
Rafael, sosok adik ketiga oleh Casar. Anak yang paling patuh dann paling pendiam pula, ia memiliki kulit yang sangat putih bahkan pucat. Ia juga sangat terkenal akan ketampanannya bagaikan dari dunia luar. Ia kembarannya dari Farel sosok yang terkenal nakal. Banyak yang tidak tau mereka kembaran si karena mereka kembar agak beda meski mirip dan juga dikarenakan sikap mereka yang berbanding terbalik
Ia memiliki kekurangan dari para adiik dan kakaknya yang lain, ia memiliki fisik yang lemah dikarenakan jantungnya yang lemah, iya itu dikarekan diwaktu kecil ia dibuilly dan dikalah itu dadanya di tendang keras, itu mengakibatkan jantungnya terkena masalah cukup serius dikala itu. Itu juga alasan kenapa Caisar tak membolehkanya ikut bekerja keras.
Ia juga memiliki penyakit Xeoderma Pigmentosus, meski belum terlalu serius, tapi ia memiliki penyakit itu. Penyakit ini adalah penyakit yang membuat dirinya tak bisa terterpa matahari secara langsung terlalu lama, jika tidak ia bahkan bisa kehilangan nyawanya. Tepatnya ia hanya bisa merasakanya hanya selama lima menit saja atau sampai tujuh menit. Penyakit ini cukup langkah dan tidak ada obatnya. Didunia ini mungkin dari 250.000 jiwa hanya ada 1 yang mengidapnya. 1 itu dlh Rafa. Ia mengidapnya setelah ia mendapatkan penyakit jantung. Katanya itu pengaruh dari jantungnya yang melemah dan juga terdapat syaraf ditubuhnya yang terganggu. Mereka juga belum melakukan ronsen terlalu dlm dikarenakan tak punya uang.
Okeh kembali lagi pada Rafa yang menatap dua paru baya dihadapannya. Mereka duduk dicafe tak jauh dari gang rumahnya. Didepannya ada kedua orang tua yang meninggalkannya, ia diam dengan mereda rasa amarah dan juga rasa rindu yang bercampur satu. Ketuganya terdiam cukup lama setelah tadi Rafa menghentikan meteka untuk pulang.
Ehem.. deheman dari lelaki parubaya dihadapannya menyadarkannya pada dunia. “Hemm.. perkenalkan namaku Erik.. dan di Lana.. jika boleh tau, ada apa yang membuatmu menghentikan kami? Kamu bikang kamu mengetahhui banyak informasi dari rumah yang kami datangi tadi. Apa yang kau tau?? Apakah caisar masih merawat adik-adiknya?”Tanyanya to the point.
Rafael disana mengerjab mentp Erik. Erik sangat mirip dengan Farel, sosok ayah kandung mereka. Apa yang harus ia lakukan? Apa ia mengatakan jika dirinya anaknya? apakag mereka akan bahagia???? “ Iya aku mengetahui banyak hal.. karena aku salah satu dari adiknya.”Ujarnya pelan. Tatapanya menyenduh.”Ka-kalian ayah dna ibu kamikan??”Tanyanya. suaranya tenggellam dengan tangis yang tertahan.
Lana menangis dan segera memeluk Rafa. Rafa tak menolak, ia menangis dalam diam dipekukan ibunya, pelukan yang ia rindukan selama ini. pelukan yang ia damba-dambakan. ‘'Sayang. Maafkan ibu hiks hiks. Ibu tidka tau itu kamu. Maafkan ibu yang sudah menelanbtarkanmu. Sungguh ibu enyesal hiks hiks.”Ia menabgis keras memeluk Rafa.
Erik diam menatap keduanya. Rafa menatapnya dalam, sangat dalam mengingat-ingat wajah ayahnya. “Kenapa kalian membuang kami?? Apakah kami pembawa sial?”Tanyanya lagi dengan lirih.
Ibunya mengeleng keras,.”Tidak. kalian bukan pembawa sial. Mafkan kami yang dikalah itu melakukan kesalahan. Kami khilaf,. Kami tidka taus etan mana yang merasuki kami., Kalian bukan anak sial, kalian anugrah yang kami sia-siakan. Kami terlau bodoh bukan? Hiks hiks. Maafkan kami.”Ujarnya lana lirih lagi mengusap pipinya yang basah.
__ADS_1
Rafa disana segra memeluk ibunya dalam, “Ibu hiks hiks.. kami merindukanmu ibu.. kami kesepian.”Ujarnya menangis, wajah putihnya memerah. Lana memeluk anaknya penuh haru dan kebahagiaan. Hingga suara yang mengagetkan mereka.
“ Rafa...”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ditempat lain ada disya yang berjalkan dimaal dengan kakaknya. Mereka baru saja bermain timezone dnegan Disya yang sudah penuh keringat karena terlalu lama bermain.”Ahhh aku akan membawa Caisar kesini kapan-kapan.. dia pasti sangat-sangat senang dan lebih menyenangkan dibandingkan bersama kakak.”Ujarnya kepada Jeft mengejek.
Jef mendengarnya menatapnya memicing.”Heheh. kau mau bercanda? Hey caiisar itu miskin, mana ampu dia memberikan dan menuruti kemaumanmu. Kau jangan bercanda... hahaha mangkanya cari coowok yang kaya dikit biar berguna.”Ujarnya mengejek
.
“Tetep pacar loe miskin. nggak guna, yang ada loe dimanfaatin dan bunting karenanya.”Ujarnya disana memperingati adiknya.
“Dia nggak gitu yah..!! lagian kenapa kalo gitu emangnya? Disya bakal bayart berapapun yang dia mau kalo memang dia butuh uang Disya. Karea disya butuh dia bukan uang. Mau dia tulus atau enggak disya enggak peduli karena Disya peduliin dia milik Disya...”Teriaknya kuat dan kesal.
“Oh jadi yang gue denger kemarin itu bener? Dimana loe mau nyewa Caisar buat kencan satu malam tapi dia nggak bisa. mangkanya loe bayarin dia buat satu malam?”Tanyanya Jhef.
__ADS_1
m Disya terdiam mendengarnya. Hef meliohatnya terkekeh.”Gue denger dimana loe ngerengek sama Caisar pulang sekolah kemarin. Loe ngerengek mau malam mingguan, diner dan juga main. Tapi Caisar nolak dan loe bayar.. minggu ini kan? berapa loe bayar?”Tanyanya dengan tajam
Diysa disana mengepalkan tanganya lalu pergi.”Bukan urusan kakak. urus aja urusan kakaks endiri.”Ujarnya berjalkan meninggalkan Jef. Ia tak membantah sebab yang dikatakan Jef benar. Ia mengajak Caisar pergi diner dan kencan tai Caisar menolak tanpa tau alasannya. Iapun menawarkan akan membayarnya. Setelahnya Caisar pun mengatakan iya. Disya tidak tau tapi yang ia tau ia mencintai Caisar tak peduli jika Caisar hanya menginginkan uangnya.
Jef disana mengepalkan tanganya na mendengus.”Disya jangan pergi.”Teriaknya.ia mngejar adiknya didepan sana. Sebenarnya ia ingin marah pada adiknya yang seenaknya saja, tetapi ia tak bisa marah. Ia hanya akan menuruti apa kata adiknya. Adiknya lebih uatama,a apapun yang diknya inginkan ia akan menurutinya termasuk Caisar. Iapun akan bertekat jika Caisar memanfaatkan adiknya saja ia tak masalah selagi Caosar tak melangkah lebih jauh.
Ditengah jalan Disya terdiam sebentar melihat ditokoh baju ternama disana, tokoh yang tertutup kaca membuat ia bia meoiyhat siapa yng membeli, “Disya..!!!” Teriakan
Jeff yang sudah disampingnya Disya.
Nafasnya naik turun.”Maafin kakak yah kakak salah.”Ujar Jeff. Namun tak ada sahutan dari Disya. Ia melihat dimana tatapan Disya hingga tatapannya tertuju pada insan yang Disya lihat.
Sosok yang Disya lihatin tertegun ketika mendengar nama yang familiar itu.. Dugh... matanya tertabrak dengan tatapan itu, tatapan yang tajam dan juga penuh kebencian.
(Ini Visual Disya yah.)
__ADS_1