
...Hallo guys. Kak kenapa upnya dikit-dikit banget si. Hoho sebenarnya mau si banyak, Cuma memang belum waktunya banyak-banyak yah, tunggu aja waktunya nanti insyallah akan ada waktunya aku bakal sekali up banyak. Sekarang aku Upnya sedikit-sedkit karena ada sesuatu yang aku dulukan. Smeangyat menyemangati aku hoho....
......
Disebuah ruangan ada seorang lelaki yang menjabat ketua osisi baru menatap anak yang dicap sumber masalah diguru, ia bahkan sudah tercatat 1905kali melakukan pelanggaran dalam sekolah dan tercatat dibuku merah tiada henti dalam seminggu bahkan setiap haripun tak pernah tinggal.. “Jadi kamu mau menjelaskan apa Sasa?”Tanya Caisar pada gadis yang menjabat sebagai kekasihnya dengan helaan nafas pelan.
Disya memegang ujung bajunya dengan erat memilinnya karena takut.”di-dia salah.. dia menabrak ku dan membuatku marah..”Ujarnya pelan pada Caisar berharap Caisar tak akan menjauhinya atau memutuskan hubungan mereka.
”Caisar aku siap mendapatkan hukuman tapi tolong jangan marah." Ujarnya menunduk takut bak kucing yang ketahuan maling ikan asin.
Caisar menghela nafas dan mengusap kepala Disya. Disya mendongak menatap manik mata Caisar. Caisar kembali berujar.” Aku tau jika kamu tidak mungkin kan melakukan kekejaman itu tanpa ada hal lain yang menganggumu. Apakah sebelumnya gadis yang kau pukul itu pernah berbuat salah padamu?”Tanyanya pelan. Ia sadar hal itu, Caisar yakin jika setiap orang terlahir dalam keadaan suci dan dengan keadaan baik, hanya tempat yang menuntutnya dan keadaan yang merubahnya,
Disya menatapnya dengan mata yang memerah, ia mengepalkan tanganya untuk tak menangis. Ia meneguhkan hatinya untuk bicara tapi tak ada yang keluar. Ia kembali mencoba bicara dam berkata.”Di-dia dulu merebut satu-satunya temanku, dia dan teman-temanya juga selalu membullyku diwaktu SD dikarenakan aku cadel. “Ujarnya mengepalkan tangannya. Matanya memerah bukan hendak menangis tapi memerah karena menahan gejolak amarah. Ia menatap Caisar dalam. Caisar cukup kaget mendengar alsan kenapa Disya menghajar nya.
”Kau percaya jika aku tak melakukan kejahatan tanpa penyebab dari mana? Apa kau mencari infoku selama ini?”Tanyanya dalam. Berharap jika itu jawabannya nya.
__ADS_1
Caisar terdiam mendengarnya, ia tersenyum menggeleng.”Aku tak mencari info apapun darimu, tapi yang aku tau kamu gadis yang baik tak akan melakukan sesuatu kejahatan tanpa alasan. “Ujarnya Caisar. disya disana menatap Caisar diam saja. “Sasa jika kamu terus begini, akan tidak baik untuk dirimu sendiri, kau sudah banyak melakukan kesalahan , dan membalasnya. Apakah itu kurang?”Tanya Caiisar dalam.
Disya menggeleng.” Tidak sebelum dia bunuh diri,.”Ujarnya dingin.
Caisar tertegun mendengarnya, gadis didepanya sangat menyeramkan. Disya menghela nafas dan menunduk,.”Kau tak tau bagaimana rasanya menjadi sendiri dan kesepian ditengah kegelapan menandakan.. aku hanya anak kecil dikalah itu yang tak tau apa-apa kenapa orang lain menjauhiku. Aku tak suka sendirian, aku tak suka kegelapan. Tapi mereka memasukanku kejurang kegelapan yang curam yang dipenuhi duri tajam. kau tak tau bagaimana rasanya aku menangis karena selalu dioplok-oloh satu sekolah,.”Ujarnya pelan dan rendah.
Ia memilih berdiri “Katakan apa yang kau ingin beri untuk menjadi sebuah hukuman untukku. Aku akan melakukanya tapi jangan minta aku berhenti untuk melakukan apa yang aku mau.”Ujarnya dengan pelan. Tak ada wajah takut lagi karena amarahnya, terlalu banyak duka dimatanya.
Dan Caisra menyadari hal itu. Apa yang Disya lalui hingga hatinya menghitam begitu gelap? Apa yang membuatnya menjadi kejam tanpa isyarat dan juga transparan? Apa ia bisa memberi warna.?
Caisar berdiri mendekati Disya, lalu tangannya dengan lembut menarik tubuh Disya untuk ia peluk. Tubuhnya sama dengan Cessy adiknya. Disya terdiam merasakan pelukan ini, tubuhnya mendadak kaku. Caisar yang sadar hanya diam saja, dada Disya bergemuru karena rasa yang lama tak menyergapnya. Yah ini rasa hangat yang ia lupakan. Matanya menahan buliran panas yang siap menyiprat larvanya.
Caisar mengusap tangannya dan mengusap pipinya melepaskan pelukannya. “ Aku tak marah karena kejahatanmu tapi aku takut kau akan terluka karena ulahmu sendiri. “Ujarnya pada Disya.”Aku tak akan menghentikan apapun yang kau lakukan, tapi selalu ingat jika aku adalah tempat untukmu pulang. Aku akan selalu ada jika kau mau.”Ujar Caisar bertekad.
Terlalu banyak rahasia di diri Disya hingga hanya kegelapan yang orang lain liat. Berbeda dengan Caisar yang melihat ada warna putih ditengah gelepn karena sikap manja dan butuh kasih sayang. Mata yang penuh luka dan juga terlalu besarnya gejolak untuk membuat orang lain jatuh berlutut.
__ADS_1
Disya disana kembali memeluk Caisar. Air matanya jatuh tapi segera ia lap dengan tangannya menggigit bibir bawanya supaya tak kagi jatuh. Caisar terdiam mendapatkan pelukan, ia menghela nafas menepuk bahu Disya.”Terimakasih.”Ujarnya Disya pelan.”Sebentar saja peluk aku.”ujarnya pelan.
Caisar diam merasakan pelukan Disya yang sangat erat. Rasa takut Disya dirasakan oleh Caisar, apa yang membuat Disya takut? Ia bingung dan ia tak tau, tapi yang ia tau Disya terlalu kelam untuk orang lain selami. Caisar tau Disya rapuh tapi orang lain tau Disya adalah monster.
“Sudah. Aku tak bisa melepaskanmu dari hukuman karena tugasku. Hmm maaf Sasa.”Ujar Caisar yang diangguki oleh Disya dengan senyum cerah melepaskan pelukannya. Caisar melihatnya mengernyit, disya tak marah?
“Tenanglah aku tak akan marah, lagipula sudah biasa dan aku tak akan melakukan hukumannya., biarkan saja pak Tua itu yang membereskannya. supaya dia lebih berguna., “Ujarnya dengan wajah yang manja dan juga sewot.
Caisar melotot mendengarnya.”Tak bisa getu Sasa.”Ujar Caisar pelan.
Disya menggeleng. ''Bisa. semua bisa jika punya uang dan kekuasaan, bahkan jika aku mau sekolah inmi bis aku runtuhkan dalam satu malam.”Ujarnya berbisik pelan membuat Caisra merinding tapi tetap tenang,.”Apa lagi hanya membungkam manusia rendahan seperti mereka. Cih.”Ujarnya dengan tak suka memegang tangan Caisar,.
Caisar menghela nafas. ia kembali duduk dengan tenang merasa tersinggung oleh Disya sebab dirinya jugha bisa Disya beli karena jabatan OSIS ini dan uang, ia menggeleng membuang pikiran itu.” Tapi kau tak akan lepas dari hukumanku. Pergilah ketoilet kelas 11 dan bersihkan toilet yang berada didekat local MIPA 1 sampai MIPA 5. “Ujarnya dengan pelan pada Disya.
Disya melotot mau menyelah nsmun didahului ide diotak cerdiknya, ia tersenyum sebentar,.”Baiklah. aku akan membersihkanmnya untukmu. Tenang saja.”Ujarnya dengan semangat.
__ADS_1
Caisar mendelik curiga.”Aku tak akan menerima jika yangt membersihkanya orang lain. Jangan sampai kau mengancam oramyng lain untuk membersihkan. Aku akan mengawasimu diCCTV. Jika tidak maka aku tak akan mau bicara denganmu selama stau bulan.”ujarnya penuh penekanan.
Diysa hendak menjawab.”tak ada bantahan. Kerjakan atau tak bicara selama satu bulan., dan itu pintu keluarnya,.”Ujar Caisar menunjukan pintu. Disya mendengarnya mengepalkan tangan tapi ia tetap mengangguk memilih pergi nsmun kakinya menghentak hentak lantai pelan melampiaskan kekesalannya. Caisar tersenyum samar melihat tubuh yang menjauh itu.