Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Keluarga Impian


__ADS_3

Rafa dan Farel cukup kaget mengetahui fakta jika kedua orang tuanya bercerai mengakibatkan mereka akan dibagi menjadi dua kubu, sedangkan mereka tak mau dipisahkan. Mereka memilih pergi dan kabur tapi lagi dan lagi mereka ketahuan, rumah ini dpenuhi CCTV dan penjaga. Mereka juga tidak tau arah pulang kemana, mereka tak mengenal jalan ini. perkiraannya mereka juga tak punya uang untuk pulang. Jadi memutuskan mengumpul uang dulu untuk pulang.


Saat ini keduanyta duduk diatas lkursi meja makan, disana sudah kumpul ibunya, ada satu paru baya yang tak ia kenali tapi bisa ditebak itu pasti suami baru ibunya, ada juga satu anak disana. seumuran dengan mereka atau lebih tua mereka tidak tau tapi jika dilihat ia lebih ke seumuran dengan Cessy kakaknya yang kedua.


“Mas.. ini anak-anakku. “Ujarnya terdenyum mengenali anaknya. yah dia Lina. Ia tersenyum juga menatap sang anak-anak. “Dan kalian kenalkan, dia ayah baru kalian, namanya Patrik, dan mereka adalah adik kalian satu tahun lebih muda bernama Dona. Kalian bisa panggil Dodo.”Ujarnya mengenalkan keluarga barunya.


Demi Tuhan Farel dan Rafa tak merasakan sakit mengetahui keluarga ini pecah sudah tak lagi berbentuk, mereka hanya tak selera dan tak berminat mengetahui orang tua mereka ini. tapi terllihat Patrik tersenyum tipis.”Hayy Twins.. ibu kalian sudah banyak menceritakan kalian. Kalian bisa panggil om dengan panggilan sesuka kalian. Papa boleh, om boleh. Tapi disarankan panggil Dady.”Ujarnya pelan.


“Hay.. aku juga namaku Dona. Senang punya kakak-kakak seperti kalian.” Dona pun menyahut dengan ceria. Terlihat sangat semangat dan senang memiliki dua kakak.


“Selama ini aku tidak punya teman bermain dan sekarang aku punya kakak-kakak. semoga kakak-kakak mau bermain denganku yah.”Ujarnya lagi ramah penuh ketulusan.


Rafa diam menatapnya dingin sedangkan Farel terang-terangan memutar bola mata malas seakan menunjukan terang-terangan ketidak sukaannya terhadap mereka. Ibunya terlihat tersenyum tipis meminta maaf pada suami dan anak. Keduanya hanya mengangguk paham saja.


Dan kehidupan baru dimulai....


Semenjak kejadian kebakaran itu. Caisar dan Cessy tak punya tempat untuk berlabuh. Kapal mereka sudah lenyap menyisahkan angin yang menyemat dan menusuk tulang. Keduanya sudah tinggal dirumag Gerry sebulan ini, mereka pun tak enak hati jika begini terus, tapi mau bagaimana lagi?.


Dan hari ini Caisar pulang dengan senyum manis pada Cessy dan Rina yang baru saja sudah menyiapkan makan malam disana membantu ibunya Gerry.


“Ehh Kai udah pulang nak.. ayoo duduk kita makan malam dulu, atau mau mandi dulu?”Tanya ibu Gerry dengan lembut pada Caisar melihat Caisar baru pulang padahal sudah magrib. Itu dikarenakan ia bekerja sebentar diperpustakaan. Iya dia masih bekerja.


Caisar terklekeh melihat ibunya Gerry. Ia menggaruk tengkuknya.”Emmmm Kai langsung makan aja deh keknya. Soalnya tadi udah mandi di ruang osis, soalnya capek banget ngurus lapangan mau lomba jadi nggak tahan Bu.”Ujarnya sopan.

__ADS_1


Rina disana tersneyum manis. “Lain kali jangan mandi disekolah yah, soalnya ngak bagus, nggak ada jaminan air diskeolah kamu bagus untuk mandi, nanti kamu sakit loh. Soalnya dulu pas Ibu sekolah di SMA Ibu pernah ngintip air di penampunganya eh ternyata banyak sampah padahal itu digunaain buat wudhu juga loh biasanya. Bahkan ada baju orang didalam sana. Mangkanya kalo disekolah jangan sembarangan cuci atau mandi.”Ujarnya pelan meringis


(Ini kenyataan so penulis yang memiliki pegalaman hehe. Buat yang pejuang Air bersih memang harus hati-hati yah akan hal ini)


“Itu mah karena sekolah mama dulu dimana.. ini sekolah elit moms. Mana ada yang gitu, yang ada sekolah dituntut.”Ujar Geery yang baru datang dengan tak mengenakan baju terlihat seksi tapi tak berpengaruh pada Cessy. Ia melirik Caisar.” Lama banget pulang. Sorry gue duluan soalnya capek nungguin.”Ujarnya duduk dismaping Caisar.


Caisar tersenyum. Rina mendengus.”Orang tua ngingetin tu didengerin. Liat Caisar kalo diingetin tu diem terus nganguk nggak kayak kamu terus aja ngejawab ucapan orang tua. Kualat baru tau rasa.” Ia menyentuil bibir anaknya pelan.


Gerry meringis kaget dibuatnya. “Ih Moms. Bibir seksoynya Gerry sakit. Mau anaknya monyong?”Tanyanya mendelik tak senang.


Rina disana menatapnya sinis.”Dikira mama ngapain bibir kamu sampek monyong? Bukannya bibir kamu udah takdirnya monyong yah?” Itu membuat anaknya mendengus dan ayahnya yang datang terkekeh geli mendengar perdebatan mereka.


" Yah kalo monyong yah salah mama sama papa lah. Kan kalian pabrik pembuatan nya.$ Jawab Gerry acuh.


Cessy dan Caisra hanya tersenyum canggung. Masih sangat canggung ditengah keluarga harmonis kaeena biasanya hanya berlima bersama para adik.


“Bilang aja papa yang laper make nama Caisar lagi. cigh.”Ujar Geery membuka piring yang telungkup.


Ayahnya tersenyum dengan bodohnya.” Maafin ayah gue yah Sar. Memang gitu dianya.” Ujar Gerry.


Caiisar hanya terkekeh. “Ih kalian ayoo makan jangan sungkan. Masa masih sungkan aja si.”Ujar ayahnya Gery mengajak keduanya makan. Cessy disana mengangguk menuangkan air minum untuknya dan lainnya.


“Ehh Si nggak usha repot-repot. Ntar enak mama gue nggak ada kerjaan. Inget itu kerjaan orang tua alias mama bukan loe.”Ujar Gerry menahan tangan Cessy.

__ADS_1


“Anak durjana..”Gumam Rina mengusap dada akan ucapan anaknya. Gerry terkekeh dan Cessy menggeleng.


“Nggak apa-apa kok. Kan aku Cuma nuangkan air nggak juga bikin patah tangan aku.”Ujar Cessy pelan dan gugup. Gugup bukan cinta yah Gesss tapi karena termor Canggung.


“Dia anak baek ngak kayak kamu, anak Segklek..”Ujarnya Rina mengambil piring Cessy dna mengisihkan nasi disana. “Lagian kamunya aja klo minum mau diambil, makan mau dikasih. Cessy mah beda, dia mandiri malah mama yang diajarin masak sama dia.. duhh dia tu anak idaman mama tau nggak. Bisa ngak si mama tu nego sama Tuhan kalo yang lahir tu Cessy atau Caisar bukan kamu... atau bisa ngggak jadiin kamu kecil lagi biar mama buang diselokan,.”Ujarnya ketus.


Gerry memegang dadanya dramatis.”Ada yang retkak tapi nggak terlihat.”Ujarnya dengan wajah dibuat sedih.


“ Mama jahat sekali.. mama nggak tau sakitnya jadi aku ma?”Tanyanya pelan dengan sok mengusap air mata padahal tidak ada.


“Ada guna anak kita ma,. Ada banyak bakatnya kok.”Ujar papanya Gerry. Senyum Gerry merekah karena dibela. Tapi setelahnya luntur ketika ayahnya melanjutkan kata-katanya. “Yah salah satunya ngabisin makanan, ngabisin uang. Yaahh seenggaknya kalo ada yang nanya ada gunanya nggak? Yah bisa dijawab ada.?Ujar ayannbya lempeng.


“Yatuhan kenapa kau turunkan aku dikeluarga gila begini?? Ini rahmat atau ujian si? Ini apa si salah saya Tuhan, Boleh nggak aku pindah keluarga aja atau pergi jauh dari mereka biar tenang gitu?”Ujar Gerry sok dramatis bertanya pada Tuhan.


Tukk. Caisar menepuk kepala Gerry dengan sendoknya. Gerry menoleh disana dan menatap caisar tanda Tanya " Sakit..." Cicit nya.


“Banyak didunia ini yang tidak pernah memperhatikan kata-katanya tapi setelahnya ia tak sadar kata-kata itu akan terjadi dihari berikutnya. Ada banyak yang bicara tanpa arah dan pada akhirnya merugikan diri sendiri. Kita tidak tau kata-kata kita yang mana yang dijadikan doa. Kamu saja yang tidak sadar jika Keluarga kamu itu impian bagi semua anak.”Lanjutnya pelan. Gerry mendengarnya meringis. Sedangkan Gefri dan Rina tertegun akan ucapannya..


Impian yah?


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2