Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Alasan


__ADS_3

Apa arti sangkar emas jika hanya tempat untuk dikurung, Sosok burung itu menatap dirinya didepan cermin dengan menahan tangisannya.


“Yaampun kamu cantik banget si sayang...” itu suara ibu angkatnya. Terlihat ibu angkatnya bernama Viona..


Cleo mendesis sakit merasakan rambutnya ditarik, lihatlah ibu angkatnya tersenyum cerah dengan mengepang rambutnya sangat cantik. Bukan tak suka tapi itu sangat sakit dikepalanya Cleo...


Viona sanhgat menyayangi Cleo sampai melupakan ketiga anak kembarnya, Raka, Riki dan Roni. Ia mengurung Cleo disangkar emasnya, sampai Cleo tidak bisa bergerak dari rumah ini. ia tidka dibolehkan sekolah diluar sana dengan alasan berbahaya untuk seorang wanita, lalu selalu melakukan Cleo seperti bonekanya.


Seperti saat ini. ini untuk kesekian kalinya rambut Cleo dikepang sangat kuat tapi habisnya tak sebaik yang kalian bayangkan. Baju yang berbentuk hodie kelinci, hey ini Indonesia yang punya musim panas, siapa yang tahan mengenakan baju hangat dihari panas begini?? Ia tidak dibolehkan main ataupun bahkan keluar ssatu langkah dari rumahnya. Ibu angkatnya bisa menjadi manusia paling jahat yang Cleo kenal.


:”Sakit...” Gumam Cleo tak tahan. Kulit kepalanya terasa terkelupas dikarenakan ulah Viona, Viona tak tau atau memang sengaja Cleo tidak tau. Tapi ini sangat perih. Ingat dia hanya anak-anak yang masih berusia muda. Wajar itu sakit.


Argh.. bukannya terhilang rasa sakit. Cleo malah merasa rambutnya dicengram erat disana. Viona Nampak menarik rambutnya kuat hingga ia mendongak. ”Sakit heem?? Mau jadi anak durhaka hmm???”Tanyanya dengan mendesis ditelinga Cleo. Cleo Menggeleng nanar saat ini Karena takut. Ia menahan buliran air matayang jatuh.


Vino disana terkekeh mengusap pipi Cleo pelan.”Jadi anak tidak boleh jadi pebangkang. Ini cantik... nanti kamu harus jadi artis papan atas.. oke.. kamu harus jadi model.”Ujarnya lalu kembali melanjutkan kerjanaya yang tertinggal. Cleo disana mencebik menahan air mata yang jatuh. Ia ingin menangis tapi ia akan kembali dibentak atau dilukai nanti.


“Kakak Cleo mau pulang.”Gumamhya lirih... ia mengepalkan tanganya, ia akan pergi dari sini mnanti malam, ingatkan ia untuk pergi dari sini bagai neraka baginya.. andai saja dulu ia ikut kata kakaknya untuk tak ikut dengan orang tua mereka, pasti ia tak akan mengalami penyiksaan begini. Ini namanya kejahatan berkedok manis. Terlihat sayang, baik tapi ternyata bagaikan pagar berduri yang memilit tubuh, semakin sayang semakin mengerat dan semakin melukai diri. Hingga tak lupa mati karena rasa sakit terhimpit dan kehilangan kebebasan.


Setelah Vinoa sudah mendandani Cleo ia keluar, Cleo tak dibolehi makan-makanan berat supaya tidak gendut jadi setiap hari ia hanya akan makan vegetarian dan buah. Tak boleh makan coklat dan tak boleh memakan yang manis-manis. Cleo menatap makanan didepanya dengan nanar. ”Kakak. Cleo tidak suka makan ini tapi Cle lapar.”Gumamnya lirih menatap makannya dihadapannya


Hanya ada alpukat, sayur, wortel yang dibuat salat serta ada juga kentang rebus dua butir. Ia menutupi wajahnya yang mnangis. Ia tetap anak kecil yang tidak suka makanan begini, ia suka coklat, ia suka manisan dan mencicipi semua makanan enak.. tangisna pilunya terdengar menyakitkan.

__ADS_1


”Kakak Cleo lapar tapi Cle bukan kambing makan daun mentah terus hiks hiks. Cle rindu mie buatan kakak.”Ujarnya disana menangis bak anak kecil. Ia tak peduli baju bagus, wajah dihias. Sepatu branded. Ia tak suka dan ia tak meminta. Ia meminta kebebasan. Tapi bagi Viona Cleo harus jadi cantik.


“He gelandangan.. ngapain nangis,,..!!”


Cleo disana diam menghentikan tangisanya tapi air matanya tetap jatuh. Ia mengusap air matanya menatap Raka yang ternyata sudah Dihadapannya, dibelakangnya ada Roni dan Riki. Rakka Tersenyum sinis melihat makanan Cleo, ia suka sayur tapi ibunya tidak pernah menyiapi makanan untuknya seperti Cleo.


Ini tidak adil.!


“Kalian ngapain disini? Mau siksa dan jailin Cle lagi??”Tanya Cleo disana, bibirnya bergetar menahan tangisannya. Ia mengusap pipinya yang basah.”jangan lagi. Cle enggak pernah nakal sama kalian. Cle tidka pernah punya salah jadi tolong jangan sakiti Cle lagi. “ Cleo menatap mereka sangat lemah, pondasi Cleo sudah rapuh, tanganya masih kecil dibandingkan ketiga kembaran ini. ia hanya anak perempuan yang bahkan tulangnya belum keras.


Riki mendengus mengambil piring Cleo..


Ibu kandungnya bahkan tidak pernah mengusap dan menyisir rambutnya. Sedangkan anak pungut ini malah disisir, disayang. Ia iri.


“ Dasar gelandangan tidak tau diri. “Gumamnya menahan tangisan.


Cleo disana tak kuasa menahan tangisannya. Ia mnangis memegang rambutnya sakit.”Berhenti..!!! sakit ini skait.” Ia memberontak menepuk tangan Raka kuat. Raka tak bergeming tetap menariknya kuat sampai Cleo menahan dan kepalanya tertunduk kait.


Cleo tak teruma menarik juga rambut Raka kuat. raka yang ditarik semakin menarik rambut Cleo mengenakan dua tanganya. Terlihat dendam tersalurkan dari kedua tangan Raka.


“Lepasin..!” Teriak Cleo menahan kuat tangan itu. Ia tak terima, ia semakin menjambak Raka dan menendang perut Raka tetapi tangannya tak juga lepas.

__ADS_1


Roni dan Riki yang melhat suadaranya yang ikut dijambak Cloe tak terima, dan mengeroyok Cleo. Cleo disana tak tahan, ia tak bsia melawan.”Lepasin aku bilang. LEPAS..!” suaranya parau terdengar. Kepalanya pusing, kulit kepalanya terasa nyilu, ia lemah dan terduduk.


Bugh.. ia mencebik matanya tak bisa berhenti menitihkan air mata.”Sakit hiks hiks. kakak.. kak Caisar huaa hiks hiks. Cleo hiks hiks klakak tolong Cleo. Cleo mau pulang kakak..” tangisanya meraung tak lagi melawan merasakan sakit dikepalanya dan juga pukulan dari saudara tirinya.


Ketiganya melepaskanya Tampa perasaan. Cleo disnaa terhempas dari kursi dna jatuh kelantai. Wajah Cleo sangat merah disana menatap saudara-saudaranya. Tangisanya tak mau berhenti saking sesaknya dadanya sekain skait.


“Kalian jahat. Apa salah Cle. Cle tidak pernah nakal sama kalian., Cleo tidak pernah melakukan kesalahan apapun sampai kalian jahatin le hiks hiks. Ini sakit banget... “Wajah Cleo merah disana berteriak dengan suara serak menangis.


“Salah kamu karena udah ambil ibu kami..!” Teriak Raka berdecak pinggang tanpa perasaan kepada Cleo, bukannya kasihan ia malah senang melihat Cleo menderita, sama hal dengan suadaranya yang lain.


“Karena kamu disayang sama mama. Kami benci kamu kami benci. BENCI..!!! BENCI..!!” Ia berteriak kuat disana saking kesal pada kenyataan, ia meluapkan rasa tak suka didadanya pada Cleo.


“Iya.. kami benci kamu.. dasar anak gelandangan yang tida-tiba datang entah dari mana lalu merebut mama dari kami.” Riki angkat bicara menatap Cleo datar. “Dan karena kamu kami tidak diangap anak, ngeliat kami aja mama tidak mau tapi terus senyum sama kamu. Kamu jahat, kamu jahat. Kami benci kamu..!” Sambung nya murka..


.


.


.


Mo Doble Up nggak?

__ADS_1


__ADS_2