Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Terganggu


__ADS_3

Cessy menghela nafas pelan melihat Alice yang terus mengikutinya kemana pun dirinya pergi. Bahkan sampai ketoilet sekolah pun dirinya tetap diikuti.


Alice tersenyum kepada Cessy.” Lia kamu mau ikut aku ke WC juga?” Tanya Cessy tertahan kepada Alice yang terus mengikutinya sedari semingguan ini di sekolah. Bahkan banyak siswa lain yang menjauhinya.


Alice mengangguk pelan. Cessy berdecap pelan.” Lia aku cowok loh. Kamu ke kelas saja duluan yah, aku mau ke WC.” Jelas Cessy masih tetap tenang menegur Alice.


Alice mendengarnya mengerjab pelan.” Momo nggak asik akh. Kan Cuma pipis. Nggak apa apa dong..!!!” jelas Alice kesal mencebik bibirnya kebawah kesal kepada Cessy.


Cuma pipiu doang embah mu.!!!” Cessy boleh berkata kasar tdiak sih? Cessy menatap Alice yang berdiri di depannya nanar.


” Woy.... Morgan lama banget katanya Cuma ganti baju doang. Ini kita udah mau main ini.” teriak dari Willy kejauhan mendekati keduanya. Memang sekarang jam olahraga wkatu ya untuk olahraga di lapangan.


Cessy melihatnya dan menunjukan ClAlice.” Gue ke dalam dulu mau storan. Jagain nih Lia.” teriaknya buru buru masuk.


"Tapi Alice juga mau ikut."


Untung EWilly menahan baju belakang Alice.” Eh mau kemana loe kecubung tralala??? Nggak liat loe kalo Morgan mau pipis? Mau nintip loe ha? Wah gnggak nyangkah gue anak pak Bram suka ngintip cowo pipis.” Ujat Willy mengejek alice.


Alice mengoyangkan tubuhnya agar terlepas dari Wily.” Kepas ih..” kesalnya sampai pintu tertutup ia menatap Willy kesal.


“ apaan sih. kan Lia Cuma ikut Morgan doang,.” Jelasnya hampir berteriak dengan kening menngerut kesal kenatap Willy.


“ woy kutu . Mau ikutin yah mikir lah anj. Masa ke tioilet loe ikutin juga? Nggak sekalian Morgan mandi loe ikutin. Kalian tu beda jenis dodol.” Teriaknya kepada Alice yang malah tidak mau diperingatkan.


“nggak usah teriak. Rusak nih telinga gue,..,!” teriak Alice juga kepada dia yang di hadapannya.


” Loe sih bikin emosi terus.” Jelasnya kesal.


Alice mendengus melirik Willy. Willy suka sekali mengangguk dirinya bersama morgan, padahalkan dirinya mau di dekat Morgan selalu. “ noh noh Momo keluar. Skuy kelapangan,.” Ujar willy mnatap Cessy yang keluar merapikan bajunya. Alice kembali melebarkan senyumnya mendekati alice. Alice hanya bisa menghela nafas pelan.


“ ingat alice. Kamu nggak boleh olahraga. Kamu duduk jadi penonton aja.” Jelas Cessy tegas.


Alice mengangguk tegas.” Lagi pula alice nggak suka olahraga. Gerah panas. “ jelas alice berbohong. Impiannya paling besar adalah bisa bermain bola dilapangan, dengan keringat mengucur deras dan menunjukan dirinya kuat dan bebas. Alice tidak tau kapan terakhir dirinya bermain bola karena penyakitnya,. Alice hanya ingat itu terjadi saat dirinya masih kecil dulu dan itupun dirinya usai olahraga segera di antar ke rumah sakit karena penyakitnya kambuh dan semenjak itu juga orang tua alice melarang Alice untuk bermain dilapangan lagi,


Berakhirlah Alice menyemangati Cessy dari tribun menyemanati Cessy.” Go semangat Momo..” teriaknya melihat Cessy yang bermain basket dengan Willy.

__ADS_1


Cessy melemparnya senyumnya dan melambaikan tangan membuat Cessy terkikik senang. Willy melihat tersebut merasa ada yang tak nyaman di hatinya,.


Melirik Cessy yang masih main dengan tenang.” Loe terlalu manjain dia kayaknya deh MO.” Tegasnya pada Morgan yang malah anteng saja kesal.


Cessy menghela nafas di tengah lapangan. segera menuju tempat istirahat mengambil minum. Willy yang melihat Cessy tidak menanggapi kesal. Memegang lengan Cessy dan menariknya.” Morgan loe denger gue ngomong nggak sih?” tanyanya sangat kesal.


Cessy mengangguk tegas. Mengambil minum dan meneguknya pelan.” gue denger Wil.” Jelas Cessy pelan. siapa yang tidak risih diikuti terus menerus seakan akan dirinya tidak punya kehidupan lain? Tapi Cessy punya pencapaian lain yang harus dirinya lampaui. Bukan masala risih saat ini, tapi lebih kepada mencintai Farel. Cessy tidak tau kabar Farel sekarang bagaimana. Yang pasti ia harap Farel sudah jauh lebih baik.


“ Kak Morgan..” beberapa anak perempuan sebayanya mendekati Cessy dengan malu malu.


Cessy menatapnya tenang, salah stau maju dan memberikan minum kepadanya.” Ini kak Minum., “ jelasnya dengan manis dan juga merunduk malu.


Cessy menatap nama dari baju milik perempuan tersebut. Melika. Cessy menunjukan minumnya dan berdehem.” Gue udah ada minum., thanks .” jelas Cessy menjauh. Willy melihat penolakan Cessy entah ada rasa senang tersendiri di dadanya.


Cessy tidak ingin membuka ruang mereka sakit hati, apalagi saat mereka tau jika dirinya bukanlah laki laki seperti yang mereka harapkan. Diirinya adalah laki laki.


Sesaat setelahnya Cessy merasa suara ribut dari tribun penonton. Mata Cessy melebar segera berlari menuju tribun. Sedangkan alice yang tadi melihat Cessy sudah istirahat segera hendak turun tapi ia tidak sengaja menbabrak laki laki yang berjalan dari arah berlawanan membuat dirinya oleng menatap tajam laki laki tersebut.,” jalan tu digunain dong mata buat ngeliat.!!!” Teriak Alice kesal padanya.


Pria yang alice tabrak menatap alice datar lalu menatap miumanya yang jatuh. Mereka teman satu kelas.” Loe yang liat bego. Ngatain orang aja bisanya. Nggak sadar diri loe ha?” teriak pria itru kasar kepada alice yang memarahinya sedangkan alice yang menabraknya.


pria itu menatap alice bengis lalu menjauh. “ dasar nggak tahu diri.” Bisiknya pelan.


Alice mendengarnya mendekati pria itu dan memukulnya kuat dibagian punggungnya. Pria itu melebarkan matanya menatap alice tajam merasa sakit bagian punggungnya. Alan lelaki yang berbadan kekar dan berbibir hitam sangat kontras dengan tubuhnya yang juga sawo matang. Banyak anak anak menjauhinya karena dia suka menacri masalah dengan anak anak.


“ Loe..!” teriak Alan dan mendorong Alice kuat. Alice tersentak karena terjatuh di lapangan cukup kuat. merasa sakit bagian pantatnya aice meringis melihat Alan yang menatapnya kesal.” Berani loe mukul gue..!!! “ teriak Alan hendak menampar Alice. Tangan Alan cukup lebar jika menimpa pipi Alice sudah pasti pipi alice akan gepeng.


Alice memejamkan matanya merasa takut dn tak bisa melawan. Brak.. suara keras terdengar dan alice tidak merasakan perih dipipinya. Alice membuka mata pelan menatap apa yang terjadi. Ia mendongak dengan mata yangs egera melebar


Ada Cessy yang berdiri di depannya dan alan yang sudah jatuh tak jauh darinya. “ loe kalo sama cewek nggak boleh kasar.,” tegas Cessy di sana keras kepada Alan yang tadinya hendak memukul Alice kuat. untung dirinya segera bisa bertindak jika tidak sudah pasti Cessy akan bermasalah dengan orang tuanya alice,.


Alice meringsut menjauh karena tidak berani kepada Alan menatap Cessy dan berdoa semoga Cessy baik baik saja, sebab tubuh alan tiga kali lipat lebih besar dari cessy. Bahkan tinggi mereka jauh bebeda. Alan menatap bengis Cessy yang mendorongnya kuat untuk menjaga Lia.” Loe bnggak usah ngebenarin dia. Dia yang mukul gue duluan..!!” teriak alan kepada Cessy.


Cessy mendengarnya mengerjab melirik Alice. Alice menggeleng pelan menatap cesysy tak enak.” Dia nabrak jadi Lia Cuma mukul dia kecil. Kan badanya gede nggak mungkin terasa sesakit itu kali.” Tegas nya melirik Cessy tak tenang. Takut Cessy memarahinya.


Cessy menatap Alan yang menatap Alice geram.” Munafik loe. Nggak usah sok sokan ngerasatersakiti. Loe yang nabrak gue ngata ngatain gue dan mukul gue duluan. Untung nggak gue tendang loe dari sekolah ini.” teriak alan kesal melihat Alice yang membalikkan fakta. Cessy mendengarnya diam sejenak menatap Alan yang bangkit.

__ADS_1


Alan menatap Cessy yang berdiri di sana. Willy mendekati Alan dan meringis.” Sory bro. temen gue kira loe yang salah tadi.” Jelas Willy tak enak.


Alan melepaskan tangan Willy dari bahunya. “ tapi gue mau kasih ini cewek pelajaran. Awas.” Teriak Alan hendak mendekati lia untuk dirinya hajar. Ia terlalu marah pada alice yang sudah mengatakan hal kebohongan.


Cessy mendekati Alan dan menggeleng.” Jangan. Dia cewek. “ jelas Cessy.


“ mau cewek mau cowok gue ngak peduli. Selagi dia cari masalah sama gue duluan. Dipikir nggak sakit apa dipukul pas dipukul balik nggak mau, situ waras?.” Jelas alan menatap Alice dingin.


Cessy berdehem pelan.” ja--..”


“ ngak usah ngebacot loe. Minggir..!” alan melempar tuhuh cessy menjauh.


Cessy yang dilempar jauh pun mentap Alice yang gemetar ketakutan saat alan mendekainya. Cessy segera menendang pelan punggung alan yang baru saja hendak memukul alice lagi.” udah gue bilang jangan mukul cewek.” Tegas Cessy geram klepada alan.


Alan melirik Cessy kejam dan kesal.” Loe..!!!! “ Alan mendekati Cessy dan memukulnya. Cessy menahan pukulan alan dan memilinnya kebelakang. Ia menendang perut Alan menggunakan lututnya dan membanting tubuh alan yang cukup besar. Tapi rupanya alan cukup kuat sehingga saat ia dibanting ia memegang tangan cessy.


Cessy ikut terjatuh di atasnya. Dan alan memindahkan Cessy kebawahnya. Cessy meringis pelan menatap Alan yang berada di atasnya.” Udah gue bilang jangan ikut campur tapi loe ikut campur.” Tegasnya dan memukul kuat wajah Cessy.


Tapi tubuhnya sudah di tendang duluan oleh Willy.” Jangan sentuh temen gue bangsat,,!” teriaknya membuat Alan oleng.


Alan meringis memegang punggungnya terasa nyilu dan Cessy segera berdiri dari sana. Alan menatap keduanya nyaris mengeluarkan matanya.” lihat aja kalian. Beraninya kroyokan. Gue nakal ajak temen temen gue buat habisin kalian. Ingat baik baik!!!” tekannya penuh dendam kepada keduanya. Lalu Alam menjauh dari sana. Meninggalkan Cessy dan yang lain diam melihat mereka berkelahi.


“ Loe nggak apa apa?” mulut Willy baruu saja hendak bertanya pada Cessy tetapi Cessy sudah lebih dulu bertanya pada alice yangberdiri gemetar ketakutan dibelakang mereka. Willy meremas pelan tangannya menatap hal tersebut.


Alice disana segera menghambur memeluk Cessy.” Lia takut hiks hiks. “ alice menangis sesegukan dipelkukan cessy.


Cessy menghela nafas menepuk pelan pundak Cessy.” Nggak usah takut lagi. dia udha pergi kok.” Jelas Cessy mencoba menenangkannya.


“ mangkanya nggak usah banyak gegayaan loe sama orang. jangan bikin ulah mangkanya, bikin Morgan susah aja.” Tegas Willy di belakang mereka menatap Alice sinis dan kesal.


Willy melirik Cessy yang menghela nafas pelan di sana memeluk Alice. Kesal melihatnya membuat dirinya menjauh. Cessy yang melihat willy menjauh menjadi tidak enak. Tapi sekarang yang paling penting adalah Alice dan adik adiknya. Katakan saja Cessy tidak punya hati melakukan hal Karena pamri.


Dirinya tidak peduli.


Tapi yang pasti Cessy tidak hanya memanfaatkan keadaan.

__ADS_1


__ADS_2