Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Tanpa syarat


__ADS_3

Caisar mendengarnya menggenggam tangan Disya yang terasa dingin lebih erat, tatapan Caisar sangat serius.,” mungkin awalnya saya menerima kamu karena tuntutan keinginan Sya. Tapi lama dengan kamu mengajari saya arti banyak hal. Tulus itu bukan dari ucapan bibir tapi dari perasaan dan perjuangan.” Ujar caisar mengusap pipi disya yang dingin.


Disya diam mendengar semua yang caisar curahkan. Caisar mengusap pipi Disya pelan.,” kamu memberikan saya arti rasa ketulusan yang besar Sya,.saya tidak bisa memberi kamu apa apa, tapi kamu memberikan segala yang kamu punya. Saat saya tidak punya apa apa kamu bantu saya berdiri, bahkan kamu sanggup menyayangi semua adik adik saya tanpa syarat. ” Bisik Caisar nanar.


Caisar menghela nafas pelan. mengecup tangan Disya nanar. Disya menitihkan air matanya menatap ketulusan disya. “ kamu tidak hanya mencintai saya, tapi seluruh yang saya punya. Lantas apa alasan saya untuk tidak membalas cinta kamu sebesar yang saya miliki??? Disya saya mencintai kamu tanpa saya terucap. Kamu bagian penting dari hidup saya jadi tetap di sisi saya dan saya akan menjaga kamu dengan sepenuhnya. Tunggu saya kokoh agar kamu bisa nyaman dan bahagia yah.” bisik caisar gemetar,.


Disya mendengarnya mengusap kepala Caisar pelan. Caisar disana tersenyum kepada Disya dihadapannya.” Jadi pangeran udah cinta sama Sasa?” tanyanya.


Caisar mengangguk.” Seandainya jika ada yang lebih indah dari cinta. Mungkin saya akan mengucapkannya. “ bisiknya. Disya menangis disana memberi kode tangan meminta peluk. Caisar memeluknya sehingga disya terisak dipelukannya Caisar.


" Tapi Sasa jahat..memang pangeran tidak benci Sasa??" tanya Disya lirih diperlukan Caisar.


Caisar menggeleng. " tapi bagi saya kamu malaikat, jikapun kamu iblis saya tetap melihat kamu sebagai malaikat saya.." Bisik caisar tulus mengeratkan pelukannya.


“ pangeran disya Cuma punya pangeran jadi jangan tinggalin Sasa,.” Bisiknya terisak.


Caisar menggeleng.” Sekarang Disya nggak Cuma punya pangeran, tapi juga Dava. Cleo. Farel. Fadly. Mama Dwi dan juga Cessy. Disya punya kami. Bukan cuma pangeran Disya.” Jelas Caisar bergetar. Disya terisak sesak dipelukan Caisar membuat Caisar memejamkan mata pahit.


Disya menunjuk arah pintu yang ada Dwi Fardan, Dava, Cleo dan Fadly.” Mereka peduli sama kamu. Denger suara tabrakan didepan sampai kamu di dalem semua nungguin kamu. Semua sayang Sasa dan semua mau ada di sisi Sasa. Sasa nggak sendirian, sasa punya kami semua. Jadi Sasa jangan sedih yah. sasa punya kami.” Ujar caisar kepada disya,.


Disya bergetar mengangguk terisak pelan melihatnya. Caisar mencium kepala Disya tenang membuat Disya memejamkan mata. Kata siapa disya tidak sesak dan marah? Marah dan sesak melihat ayahnya mengkhianati ibunya, memiliki anak dengan perempuan lain, bahkan disya membunuh seluruh keturunan ayahnya dari perempuan tersebut.


Pelan tapi pasti mereka masuk ke dalam kamar Disya. Dava segera mendekati disya membuat Caisar menjauh. Dava memeluk Disya yang menangis.” iya kak. Dava sayang kak Disya ajdi Dava akan terus sama kakak. jangan sedih, kami sangat khawatir lihat kakak datang dalam keadaan buruk gini. Bilang sama kita siapa yang bikin kakak gini.” Ujar Dava nanar., Disya ikut memeluk Dava erat dan mengangguk.


Cleo menggeliat dipelukan fardan. Fardan menaruh Cleo di atas kasur di sisi disya, merangkak pelan Cleo dan mencium pipi disya.” Kakak Disya itu kuat dan Cle suka. kalo kakak nangis siapa yang pukul orang yang jahatin Cleo???? Siapa yang jagain Cle? Kan kakak Caisar sekarang sibuk cari duit buat kak Farel berobat dan biar kak Cessy cepet pulang. jadi kak Disya nggak boleh sedih.” Ujarnya polos.


Disya mendengarnya mengangguk melepaskan pelukan pada Dava. Menatap Cleo dengan tenang. Cleo tersenyum lebar.” Yang kakak ajarin kemarin udah Cle sampek sama papa tadi. Papa Sampek nangis loh. Kakak hebat banget.” Ujar Cleo berseru. Cleo terlalu polos menceritakan sesuatu yang bahkan Disya dalam keadaan buruk.


“ memang kak Disya ngajarin apa?” Tanya Caisar kaget.


Fardan disana ikut kaget melihat Cleo dan Disya. Jadi yang mengajari Cleo mengatakan hal hal itu pada Erik adalah Disya??? Disya gelagapan menatap Caisar.


Sedangkan Cle tersenyum lebar.” Kak Disya ajarin Cle buat tidak takut sama papa, kalo ada papa lawan saja dna bilang apa yang ada di pikiran dan hati cleo. Kalo papa nakal tending bulung papa dan yang terakhir kak Disya ajarin Cle buat gigit tangan papa kalo dia peluk Cleo dan kemarin Cle udah gigit tangan papa keras keras.. “ jelasnya semangat.,


Caisar menatap Cleo sendu.” Tadi Cle ketemu papa?” Tanya Caisar.


Cleo mengangguk malas.” Nggak usah bilang bilang papa deh. Bilang bilang papa bikin Cleo tidak suka. mending lihat kak Sasa. Kak Sasa cepat sembuh yah biar nanti ajarin Cle buat karate lagi. biar kalo ada papa atau mama Cle bisa pukul dan banting kayak kak Disya.” Jelas Cleo semangat.


Disya terkekeh mendengarnya, bahkan semua orang disana terkekeh melihat tingkah Cleo pemecah suasana.

__ADS_1


“ Bocil kaki loe tadi mijak taik ayam tapi loe tidur di kasur. Mana ini kaisar gue lagi..!” teriak Fadly kepada Cleo diatas kasur. Fadly baru sampai dengan muka garang menatap Cleo tajam.


Caisar dan yang lain menatap kamar. Lah benar juga ini kamar Fadly.


Cleo disana menatap Fadly dengan garang menunjukan telapak kakinya yang gempal.” Mana ada eek ayam. Ini eek marmut..!!!!” teriak Cleo.


Fadly mendelik menarik tubuh Cleo menjauhi disya.” Tetep bauk bocil. Loe bikin kasur gue bauk marmot.” Ujar Fadly membuat Cleo memberontak.


“ ndakk.,.. kak Fadly boong. Ini tidak bau, ini halum. Coba kak Fadly coum?” ia menunjukan kakinya pada Fadly.


Fadly melotot.” He kurang ajar, siapa yang ngajarin gitu kakinya?” Tanya Fadly.


“ Cle suruh cium taiknya bukan kakinya. Dasar kak fadly ngeselin..” teriak Cleo,.


Semua orang melihatnya terkekeh di sana sedangkan Disya Ikut tersenyum hangat. Padahal tadi dirinya sedang dalam keadaan sedih dan mellow tapi klarena mereka dirinya menjadi kembali ceria.


“ Fadly udah fadly jangan usil terus sama Cle. Cle juga jangan teriak terus. Kalian ini berantem terus.” Jelas Dwi menepuk pundak anaknya.


Fadly mencibir menatap Cleo yang diatas kasur.” Dia tu ma mijak kaiarnya tapi kakinya ada taik marmot. “aduhnya.


Cleo disana menggeleng.” Tadi nggak sengaja. Terus panic keadaan kak Disya jadi naik deh. Cle lupa.” Jelas Cleo disana.


“ tapi Cle tetap salah. Kalo salah harus apa?” Tanya Caisar kepada Cleo.


Caisar mengangguk mengusap kepala adiknya.” Nah gitu dong. Kalo salah itu harus minta maaf sama tanggung jawab.” Jelas Caisar. Cleo mengangguk kepada kakaknya lalu melotot pada Fadly yang diujung sana.


Semua orang melihatnya tertawa.” Sama Caisar aja nurut. Sama gue sampek urat lehernya putus teriak teriak.” Gumam Fadly sabar melihat Cleo menurut pada Caisar.


“ iya soalnya kalo kak Kai yang ngomong tu Cleo berasa ada di dekat pantai, dingin adem ada anginnya spoy spoy. Tapi kalo abang Fadly yang ngomong cle berasa ada di gurun sahara. Apalagi kadang berada di neraka. “ jelas Cleo ketus.


“ sapa yang ngajarin ngomong gitu?” Tanya Fadly melotot.


Cleo menunjuk Disya lagi.” soalnya kata kak Disya yang suka usil dan bikin kita arah itu mulutnya bau neraka.” Jelas Cleo polos. Semua orang diisana menatap Cleo meringis dna tidak percaya. Anak ini masih saya dengan lihainya menjawab dengan pipinya yang menggembung lucu.


Sedangkan Disya yang dibawa bawa melotot melirik Cleo yang di hadapannya menunjuk dirinya sebagai pengajar melebarkan matanya. " eh kok gue." Ujar Disya tak mau disalahkan.


Fadly mengelemng melirik Disya.” Sebenernya Sa apa aja yang loe ajarin sama Cle? Berasa isi otak dia udah loe cuci semua deh..!!!!!” Tanya Fadly kesal.


...----------------...

__ADS_1


Cessy berdehem sejenak mengikuti kakeknya dalam acara pertemuan perusahaannya, menggunakan stelan jas miliknya, dengan penuh keyakinan ia datang ke perusahaan bersama kakeknya yang duduk tenang di sebelahnya. Cessy hanya mampu menghela nafas dan berusaha lebih keras.


“ Luar biasa.. jadi ini yang memenangkan kerja sama bersama Bram salah satu perusahaan raksasa.” Jelas rekan kerja kakek Jems menatap Cessy penuh kekaguman.


Cessy berdehem mengangguk menatapnya dengan santai dan ringan. Jems tersenyum bangga mengenalkan Cessy kepada keseluruhan rekannya. “ benar. Cuucuku memenangkan tender tersebut. Dan dia juga memenangkan beberapa kerja sama lainnya. “ jelas Jems bangga pada seluruhnya.


" Luar biasa. Tuan sangat beruntung memiliki penerus yang pintar dan juga pandai dalam berbisnis. " Ujar temannya yang lain memuji Cessy di hadapan Jems semakin membesarkan kepada Jems.


Cessy hanya mengangguk ngangguk hambar ditengah orang banyak. Sampai di saat Jems pergi dan dirinya ditinggal sendiri di mejanya.


Disimni Cessy tidak hanya sendiri sebagai paling muda, tapi juga ada beberapa. Cessy tidka ada niat untik berkenalan atau bahkan memperkenalkan diri. Cessy lebih baik menikmati dari pada sibuk menjilat sana sini.


“ Cessy.” Bisik seseorang dibelakangnya.


Cessy menoleh menatap laget siapa dibelakangnya. Ada sinar bahagia di sana tapi redup ketika ada seseorang juga yang tiba tiba datang.


” Ehhh Morgan loe disini juga?” Tanya Willy yang menggunakan jas hitam mendekatinya. Cessy yang hampir saja menangis haru menatap Willy yang datang berdehem. Lalu menatap lagi seseorang di hadapannya sendu.


Sosok yang ditatap juga tak kalah tersenyum teduh kepada Cessy. Willy melirik tatapan Cessy kepada lria dihadapannya Cessy." oh hay.. Tuan Fardan yah?? pemilik perusahaaan tambang?” Tanya Willy kepadanya tenang dan berwibawa.


Fardan berdehem mengangguk di sana menerima salam dari wily kepadanya.” iya... “ jelas Fardan. Lalu menatap Cessy dan menyalaminya. Ingin menangis rasanya Cessy menerima salam fardan teduh. Tapi diam dia merasa ada kertas dan segera ia terima dan tersneyum tenang.


Fardan di sana tersenyum.” Saya duluan.” Jelasnya menjauh.


Willy melihat Fardan menjauh mengerjab pelan menatap Cessyy yang diam menatap fardan menjauh.” Eh Morgan diem baek. Loe kesini juga?” Tanya Willy.


Cessy meliriknya dan menggeleng.” Nggak. Ini arwahnya doang yang datang.” Ujar Cessy kesal. Ditanya Willy itu sama sekali tidak bermutu. Jika dirinya tidak ada disini, terus di hadapannya itu siapa? Hantu??? mana merusak suasana saja.


Willy terkekeh mendengarnya.” nanya doang, basa basi.” Ujarnya menatap keseluruhan dari Cessy.” Loe ganteng hari ini." ujarnya.


Cessy mengangguk.” Tapi masih gantengan loe sih.” ujar Cessy santai dan jujur.


Willy mendengarnya merasa ada yang menimpa jantungnya. Wah dirinya salah tingkah. Willy berdehem pelan.” yah namanya juga orang ganteng kan yah,” jelasnya dengan kekehan.


Cessy mengangguk pelan.” btw loe tunggu disini yah. gue mau ketoilet bentar.” Ujar Cessy.


Willy mengangguk kepada cessy. Segera Cessy melangkah santai menjauh. Tapi siapa yang bisa menghentikan hatinya yang menyuruhnya berlari? Ingin cepat cepat menjauh. Dibalik tembok Cessy membaca surat dari Fardan.


' temui saya di kamar xx sekarang.” Cessy tersenyum tipis melihatnya.

__ADS_1


Segera ia melangkah menuju lift untuk ke kamar yang diberi oleh Fardan. Gemetar tangannya menatap nanar kedepan, sampai tujuan, ia mengetok pintu cepat dan brutal.


Pintu terbuka menampilkan Fardan yang membuka lebar pintunya. Cessy membuka pintu tak sabaran.


__ADS_2