetapi a


alangkah ruginya jika tuan menolak hanya karena penambahan dua persen. Diibaratkan membeli sepatu, sepatu yang mahal berenda kualitas dengan sepatu yang murah, memang si kadang kita terlalu tergiur dengan yang murah tapi lupa jika kita bukan hanya butuh yang murah tetapi kita juga butuh yang nyaman. Bahkan kenyamanan itu yang harus diutamakan.,” ;Lanjutnya dengan lugas..


Semua orang terdiam mendengarnya. Andrian termasuk semua yang mendengarnya. ”Oke terimakaish untuk perwakilan preusahaan Grambel akan projek yang sudah dipresentasikan. Waktunya sudah habis silahkan duduk kembali.”Ujar dari MC.

__ADS_1


Caisarpun membungkuk lalu meningalkan tempat membiarkan Dion membersihkan dan menyiapkan semua berkas yang tertinggal, ia hanya membawa proposal dna pulpen. Ingin membantu tetapi itu memang sudah tugas Dion katanya. dan tidak boleh dibantu.


Presentasi berjalan sangat lancer sampai semuanya selesai melakukan presnetasi. Sesekali juga Caisar bertanya karena heran, semua yang mereka presentasi kan ia catat dan ia ingat untuk menambah wawasan dan juga pemikiran lain yang tak lain orang miliki, rasa-rata dari mereka sangat kreatif. Ia harus banyak belajar lagi jika begini. Ia menghela nafas takut ditolak dan ini adalah projek pertamanya.


Dion melihat Caisar yang sudah lelahpun tersenyum.”Jika ini gagal tidak masalah, ini hanya yang pertama, anggap saja ini pelajaran dan juga pengalaman untukmu.”bisiknya pelan.


Perusahaan Prana itu terkenal sangat besar dan juga ingat berkembang dinegara lain, ia prusahaan terbesar malahan mangkanya ada banyak perusahaan besar yang hendak mengajukan proposal, dua minggu lalu Caisar mengirim proposal miliknya dan ternyata diterima. Dion cukup kaget akan hal itu sebab perusahaan sebesar ini tidak mungkin sembarangan memilih bukan? Meski belum final tetapi baginya Caisar sudah sangat cukup mengagumkan. selama ini Dion yang mengajukan ptoposal saja selalu ditolak mentah-mentah tanpa ada pemberitahuan ditolak atau diterimanya, Ia jadi ragu jika perusahaan besar ini membaca proposal miliknya. Akan tetapi kedatangan Caisar membuat pemikiran itu ia urungkan,


Caisar mengangguk tersenyum tipis. “ Terimakasih Bang.”Ia memang memanggil Dion bang dikarenakan Dion belum menikah, ia juga menghormati mau memanggil kakak? ia sedikit aneh hehe.


Oke perkenalkan terlebih dahulu jika perusahaan Prana ini adalah prusahan terbesar dan memiliki banyak cabang usaha, salah satunya hotel besar yang ia miliki dibeberapa daerah, dikenal sangat ketat dan juga pemilih yang handal. dan projek yang akan diperebutkan adakah proyek Hotel besar disalah satu tempat terkenal.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2