Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Siapa?


__ADS_3

Pembaca aku pinter-pinter banget bisa nebak siapa yang bakar rumah Caisar... 🔥...


.


.


.


Ia ingin mendekat tapi Cessy menghilang. Ia mengajak Causar pergi. Caisar disana menggeleng. Ia mendekat disana Cessy disana ikut mendekat untuk mendengar percakapan itu.”Baik bos.. udah selesai. Mereka tidak akan menganggu adik-adik nya lagi nanti, jadi tenang saja..” Ujarnya.


Caiisar dan Cessy tertegun mendengarnya. Siapa dia??”


Tangan Caisra terkepal erat disana hendak mendekat dan memukul siapa yang berani membajar rumah ini. tapi tanganya ditahan oleh Cessy. Cessy disana nampak menggeleng, matanya memerah karena menahan tangisan. Kak kita pergi dulu yah.. Nanti kita cari tau siapa mereka.”Ujarnya gemetar.”Cessy takut nanti dia ngapa-ngapain kita.”Ujarnya lirih lagi pada kakaknya.


Caisar disana mendekati Cesyy lalu membawanya kedepan rumah, disana ia cepat berlari namun senelum kedepan ia dikagetkan oleg Gerry yang berlari disisinya.


Nampak Gerery menatapnya dnegan gemetar.”Ya Tuhan Sar. Gue pikir loe belum keluar mangkanya gue susul dan cari jalan buat masuk. Cepet menjauh.”Ujarnya disana menarik Caisar dari sana.


Caisar disana menatap Gerry kaget.. jadi benar tadi Gerry yang berteriak memanggil namanya? Ia disana tak mau ambil pusing kenapa Gerty disini. Ia memberikan tangan Cessy dan mengatakan.”Gue titup adik gue. ada yang harus gue urus,.”Ujarnya disana dengan pelan lalu pergi meningalkan keduanya. Gerry dan Cessy ingin berteriak tertelan angin menatap Caisar yang menjauh mengejar siapa yang menelpon tadi.


Gerry disana menarik Cessy. Cessy menggeleng.”Dengerin kakak loe. Nanti gue susul dia yang pointing sekarang kita sembunyi dulu. Ada yang niat nyelakahin kalian.”Ujarnya pada Cessy pelan. Cessy disana mengangguk. Air matanya tak tahan untuk terjatuh.


Tapi setelahnya ia berlari mengabaikan Gerry. Gerry kaget mengejar Cessy.”Sialan, gue kira dia ngangguk nurut. Nggak taunya dia nipu.”Gumamnya tercengang. Kan biasnaya ngangguk itu artinya menurut. Tapi ini?? ia mencoba menggeleng saja dan mendekati Cessy mengejar Caisar.


Caisar disana merasakan lengannya perih dan kembali basah, ia mendekti pria yang tadinya menelpon seseorang. “Siapa yang nyuruh kalian buat bakar rumah saya?”Tanyanya dingin. Itu menghentikan tiga orang yang berjalan menuju kehutan . mereka berbalik menatap Caisar kaget.


Mereka saling lirih dan berkata.”Oh selamat rupanya. Kita kira enggak.. pasti gara-gara temen kamukan?”Tanyanya pelan pada Caisar. Caisar disana tak bergeming, ia diam menatap mereka dengan dingin. Salah satu dari mereka maju.”Kayaknya loe salah jalan deh. Seharusnya kalo selamat lari bukan deketin musuh.”Ujarnya disana terkekeh pelan.


“Siapa yang nyuruh kalian?”Tekan Caisar mengabaikan ucapan mereka.

__ADS_1


Salah satu mdari merekapun tersenyum sinis.”Karena hari ini ajal loe, loe boleh tau.. kalo yang nyuruh loe itu adalah orang tua loe.”Ujarnya terkekeh kepada Caisar.


Dugh.. Caisar terdiam mendengarnya. Ia disana melotot tak percaya lalu menggeleng, salah satu dari mereka maju menendang Caisar secara mendadak. Caisar yang masih kaget pun terpental kebelakang, ia tak melawan merasakan sakit teramat dibagian dadanya.


Uhukk.. ia memuntahkan darah.. tapi sakit itu tak sama dengan sakit dihatinya, dunianya terasa sangat menyedihkan, sakit batinnya lenih skait dari skait fisiknya. Ibu dan ayahnya tidak berubah? Mereka tetap menginginkan kematiannya? Tapi kenapa? Apa adik-adiknya akan baik-baik saja?? Apa maksudnya mengambil adik-adiknya??


"Caisar jangan diem aja.. bangun..!” Teriak Gerry melihat Caisar yang mematung mendengar kenyataan. Cessy disanapun ikut mematung mendengar kenyataan yang baru ia dengar. Hati mereka sama-sama sesak mendengar fakta itu. Ibu dan ayah mereka tetap jahat sekali,


Bugh.. Caisar disana disadarkan lagi dengan pukulan dipipinya dari lawan. Ia sadar langsung berdiri untuk melawan, tapi sia-sia. Mereka sudah kembali memukul wajahnya keras. Caisar merasakan kepalanya pusing teramat. Lengannya kembali berdarah akibat menahan serangan itu.


Dughg . Argh...


Caisar berteriak dikala lengannya yang ditendang mengundang rasa sakit teramat pedih dan darah mengalir deras


Gerry frustasi, ia tak bisa melawan, jangankan melawan mereka melawean Disya saja ia tak mampu. Ia tak punya skil berkelahi . tapi ia punya skill nekat, ia tak akan membiarkan Caisar terluka. Matanya melirik kesegala sisi namun tak menemukan apapun. ia mengepalkan tangannya mendekat dengan tangan kosong.Dadanya bergemuru lalu Bugh.. ia memukul kepala salah stau yang menghajar Caisar. Semua terdiam , melihat Gerry. Gerry disana merasakan tulangnya menjadi lemah.


”Jangan bunuh temen gue.!” Bentaknya disana kuat.


Bugh... Bugh.. argh. Gerry terpental jauh dengan dada yang diterjang salah satu yang menerjang Caisar tadi. Matanya menyilau mata hendak membunuh. Ia mengeluarkan pisau disakunya.


Caisra melihatnya tak tingal diam.”Cessy menjauh.. “Ujarnya. Cessy menggeleng. Caisar segera mendekati seseorang yang hendak menusuk Gerry.


Dan Bugh... ia menendangnya hingga tersungkur dan pisaunya tergeletak jauh. Kedua dari mereka menatap Caisar kaget. Caisar yang wajahnya penuh luka dan darah menatap mereka dengan dada yang naik turun menghirup nafas dalam. Ia mengambil pisau yang terjatuh lalu mendekat salah stau dari mereka dan Bugh...


Cessy disana tak tinggal diam, ia mendekati salah satu dari mrereka dan ikut menyerang. Bugh. Ia sudah menyerang tapi seranganya cukup kecil karena tangannya yang mungil.


Caisar melihat Cessy yang ikut pun was-was. Tapi tanganya memegang pisau itu erat.”Gunain ini dek...”Ia melempar itu pada Cessy. Cessy lebih membutuhkan. Cessy menerikanya dan mengangguk nanar.


Bahkan dalam keadaan begini saja kakaknya masih memikirkan dirinya bukan diri sendiri!

__ADS_1


Bugh.. Cessy jatuh terkena pukulan lain mengenakan kayu. Caisar disana mau menolong namun sudah diserang. Gerry diam melihat mereka mau membantu tapi dadanya sangat sakit, ia tak pernah berkelahi sebelumnya.. hanya beberapa kali itupun kalah terus bisa dikatakan anak mami. Ia meringis melihat Caisar melawan dua orang dan Cessy mulai tumbang. Ia mau membantu berdiri saja tak mampu.


Cessy yang terjatuh merasakan pinggangnya terputus dari tubuhnya. ia melihat seseorang yang mengarahkan pisau itu dijantungnya, ia segera berbelok kekanan merasakan tangannya terkena ranting.


Stak.. itu tak mengenainya membuat sang empu mengerang. Cessy mengambil ranting itu beserta dedaunan. Ia melemparnya diwajah orang yang menyerangnya. Orang itu teralihkan dan meemjamkan matanya.


Cessy tak ambil waktu banyak dan srak.. Argh,,, suara teriakan dan juga tusukan menggema disana, darah itu menetes dipisau Cessy.


Crss.... Cesys menariknya dam Crab. Ia menusuk lagi dibagian paha orang itu berulang kali. Nafasnya memburuh dengan nanar karena marah dan juga sedih.,


beda hal dengam Caisar yang sekarang menyerang mereka dnegan pukulan. Tangannnya sudah berdarah-darah akibat luka lama. cessyy melihat kakanya bangkit sempoyongan dan membantu.


Gerry melihatnya tak kuat, ia mual merasakan semua isi perutnya ingin keluar. Ia merasakan pusing hingga jatuh pingsan. Cessy sangat bringas.


Bugh. Cessy disana menerjang salah satu yang sudah kualahan melawan Caisar. Ia disana menatapnya dingin dan...


Srak.. ia membuang banyak daun ditanganya kewajahnya hingga ia menunduk dan tak fokus. Cessy tak ambil waktu banyak dan ...


srak.. argh... ia menusuk dilenganya random,, namun disana lawannya bukanya tertusuk malah terluka panjang dan parah dibagian lengannya. Pisau itu sangat tajam hingga ia katuh dan melumpuhkan. Caisar disana tak kalah brutal, ia memukul lawan tanpa menghiraukan lenganya terluka parah. Hingga lawan lupa cara bernafas.


“Kak udah. Lebih baik kita pergi.”Cessy disana menahan kakaknya.


Caisar mengangguk lalu melirik Gerry yang tak sadarkan diri. “Bantuin temen kakak.”Ujar nya lemah.


Cessy mengaggguk lalu membawa Gerry, nafas mereka sama-sama memburu berjalan menjauhi mereka yang tidak mati, tapi terlemah ditanah menunggu meregang nyawa.


.


.

__ADS_1


.


Huuu mau banyak Upnya? nanti yah hehehe


__ADS_2